Saturday, August 27, 2016

Pengertian Stock Split

Apa itu Stock Split?
Stock split merupakan tindakan korporasi untuk memecah atau membagi satu saham menjadi beberapa saham. Dengan adanya stock split maka jumlah lembar saham akan meningkat dan harganya akan turun. Namun meskipun demikian, total nilai dari saham tersebut tidak berubah alias tetap sama dibandingkan sebelum terjadi stock split. Hal itu karena stock split tidak memberikan nilai yang nyata dan hanya membagi kedalam beberapa bagian. Ibarat persegi dengan luas 100 cm2 dibagi menjadi empat persegi dengan luas 25 cm2, total sebelum dan sesudahnya tetaplah sama.
Stock Split
Satu Lembar Saham XYZ yang di Stock Split
Menjadi 4 Lembar Saham

5 Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Saham Dividen

Ada berbagai macam saham di Bursa Efek Indonesia dengan berbagai sektor di dalamnya. Ada saham yang tidak memberikan dividen dan adapula yang memberikan dividen. Namun bila berbicara tentang mendapatkan hasil yang nyata maka itu adalah saham dividen. Mungkin perusahaan yang tidak memberikan dividen sedang berekspansi atau dalam keuangan yang kurang baik. Sedangkan saham dividen merupakan perusahaan yang sudah mature alias dewasa. Tapi saham yang memberikan dividen memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan saham yang tidak memberikan dividen. Dan itulah mengapa anda harus memasukkan sebagian saham dividen ke dalam portofolio investasi anda. Berikut adalah alasannya:
Pohon Uang
Saham Berdividen Ibarat Pohon yang Menghasilkan Uang

Sunday, August 21, 2016

Mengenal Sektor Dalam Dunia Bisnis dan Saham di Indonesia

Dunia saham sangatlah luas dan memiliki berjenis-jenis saham yang berbeda. Saham-saham tersebut juga tergolong dalam bagian-bagian tipe bisnis yang bisa kita sebut Sektor. Sektor satu dengan yang lain sangatlah berbeda dan produknya pun juga berbeda. JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification) merupakan klasifikasi sektor-sektor saham yang ada di BEI yang dulunya masih berupa BEJ (Bursa Efek Jakarta). Klasifikasi tersebut diperkenalkan pada tanggal 28 Desember 1995 dengan 9 klasifikasi utama sektor bisnis. Berikut ini adalah 9 klasifikasi tersebut dan uraiannya:
Sector
Dunia Bisnis Terbagi dalam Beberapa Sektor yang
Berikatan Satu Sama Lain

Friday, August 19, 2016

Melihat Prospek Saham Ultrajaya (ULTJ)

Nama Ultrajaya sudah tidak asing untuk didengar oleh kita karena memang nama ini merupakan perusahaan yang memproduksi susu UHT (Ultra High Temperatur) dengan merek susu Ultra yang sangat populer di kalangan masyarakat. Tidak hanya itu Ultrajaya juga memiliki produk minuman lainnya yang bernama teh Kotak yang lumayan terkenal namanya di kalangan masyarakat. Karena Ultrajaya kebanyakan produknya berupa minuman maka dapat dikategorikan saham consumer yang memiliki bisnis stabil. Selain itu karena faktor fundamentalnya yang bagus maka saham ULTJ ini layak dilirik untuk investasi. Berikut ini adalah ulasannya
Logo Ultrajaya
Logo Ultrajaya

Thursday, August 18, 2016

Saham Waskita Karya Masih Layak Beli Walaupun Mahal

Kenaikan saham Waskita Karya (WSKT) membuat saham ini menjadi semakin mahal. Saham ini adalah salah satu saham konstruksi BUMN yang terbaik karena harganya yang selalu naik dalam 3 tahun terakhir. Hal itu tentu saja karena didukung oleh faktor fundamentalnya yang memang kinerja Waskita Karya yang moncer dalam 3 tahun terakhir. Namun saham Waskita Karya sudah meroket tajam ditahun ini yakni naik dari 1700-an ke 2700-an atau naik sebesar 64%. Karena kenaikannya yang super maka saham ini menjadi mahal namun saya tidak akan mengatakan overpriced karena potensinya yang tinggi. Saham WSKT di harga 2800 memiliki rasio PE sebesar 31 dengan patokan laba di tahun 2015. Rasio PE diatas 20 bisa dikatakan mahal apalagi yang memiliki PER 30-an. Namun itu hal yang berbeda untuk saham WSKT. Berikut ini ulasannya.
Logo Waskita Karya WSKT

