Saturday, August 5, 2017

Chart yang Membuat Peter Lynch Sukses di Investasi Saham

Peter Lynch adalah salah satu investor legendaris yang pernah ada. Dalam karirnya mengelola reksadana, dana yang ia kelola tumbuh dengan rata-rata 29% per tahun dalam 13 tahun mengalahkan S&P 500 pada 11 dari 13 tahun karirnya. Sangat sulit bagi para manajer reksadana di Amerika Serikat untuk mengalahkan performa S&P 500 secara konsisten dalam jangka panjang. Oleh karena itu Peter Lynch dijuluki sebagai "Legenda Wall Street" karena kepiawaiannya dalam memilih saham yang akan naik. Dalam bukunya "One Up On Wallstreet" Peter Lynch membeberkan bahwa salah satu kesuksesannya adalah berinvestasi jangka panjang. Tidak hanya itu dia selalu membeli perusahaan yang bertumbuh karena dia percaya bahwa harga saham akan mengikuti kinerja perusahaannya.
Peter Lynch

Friday, August 4, 2017

5 Saham yang Sangat Potensial di Tahun 2017 Karena Kinerja dan Valuasinya yang Murah

Di pertengahan tahun 2017 ini sudah banyak emiten yang merilis kinerja keuangannya pada satu semester tahun ini. Ada yang mencatatkan kinerja yang baik dan adapula yang mencatatkan kinerja yang buruk dan menurun dibandingkan dengan kinerja di tahun lalu. Kinerja yang baik adalah harapan dari semua investor yang memegang sahamnya karena hal itu akan menopang pergerakan harga sahamnya. Secara umumnya perusahaan di Indonesia mampu untuk tumbuh dengan rata-rata diatas 10% pertahun. Pertumbuhan rata-rata 10% pertahun adalah pertumbuhan yang bisa dibilang bagus karena sudah termasuk pertumbuhan double digit. Namun jika kita ingin mendapatkan return yang luar biasa maka kita harus agresif dalam berinvestasi, yakni mencari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya diatas rata-rata pertumbuhan perusahaan yang ada.

Potensial

Wednesday, August 2, 2017

Investasi yang Sebenarnya itu Sangat Membosankan

Kebanyakan orang menganggap berinvestasi saham itu mendebarkan karena melihat harganya yang fluktuatif naik turun dalam beberapa hari saja. Suatu saham bisa naik dan turun hingga puluhan persen hanya dalam sehari saja. Saham yang naik puluhan persen dalam sehari dapat membuat gegap gempita dan saham yang turun puluhan persen dapat pula membuat investor menjadi stress menderita. Ini adalah sebuah psikologi dalam berinvestasi dan hal ini pula yang membedakan pada investasi yang sebenarnya dengan yang tidak. Bila anda merasa berdebar-debar dalam berinvestasi maka mungkin yang anda lakukan adalah spekulasi bukan investasi.
Bosan

Tuesday, August 1, 2017

5 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli Pada Agustus 2017

Awal bulan Agustus merupakan bulan yang bagus untuk membeli saham karena laporan keuangan Q2 sudah dipublikasikan. Investor dapat menilai perusahaan perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus pada semester pertama ini. Kinerja yang bagus biasanya akan mendongkrak harga sahamnya ke level yang lebih tinggi. Peningkatan laba bersih yang baik juga akan menyokong tingkat pemberian dari dividen. Perusahaan yang memiliki laba bersih yang meningkat akan memiliki peluang untuk meningkatkan dividennya daripada perusahaan yang labanya stagnan.
Dividen

Monday, July 31, 2017

Review Bulanan Pasar Juli 2017

Pada sepanjang bulan September IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan uptrend di akhir bulan. Pada tanggal 3 Juli IHSG dibuka dengan nilai 5846 dan ditutup pada tanggal 31 Juli sebesar 5840. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar mengalami penguatan dari 13.367 pada 3 Juli menjadi 13.318 pada 31 Juli. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan Juli dari $47/bbl pada 3 Juli menjadi $49,5/bbl pada 31 Juli atau meningkat sebesar 5,3% dalam sebulan. Harga emas dunia mengalami kenaikan dari $1.219/oz menjadi $1.267/oz atau naik sebesar 3,9%
Review
Berikut ini adalah highlight berita emiten di pasar saham pada bulan Juli 2017:

Dana Haji untuk Infrastruktur? Kenapa Tidak?

