Wednesday, November 18, 2015

5 Kelebihan Sebagai Investor Jangka Panjang

Bila kita melakukan kegiatan yang bernama investasi kita akan dihadapkan pada dua pilihan yakni berinvestasi jangka pendek atau berinvestasi jangka panjang. Apalagi yang namanya berinvestasi di instrumen saham kita akan dihadapkan pada pilihan menjadi trader yang berinvestasi jangka pendek atau kita berinvestasi jangka panjang. Mungkin berinvestasi jangka panjang akan membuat kita tidak sabar dan membosankan. Selain itu walaupun kita sudah bertekad untuk berinvestasi secara jangka panjang perasaan takut ketika harga saham turun tetaplah menghinggapi dan rasa tidak sabar karena saham yang dibeli tidak kunjung naik membuat para investor beralih ke investasi jangka pendek yakni beralih menjadi trader
Seperti Kata Pepatah "Waktu Adalah Uang"

Wednesday, November 11, 2015

5 Cara Meraih Kebebasan Finansial

Kebebasan finansial adalah dambaan bagi setiap orang terutama orang yang ingin mendapatkan waktu luang pribadi yang lebih banyak. Bayangkan orang yang sudah mencapai kebebasan finansial tidak perlu repot bekerja untuk menghidupi kehidupan dirinya dan keluarganya. Yang mereka lakukan hanyalah duduk tenang menunggu uang mengalir ke dalam kantongnya. Penghasilan inilah yang biasa disebut Passive Income yakni pemasukan yang tidak membutuhkan kerja keras. Namun jalan menuju kebebasan finansial merupakan jalan yang tidak mudah dan kebanyakan orang menganggap bahwa kebebasan finansial hanyalah mimpi belaka dan kita sebagai orang biasa harus bekerja keras untuk hidup. Sebenarnya siapa saja bisa mendapatkan kebebasan finansial jika mereka mau melakukan hal-hal yang menambah nilai assetnya.

Kebebasan Finansial
Kebebasan Finansial Membuat Anda Terbebas dari Beban Hidup

Sunday, October 25, 2015

Pengertian Saham Gorengan atau Small Cap

Di Indonesia ada istilah aneh dalam penamaan suatu saham yakni saham gorengan. Istilah itu terdengar aneh bagi orang awam karena gorengan sendiri itu adalah nama makanan ringan di Indonesia. Orang yang baru pertama kali mendengar saham gorengan pasti merasa bingung dan penasaran kenapa dinamakan gorengan karena berbeda hubungannya. Namun setelah dipelajari lebih lanjut terdapat kesamaan antara saham dan gorengan yakni sama-sama digoreng.
Sepiring Gorengan
Saham dan gorengan itu sama, sama-sama bisa digoreng

Saturday, October 24, 2015

Pengertian Saham Blue Chip atau Big Cap

Di dalam bursa efek terdapat 2 kategori saham yang menonjol yakni Blue Chip dengan kapitalisasi pasar yang besar serta Gorengan dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Pada kali ini saya akan membahas mengenai saham Blue Chip terlebih dahulu. Saham Blue Chip adalah saham yang memiliki kapitalisasi besar diatas rata-rata kapitalisasi pasar. Harga saham perlembar dari blue chip juga terlihat besar dan pada saat ini kategori harga saham untuk saham blue chip adalah diatas 5000 perlembar.
Gambar Blue Chip
Blue Chip adalah chip terbesar di kasino dan menjadikannya ikon saham yang besar di bursa efek

Friday, October 23, 2015

Strategi Minimalisasi dengan Diversifikasi

Sekarang ini teknik alokasi dana dalam berinvestasi bermacam-macam ada yang fokus dengan memasukkan semua dana kedalam sebuah saham ada pula yang menyebar seluruh dana di beberapa saham. Teknik membeli satu saham dengan fokus atau yang biasa disebut "Put All Eggs Into One basket" adalah teknik yang lama dan bisa membahayakan. Jika kita memang benar dalam memilih saham tersebut maka portfolio kita akan membesar tetapi bila kita salah dalam menilai suatu saham maka kita akan mendapati aset portofolio pun semakin mengecil. Permasalahan ini selalu menjadi perdebatan dalam pikiran untuk membuat keputusan seberapa besar dana yang di alokasikan dalam suatu saham.
Teknik Diversifikasi
Sebarlah uang anda di beberapa instrumen

Thursday, October 22, 2015

Mengambil Untung Berinvestasi Ketika IHSG Rebound

Tahun 2015 merupakan ujian yang berat bagi para investor saham di Indonesia. Bagaimana tidak, Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan return negatif sebesar 10% dalam setahun ini. Apalagi IHSG pernah mencapai titik terendah yakni 4120 yang membuat para investor menjadi panik akan adanya krisis di masa yang akan datang. Maklum, biasanya bursa selalu mendahului fakta di lapangan pada saat krisis namun itu juga menjadi indikator yang salah karena bisa saja itu hanyalah panic selling.

