Monday, July 24, 2017

7 Ilmu Keuangan yang Harus Anda Miliki Ketika Berumur 30 Tahun

Ketika usia anda menginjak 30 tahun mungkin anda akan merasa ini adalah masa-msa kejayaan dalam kehidupan. Di masa ini orang menjadi tumbuh ke tahap dewasa sesungguhnya dan berada pada produktifitas puncak dalam bekerja. Namun sepertinya di usia ini orang harus berhati hati karena sebenarnya di usia ini sudah setengah perjalanan menuju masa pensiun yang umumnya berada pada umur 60-an. Mungkin anda merasa hari tua masih jauh namun apa salahnya mempersiapkan untuk kebaikan di masa mendatang? Ini waktunya bagi anda untuk berhenti menghambur-hamburkan uang seperti di umur 20-an dan mengurangi pengeluaran untuk menambah aset anda di masa depan.
Financial Plan
Mulailah Menghitung Pemasukan dan Pengeluaran Anda

Hindari 7 Jebakan Psikologi Ini dalam Berinvestasi

Dalam berinvestasi sadar ataupun tidak terdapat risiko di dalamnya. Risiko dalam berinvestasi bisa berupa jebakan-jebakan yang ada dibaliknya. Ketika berinvestasi terutama berinvestasi saham kita tidak bisa yakin dengan 100% bahwa keputusan jual beli saham adalah keputusan yang mendatangkan untung. Seringkali kita terjebak sendiri dalam perangkap-perangkap yang tak lain adalah perangkap psikologi yang dibuat oleh investor sendiri. Di artikel ini saya akan menjabarkan tentang jebakan-jebakan psikologi yang ada ketika berinvestasi saham
Psikologi Bisnis
Kebanyakan Keputusan Investasi Berdasarkan Emosi yang Ada

Sunday, July 23, 2017

Valuasi Saham-Saham di Amerika Serikat Sudah Terlalu Mahal

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam 8 tahun terakhir pasar saham Amerika Serikat mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Sejak tahun 2009 indeks S&P 500 mengalami akumulasi kenaikan yang signifikan tanpa koreksi yang berarti. Bull market di Amerika Serikat dimulai setahun setelah terjadinya Krisis Keuangan Global di tahun 2008. Saat itu indeks S&P 500 turun dari puncaknya di 1525 menjadi 735 atau turun 51% dan sekarang indeks S&P 500 berada pada level 2470 artinya meningkat  236% selama 8 tahun. Mungkin ini adalah hal yang biasa di bursa namun sebenarnya kenaikan harga saham-saham di Amerika Serikat sangatlah tidak wajar. Pemilihan Donald Trump yang dirasa akan menjatuhkan nilai harga saham malah mengerek harga saham di level yang tertinggi. 
Market Bubble

Saturday, July 22, 2017

Kredibilitas Tiga Pilar Sejahtera (AISA) Diuji

Kemarin ada kabar yang sangat mengejutkan pasar yaitu munculnya pemberitaan disitanya 1.161 ton beras di Bekasi. Penyitaan tersebut tepatnya di pabrik PT Indo Beras Unggul yang merupakan anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. Ini merupakan sebuah berita negatif untuk Tiga Pilar Sejahtera (AISA) dan pasar pun merespon dengan cepat. Kemarin tanggal 21 Juli 2017 saham AISA sudah turun dari 1475 menjadi 1205 yaitu sudah turun 24,92% dan terkena auto reject bawah. Investor berpikir bahwa kasus ini akan berdampak besar terhadap kinerja perusahaan yaitu dengan penurunan pendapatannya.
Kasus Tiga Pilar Sejahtera
Kapolri dan Menteri Pertanian Menyita Barang Bukti

Thursday, July 20, 2017

Sariguna Primatirta (CLEO), Saham Kecil Berpotensi Besar?

Ketika saya mendengar nama CLEO yang terlintas di pikiran saya adalah air minum begitupula dengan pembaca bukan? Bila ada yang asing dengan nama CLEO maka saya tidak heran karena CLEO merupakan perusahaan kecil yang memiliki aset sebesar Rp 463,2 miliar hal itu jelas jauh dengan UNVR yang memiliki aset sebesar Rp 18,5 triliun dan ICBP sebesar Rp 34,5 triliun. Namun dari aset itu kita bisa melihat bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang berarti lebih banyak ruang untuk bertumbuh di masa depan yang berarti lebih mudah dalam melipatgandakan nilai investasi ketimbang berinvestasi di perusahaan yang sudah matang. Sebenarnya ada saham yang sama seperti CLEO yaitu ADES namun saya tidak ingin membahasnya karena kinerjanya yang flat maka saya tidak pernah membahasnya. Mari kita simak pembahasan untuk CLEO.
Tanobel
Sariguna Primatirta Juga Bisa Disebut Tanobel