Wednesday, August 17, 2016

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71

Pada tanggal 17 Agustus 2016 ini Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 71. Angka 71 merupakan angka yang unik karena kebalikan dari angka tanggal 17 Agustus. Sudah lama Indonesia merdeka dan Indonesia sudah jauh berkembang dari ketika pertama kali merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu Indonesia masih membangun pondasi awalnya sebagai negara yang merdeka. Kondisi saat itu masih kacau dan tidak stabil seperti di zaman sekarang. Dulu rupiah masih bisa dihitung dengan jari. Uang lembaran satu rupiah beredar luas sebagai alat tukar yang legal di Indonesia. Dan bayangkan saja nilai tukar rupiah di tahun 1949 adalah Rp 4/US Dollar dan sekarang ini menjadi Rp 13.500/US Dollar. Dari tahun ke tahun secara jangka panjang nilai rupiah selalu melemah. Itu karena ekonomi di Indonesia saat itu masih tidak stabil karena pengaruh politik.
HUT RI ke-71 dengan Slogan Kerja Nyata

Tuesday, August 16, 2016

Di Pasar Saham Orang yang Paling Sabarlah Pemenangnya

Pasar saham dipenuhi ketidakpastian, terkadang naik dan bisa juga turun. Di dalam itu semua orang-orang yang berhasil mengatasi permasalahan tersebut adalah orang yang sabar. Bagaimana bisa? Well orang yang sabar merupakan pemenang karena secara tidak sadar mereka berinvestasi jangka panjang. Banyak orang mengatakan bahwa pemenang dari pasar saham adalah orang yang dapat memprediksi masa depan. Mungkin itu benar namun jika dipikir-pikir memprediksi masa depan dengan pasti adalah hal yang sangat sulit kecuali anda merupakan orang yang datang dari masa depan ataupun memiliki kemampuan dalam meramal masa depan atau mungkin anda sudah tahu market movenya. Jika anda merupakan salah satu dari jenis tersebut maka anda sudah pasti menjadi pemenang nomor satu di pasar saham. 
Orang Bersabar Memancing
Berinvestasi Mirip dengan Memancing yakni Kesabaran Untuk Membuahkan Hasil

Tuesday, May 17, 2016

Satu Miliar Dollar Pertaruhan Warren Buffett di Saham Apple

Pada beberapa waktu yang lalu laporan regulasi dari Berkshire Hathaway mengungkapkan bahwa Warren Buffett telah mengambil posisi sebesar hampir $1 miliar dengan membeli 9,81 juta lembar saham Apple (AAPL). dengan harga rata-rata $107/lembar Saham Apple naik sebesar 2% setelah berita mengenai pembelian saham tersebut oleh Dewa dari Omaha. Namun bila dilihat dari awal tahun, saham Apple sudah turun sebesar 14% dan hampir 30% dalam 12 bulan terakhir. 
Warren Buffett Apple
Warren Buffett Membeli $1 Milliar Saham Apple

Monday, May 16, 2016

Pengertian Price to Book Value Ratio (PBV)

Salah satu indikator fundamental dari sebuah saham adalah price per book value (PBV) yang banyak digunakan oleh investor maupun analis untuk mengetahui nilai wajar saham. Indikator ini didapat dengan membagi harga saham yang ada di pasar saham dengan nilai book value dari saham tersebut. Saham yang memiliki rasio PBV yang besar bisa dikatakan memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV dibawah 1 memiliki valuasi yang rendah alias undervalue.
Price to Book Value
Rumus Price to Book Value

Lalu Apa itu Book Value?

Sunday, May 15, 2016

Melihat Prospek Tiphone Mobile (TELE)

Industri telepon selular merupakan industri yang sedang bertumbuh di era yang modern ini. Kebutuhan masyarakat akan gadget sudah seperti kebutuhan pokok yang membuat gadget tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki gadget untuk menunjang berbagai kegiatan mereka sehari-hari. Oleh karena itu pangsa pasar industri gadget sangatlah besar sekarang dan banyak perusahaan mulai melirik pangsa pasar smartphone ini. 
Tiphone Mobile Indonesia
TELE dan Anak Perusahaannya