Wednesday, July 15, 2015

Bagaimana Gaya Warren Buffett dalam Berinvestasi Saham?

Nama Warren Buffett sudah tidak asing lagi di dunia saham dan bisnis. Dengan kekayaannya yang mencapai $72 milyar di tahun 2015 menurut forbes membuatnya menjadi orang terkaya nomor 3 di dunia dan tidak mengherankan bila ia sangat dikenal. Namun bagaimana cara dia bisa berhasil dalam berinvestasi sehingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia? Jawabannya sebenarnya cukup simpel yakni dengan membeli perusahaan-perusahaan hebat dan memilikinya dalam jangka panjang tidak peduli berapa lama, tahunan bahkan puluhan tahun membiarkannya menciptakan compund interest yang sangat besar.
Foto Warren Buffett
Warren Buffett saat Tertawa


Saturday, July 11, 2015

Ide Investasi Saham: Tiga Pilar Sejahtera Food

Di tengah lesunya ekonomi investor sebaiknya membeli saham-saham defensif yang tahan banting jikalau krisis melanda. Saham-saham defensif ini biasanya berada di sektor barang-barang konsumsi seperti kebutuhan rumah tangga hingga makanan dan minuman. Di waktu sebelumnya saya sudah membahas tentang Unilever sebagai saham defensif di berbagai kondisi ekonomi.

Nah sekarang saya akan membahas tentang saham defensif yang lain yakni Tiga Pilar Sejahtera Food.
Logo Tiga Pilar Sejahtera Food
Logo Tiga Pilar Sejahtera Food

Friday, July 10, 2015

Jangan Main Saham, Berpikirlah Bisnis Saham

Ketika kita pertama kali mendengar tentang saham pasti kita pernah mendengar istilah main saham. Rupanya pemikiran ini sudah sangat melekat di benak para pelaku saham terutama yang ingin mendapatkan keuntungan dari capital gain. Orang-orang berpikir bahwa saham adalah barang yang diperdagangkan dengan harga yang berubah setiap hari. Tapi gambaran saham tersebut secara real masih banyak yang belum mengetahui.
Lebih lanjut: Apa itu Saham?


Business Picture


Monday, July 6, 2015

Mirisnya Melihat Jumlah Investor di Pasar Modal Indonesia

Pada liburan kemarin saya melihat-lihat artikel tentang pasar modal dan uniknya saya tertarik dengan artikel yang ada di Bisnis.com, artikel itu menyebutkan bahwa investor lokal individual yang ada di Indonesia masih sangatlah kecil yakni sebanyak 174 ribu orang dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang mencapat 240 juta orang yang artinya tidak sampai 1 % dari jumlah penduduknya. Hal itu berbeda dengan jumlah investor lokal negara tetangga Malaysia yang mencapai 18% dari jumlah penduduknya begitupula dengan Singapura yang mencapai 30%. Sepertinya pasar modal belum populer sebagai instrumen investasi bagi rakyat Indonesia.

Analisa Investor

Sunday, July 5, 2015

Keajaiban dari Compund Interest (Bunga-berbunga)

Karena saya sedang dalam mode liburan saya menjadi semangat dalam membuat artikel di blog ini. Berbekal dengan pengetahuan yang ada saya akan mencoba memaparkan dari kesaktian Compound Interest yang notabene dijuluki oleh Albert Einstein sebagai keajaiban dunia ke-delapan.
Albert Einstein berkata:
Albert Einstein Quotes Compound Interest

"Bunga berbunga adalah keajaiban dunia ke-delapan. Orang yang mengerti akan mendapatkan keuntungannya dan orang yang tidak mengerti akan membayarnya"

Sunday, June 28, 2015

Pentingnya Tetap Tenang di Market

Sebagai investor kita pasti merasakan kegelisahan ketika harga saham milik kita turun dari harga yang kita beli lalu kita berusaha mencari tahu penyebab turunnya harga tersebut. Mungkin kita akan merasa menyesal karena membeli saham yang turun tersebut dan ingin menjualnya padahal hanya dengan alasan harganya yang turun. Ini merupakan hal yang fatal! Dikatakan fatal karena harga saham memang cenderung bergerak dengan volatilitas yang tinggi. Sebuah saham bisa saja naik ataupun turun 20% dalam sehari dan ini disebabkan oleh volatilitas dari perdagangan saham itu sendiri meskipun volatilitas tersebut tidak mencerminkan fundamental dari perusahaannya. Bisa saja saham tersebut turun dengan drastis tanpa sebab yang jelas dan itu bukanlah saat yang tepat untuk menjual saham.
Panah Jatuh