Wednesday, July 19, 2017

Pengertian Insider Trading, Salah Satu Indikator Saham yang Baik

Bila pertama kali mendengar istilah "Insider Trading" pasti kita bisa langsung tahu dengan cara mengartikannya secara kasar. Insider trading bila diterjemahkan menjadi perdagangan yang dilakukan oleh orang dalam. Orang dalam ini adalah orang yang memiliki informasi-informasi perusahaan yang tidak diketahui oleh publik. Informasi itu bisa jadi seperti informasi yang lebih cepat sebelum adanya pemberitaan tersebut atau informasi yang tidak dipaparkan kepada publik seperti masalah internal dalam perusahaan. Orang-orang yang memiliki akses terhadap informasi-informasi ini adalah insider. Biasanya insider merupakan bagian dari manajemen perusahaan seperti direksi, komisaris, general manajer dan lain-lain. Orang-orang ini memiliki akses terhadap informasi perusahaan secara real time tidak seperti investor publik yang hanya bisa melihat dari luar. Oleh karena itu insider sangat penting untuk diperhatikan.
Insider Trading
Manajemen Perusahaan Biasanya Memiliki Informasi
Non Publik yang Bisa Disalahgunakan untuk Keuntungan Pribadi

Tuesday, July 18, 2017

Warren Buffett dan Kesederhanaan Serta Kedermawanannya

Warren Buffett merupakan salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Dalam forbes 2017 kekayaan Warren Buffett sebesar $75,6 miliar dan menjadikannya sebagai orang terkaya nomor 2 saat ini. Dia merupakan investor terbaik pada abad ini dengan berbagai macam kesuksesannya dalam berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang ia sukai. Namun di balik kekayaan dan kesuksesannya itu Warren Buffett memiliki sifat yang bisa dibilang berbeda dengan kebanyakan orang kaya pada umumnya. Dia adalah orang yang sangat sederhana dan tidak royal dalam kesehariannya mesikipun dia memiliki aset miliaran dollar. Dalam hidupnya dia memiliki motto "Rule No.1 is don't lose money, second rule is don't forget rule no.1"
Warren Buffett

Monday, July 17, 2017

Melihat Prospek Saham Waskita Beton Precast (WSBP) di 2017

Tahun 2017 adalah tahun yang berat untuk saham-saham di industri konstruksi dan real estate. Pasalnya tahun 2017 ini ketika IHSG telah mencapai titik yang lebih tinggi namun saham-saham konstruksi malah loyo. Hal ini juga berdampak pada anak perusahaan konstruksi yaitu Waskita Beton Precast yang notabene adalah anak perusahaan Waskita Karya. Waskita Beton Precast IPO pada September tahun 2016. Sahamnya ditawarkan sebesar 490/lembar pada saat IPO dan seperti yang anda ketahui harga sahamnya sekarang dibawah harga IPO karena berada di level 460-an meskipun sempat naik ke level 600-an. Saya melihat saham WSBP seperti saham hebat yang dulu yaitu PPRO dimana harganya bisa jauh turun dari harga IPOnya. PPRO dulu IPO di harga 180-an dan bisa turun sampai level 130-an padahal fundamentalnya sangat bagus. Namun pada akhirnya saham PPRO terbang dari 130 ini menjadi 1200-an hanya dalam kurang dari setahun. Perlu diketahui bahwa harga ini adalah sebelum stock split. Lantas bagaimana dengan WSBP? Apakah bisa sama dengan PPRO yang berarti pasar memandang sebelah mata saham ini? Bila kita ingin melihat  prospek suatu saham maka kita harus lihat sisi positif dan negatifnya. Berikut analisanya:
Logo Waskita Beton Precast (WSBP)
Logo Waskita Beton Precast (WSBP)

Sunday, July 16, 2017

Analisa Jatuhnya Bisnis 7-Eleven dan Sahamnya MDRN

Dalam beberapa bulan ini dunia bisnis di Indonesia digemparkan oleh berita penutupan gerai-gerai 7-Eleven. Tidak hanya beberapa gerai yang tutup, namun semua gerai ditutup oleh pemiliknya yaitu PT Modern Internasional Tbk. Saya ingin membahas mengenai 7-Eleven ini karena ini adalah salah satu bisnis yang seharusnya stabil karena merupakan produk retail. Namun pada kenyataannya 7-Eleven juga tidak kebal terhadap perubahan ekonomi. Sejatinya mini market merupakan bisnis yang susah mati karena menjual kebutuhan untuk sehari-hari. Oleh karena itu saya ingin membahasnya di artikel kali ini perihal bisnis dari 7-Eleven dan sahamnya yaitu MDRN.
Gerai 7-Eleven yang Tutup
Salah Satu Gerai 7-Eleven yang Tutup

Saturday, July 15, 2017

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to equity ratio (DER) adalah rasio hutang untuk mengukur tingkat pinjaman dari keuangan perusahaan dan dikalkulasi berdasarkan perbandingan jumlah total liabilitas dibanding dengan jumlah total ekuitas. DER digunakan mengindikasikan seberapa besar hutang sebuah perusahaan yang digunakan untuk menjalankan operasionalnya dibandingkan dengan nilai ekuitas yang dimilikinya.
Rumus yang digunakan adalah
Rasio Debt to Equity
Rumus Debt to Equity Ratio (DER)

Contoh Penerapan DER