Baru-baru ini terdengar berita bahwa Presiden Joko Widodo memberikan usulan bahwa dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Dana haji di Indonesia sendiri jumlahnya fantastis karena mencapai Rp 90 triliun. Jumlah yang besar ini merupakan hasil dari dana yang terkumpul dari pendaftaran jamaah haji untuk mendapatkan porsi keberangkatan. Dana ini disebut sebagai dana awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Sebenarnya dana ini tidak sepenuhnya menganggur karena dimanfaatkan untuk membeli sukuk atau yang biasa disebut Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) namun jumlahnya konservatif yakni hanya 40% karena adanya faktor risiko juga di dalamnya.
Dana Haji

Saturday, July 29, 2017

Ace Hardware (ACES) Terlihat Menarik untuk Jangka Panjang

Kinerja retail sedang lesu akibat adanya persaingan dengan para retail e-commerce. Persaingan retail ini berdampak besar terhadap kelangsungan pusat perbelanjaan salah satunya adalah Matahari Departemen Store (LPPF). Namun hal itu tidak berdampak signifikan terhadap retail yang menjual alat-alat  khusus seperti Ace Hardware yang menjual kebutuhan alat-alat pertukangan dan alat-alat rumah tangga. Anda akan kesulitan jika membeli secara online karena ukuran alat-alat rumah tangga yang cukup besar dan sangat jarang toko online yang menjual alat pertukangan. Seiring berjalannya waktu kebutuhan terhadap alat rumah tangga dan pertukangan akan terus meningkat karena bertambahnya orang yang memiliki rumah baru.
Logo Ace Hardware ACES
Logo Ace Hardware

Friday, July 28, 2017

Alasan Saya Lebih Menyukai Peter Lynch Dibandingkan Warren Buffett

Di dunia investasi nama Warren Buffett tentu saja sudah tidak asing lagi. Warren Buffett dijuluki sebagai investor terbaik sepanjang masa khususnya di abad ke 20 hingga sekarang. Ia mengubah Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan penggilingan gandum menjadi sebuah perusahaan asuransi konglomerasi yang memiliki banyak anak perusahaan di berbagai bidang. Pertama kali saya mempelajari investasi saya memang berpendapat bahwa Warren Buffett memang merupakan investor terbaik sepanjang masa. Namun setelah saya mengetahui profil Peter Lynch dan membaca buku-bukunya ternyata Peter Lynch lebih mengerti saham secara umum.
Warren Buffett & Peter Lynch

Ketika saya membaca buku-buku Peter Lynch yakni "One Up On Wallstreet", "Beating the Street" dan "Learn to Earn". Di dalam buku-bukunya dikisahkan pengalamannya ketika ia menjadi manajer reksadana yaitu tentang saham-saham yang ia beli, suka duka ketika berinvestasi saham dan bagaimana memilih saham yang tepat. Namun saya akan menjabarkan secara poin-poin bahwa kenapa saya lebih menganggap Peter Lynch lebih jago untuk menjadi stockpicker dibandingkan dengan Warren Buffett.

Thursday, July 27, 2017

Melihat Kinerja 3 Saham Baru LQ 45 Q2 2017

Pada 25 Juli ditetapkan bahwa ada tiga emiten yang masuk ke dalam indeks LQ-45 menggantikan tiga emiten yang keluar dari indeks ini. Emiten-emiten yang keluar antara lain Alam Sutera Realty (ASRI), Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dan Elnusa (ELSA). Kinerja fundamental yang memble menjadi salah satu alasan didepaknya ketiga emiten tersebut. Sedangkan 3 emiten yang menggantikan posisi mereka adalah BPD Jawa Barat (BJBR), Global Mediacom (BMTR) dan Barito Pacific (BRPT). Ketiga emiten itu akan berada pada indeks LQ-45 pada periode Agustus 2017 sampai Februari 2018. Saham LQ-45 layak dilirik karena selain liquid kebanyakan kinerja perusahaannya bagus meskipun tidak semuanya. Lantas bagaimanakah prospek dan kinerja dari ketiga emiten tersebut?
LQ 45

Melihat Sektor Properti di Tahun 2017

Mungkin kebanyakan investor akan kaget karena di tahun 2017, sektor yang paling underperform terhadap IHSG adalah sektor properti. Sepanjang 2017 ini sektor properti menghasilkan return yang negatif karena turun 6,99% padahal IHSG di tahun 2017 naik sebesar 9%. Padahal beberapa tahun yang lalu sektor properti adalah sektor primadona para investor. Investor yang berinvestasi di sektor ini akan mengalami penurunan nilai investasinya di tahun ini. Namun apa yang menyebabkan sektor ini mengalami underperform di tahun ini? Bisakah sektor properti rebound kembali?

Indeks Properti & Konstruksi vs IHSG
Sumber: finance.yahoo.com