Saturday, June 20, 2015

Perbedaan Bad Company, Fair Company, dan Great Company

Di dunia bisnis ada banyak perusahaan yang saling bersaing. Selain bersaing, perusahaan juga dituntut untuk dapat berekspansi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bila perusahaan mampu menjalankan ekspansi dengan baik, pendapatan dan laba bersihnya pun juga akan meningkat. Dan di dunia bisnis ini ada 3 macam perusahaan yakni, bad company (perusahaan jelek), fair company (perusahaan yang biasa-biasa) dan great company (perusahaan hebat). Ketiga macam perusahaan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Sebagai investor tentu saja kita harus bisa memilah perusahaan menjadi ketiga macam tersebut. Kita tentu saja tidak ingin menginvestasikan uang kita ke perusahaan jelek dan ingin menginvestasikan ke perusahaan yang hebat. Perusahaan yang jelek tidak akan memberikan imbal hasil kepada investor dan malah merugikan begitupula sebaliknya.Warren Buffet mengatakan:
"It's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price"
Quotes Warren Buffet tentang wonderful company

Friday, June 19, 2015

Ide Investasi Saham:Bumi Serpong Damai

Nama ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya! Bumi Serpong Damai ini adalah sebuah perusahaan developer properti. Perusahaan ini merancang kota dengan nama BSD City yang tentu saja berada di Serpong, Tangerang. BSD City diresmikan pada tanggal 16 Januari 1984. Kota ini merupakan kota terencana terbesar yang memiliki fasilitas lengkap. BSD City ini memiliki fungsi sebagai kota industri, perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata sekaligus perumahan. 

(Logo BSDE)


Ketika Harga Saham Berkontradiksi dengan Nilai Perusahaan

Seperti yang kita tahu saham merupakan cerminan dari perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut selalu untung dan bisa melipatgandakan keuntungannya harganya pun akan naik dan begitu pula sebaliknya. Namun hal ini tidak selalu terjadi! Ada juga saham-saham yang naik secara terus menerus melewati nilai wajarnya. Dan sebagai value investor kita harus menghindarinya, kecuali anda seorang spekulator.

Sunday, June 14, 2015

Dividen Saham Adalah Senjata Rahasia Investor

Sudah tidak asing lagi bagi kita di dunia persahaman tentang istilah dividen. Orang yang memiliki saham di sebuah perusahaan bisa mendapatkan sebagian keuntungan dari perusahaan tersebut dalam bentuk dividen tunai yakni cash yang diberikan kepada pemegang saham atau pun dividen saham yakni tambahan jumlah saham. Dividen itu sendiri sangat kecil bila dibandingkan dengan harga sahamnya. Rata-rata dividen berkisar 1-4% dihitung dari harga yang sekarang namun ada pula dividen yang melebihi suku bunga deposito dan lebih dari 10% contohnya ITMG. Perlu diketahui dividen yang besar belum tentu bagus dan begitu pula sebaliknya. ITMG memberikan dividen yang besar, namun prospek pertambangan saat ini masih suram.


Wednesday, June 10, 2015

Turunnya IHSG Karena Perlambatan Ekonomi

Beberapa hari ini bursa dikejutkan oleh jatuhnya banyak saham di BEI dan ini menyebabkan turunnya IHSG secara signifikan. Bayangkan saja hanya dalam 2 hari IHSG turun 200 point atau turun 3,83%. Hal ini membuat banyak saham menjadi terdiskon dengan sangat besar, lalu apa penyebabnya? Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi Kuartal ke-I Indonesia yang masih melambat yang hanya tumbuh sebesar 4,71% padahal di tahun sebelumnya Indonesia bisa bertumbuh sebesar 5,14%. Kurang cepatnya realisasi belanja negara menjadi penyebabnya dan mungkin pertumbuhan di Q2 juga masih belum bagus. Namun di tengah gejolak perlambatan ekonomi tentu saja ada peluang di dalamnya. Peluangnya adalah kita dapat membeli saham-saham bagus yang sudah terdiskon besar. Saham-saham tersebut adalah saham-saham yang tidak terkena dampak dari perlambatan ekonomi, alias masih dapat bertumbuh dengan pesat.

Friday, June 5, 2015

Bank BNI sebagai Bank dengan Performa yang Baik

Banking adalah salah satu industri yang telah ada dalam waktu yang lama. Perannya sudah menyatu dalam masyarakat. Bisnisnya simpel, yakni menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan pinjaman dengan jaminan bunga. Bunga inilah yang menjadi sumber pendapatan dari bank untuk tetap menjalankan bisnisnya.



Banyak investor yang memasukkan saham bank dalam porsi yang besar dalam portofolio saham mereka. Contohnya adalah Warren Buffett, ia membeli berbagai macam bank seperti Wells Fargo, Bank of America sampai Solomon Brothers. Sekarang ini ia memiliki saham bank Wells Fargo sebagai saham terbesar di portofolio investasinya, mencapai  23% dari nilai protofolionya dan senilai 9% dari keseluruhan saham Wells Fargo. Hal itu tidaklah mengherankan karena Buffett memang mengerti bahwa performa Wells Fargo memanglah cemerlang.

Thursday, June 4, 2015

5 Buku Investasi Terbaik Sepanjang Masa

Bila kita ingin mencari pengetahuan tentang investasi saham mungkin kita bisa mencari informasi tentang investasi saham itu dengan mudah di internet karena mudah dan praktis. Namun hal yang ditulis di internet tersebut belum tentu benar dan orang yang menulis artikel di Internet juga belum tentu adalah investor yang memiliki track record yang baik. Maka dari itu sumber pengetahuan investasi kita adalah buku yang membahas tentang investasi. Namun karena banyaknya buku tentang investasi maka kita harus memilah buku-buku tersebut.


Biasanya buku investasi yang bagus ditulis oleh investor yang memang memiliki track record dan performa yang bagus. Investor yang sukses ini biasanya jujur dalam menulis bukunya dan memang cara investasi dari buku yang ia tulis adalah style dari investasinya. Selain itu buku tersebut memiliki rahasia-rahasia yang dimiliki oleh si penulis buku bila sang penulis adalah seorang investor.


Berikut 5 buku investasi terbaik sepanjang masa:
1. The Intelligent Investor (New Revision by Jason Zweig, 2003)


Wednesday, June 3, 2015

Alfamidi, The Next Wal-mart?

Investor Amerika Serikat sangat kagum dengan Wal-mart yang memberikan return investasi(ROI) yang tinggi. Bagaimana tidak kagum?! Wal-mart menghasilkan return sebesar lebih dari 9000 kali sejak Wal-mart IPO pada tahun 1970. Orang yang beruntung membeli 100 lembar saham Wal-mart pada tahun 1970 di harga $16,50 dan tidak menjualnya sampai sekarang sudah menikmati harga sahamnya menjadi $15 juta! Sungguh hasil yang mencengangkan! Bayangkan membuat uang 1.650 menjadi 15 juta dan mungkin orang biasa hanya dapat menghasilkannya di lottery ticket atau berjudi.

 Logo Alfamidi dan Walmart

Tuesday, June 2, 2015

Unilever sebagai Saham IHSG yang Bagus di Berbagai Keadaan Ekonomi

Tentu saja semua orang sudah tahu nama perusahaan ini dan produk yang dihasilkan. Ya! Unilever adalah perusahaan yang bergerak dalam membuat berbagai macam product konsumer dari peralatan mandi hingga bahan makanan. Unilver sudah berdiri di Indonesia sejak penjajahan Belanda yakni pada tahun 1933 dengan nama Zeepfabrieken N.V. Lever, inilah yang akan menjadi cikal bakal Unilever yang sekarang.

Sunday, May 31, 2015

Lippo Cikarang, Saham Hebat dengan Valuasi yang Rendah

Seperti yang sudah saya katakan, di BEI terdapat banyak saham yang hebat salah satunya adalah PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
Performa dari harga sahamnya sangat fantastis, 5 tahun lalu harga sahamnya hanya 250 sekarang sudah mencapai 10.850 per lembarnya alias sudah naik 43 kali yang artinya LPCK memberikan return rata-rata sebanyak 112,5 % per tahunnya!

Saturday, May 30, 2015

Cara Mencari Saham-Saham Tenbagger

Tenbagger memiliki potensi kenaikan 10 kaliSebagai investor tentunya kita ingin mendapatkan hasil investasi yang fantastis dalam jangka panjang. Kita sudah tahu bahwa berinvestasi saham yang aman dan baik adalah jangka panjang namun tidak semua saham memberikan hasil yang baik dalam jangka panjang malah ada yang turun dalam kurun waktu beberapa tahun. Saham-saham inilah yang harus kita hindari untuk sementara sampai kita mendapati saham tersebut memberikan sinyal bagi kita untuk membelinya. Namun adapula saham yang memberikan hasil investasi yang fantastis. Saham-saham ini memberikan hasil dari puluhan hingga ribuan kali dalam jangka waktu yang panjang. Saham-saham inilah yang harus kita cari dan dapatkan diharga yang murah. Berikut adalah cara mencari saham ten bagger:

Friday, May 29, 2015

Apa itu Growth Stock dan Value Stock?

Saat berinvestasi saham investor akan diberi 2 pilihan yaitu berinvestasi di saham growth (bertumbuh) atau berinvestasi ke saham value (bernilai). Berikut adalah penjelasannya:
1. Saham Growth
Gambaran dari growth stockGrowth stock adalah saham yang perusahaanya memiliki potensi untuk menaikkan nilai perusahaan dengan cara yang cepat. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya laba dan nilai ekuitas perusahaan dengan pesat. Investor yang menanamkan modalnya di saham growth stock adalah tipe investor yang agresif. Disebut agresif karena investor tersebut berani membeli saham growth tersebut dengan harga premium dan biasanya saham growth memanglah mahal tercermin dari nilai PER dan PBV-nya. Selain itu saham growth adalah perusahaan yang masih kecil sehingga manajemen perusahaannya pun masih belum bisa terbukti dan dipercaya. Seringkan anda mendengar banyak yang gagal dalam merintis bisnis saat awal? Ya perusahaan pun juga begitu, perusahaan kecil tersebut memiliki risiko gagal dalam usaha yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang sudah matang dan berpengalaman.

Thursday, May 28, 2015

Saham sebagai Investasi Jangka Panjang

Semua investor pastinya ingin mendapatkan keuntungan yang cepat alias balik modal dengan cepat. Ambisi ini sangat baik namun jika kita terlalu berambisi untuk mendapatkan hasil yang besar dalam waktu yang cepat, semakin besar pula risikonya. Saham lebih memiliki imbal hasil yang besar dalam jangka panjang ketimbang jangka pendek. Karena seperti yang sudah saya ceritakan saham adalah cerminan dari perusahaannya. Perusahaan yang kecil bisa menjadi perusahaan yang besar, dan prosesnya membutuhkan waktu yang lama tidak hanya berbulan-bulan tapi bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Tidak ada perusahaan kecil yang mendadak menjadi perusahaan besar tanpa proses yang panjang. Investor yang berhasil menemukan perusahaan kecil yang memiliki potensi untuk menjadi perusahaan yang besar di masa mendatang akan mendapatkan hadiahnya. Investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan yang memiliki 10 toko pada 10 tahun kemudian jumlah tokonya meningkat menjadi 100 toko akan mendapatkan kuntungan 10 kali lipat. Itu jika kita melihat investasi saham dari segi bisnis. Mari kita lihat bagaimana kondisi IHSG dalam 10 tahun terakhir

Gambaran Kenaikan IHSG dalam Jangka Panjang
     

Wednesday, April 29, 2015

Spekulasi, Trading dan Investing

Banyak pelaku di pasar modal, dari sekian banyaknya pelaku dapat disimpulkan bahwa pelakunya adalah spekulator, trader dan investor. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam menilai suatu saham maupun saham. Berikut adalah penjelasannya:

1. Spekulator
Gambaran Seorang Spekulator
Spekulator adalah orang yang menaruh modalnya di suatu instrumen investasi untuk mendapatkan keuntungan dengan menebak-nebak. Mereka hanya menebak-nebak dalam mempertaruhkan uangnya. Tidak peduli di harga berapapun, mereka berkeyakinan bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari modal tersebut. Layaknya judi, mereka hanya menebak dengan melihat harga dan menebak harganya di masa mendatang. Misalnya

Mengapa Harus Saham?

Kali ini saya akan membahas kehebatan saham sebagai instrumen investasi. Seperti kita ketahui saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Jika kinerja perusahaannya bagus, harga sahamnya akan meningkat seiring waktu.  Berikut adalah instrumen-instrumen investasi:
1. Emas dan komoditas
Berinvestasi di KomoditasBerbeda dengan instrumen investasi seperti emas,komoditas dan valas, ada saham yang memberikan dividen setiap tahun kepada pemegang sahamnya, tidak peduli harga sahamnya jatuh atau naik perusahaan tersebut selalu memberikan dividen secara terus menerus setiap tahunnya (Passive Income). Sedangkan emas dan komoditas tidak memiliki fasilitas untuk itu. Emas dan komoditas dalam instrumen investasi hanya memiliki kehebatan dalam capital gain yakni harganya yang naik setelah anda membelinya. Selisih antara harga yang anda beli dan yang anda jual inilah yang disebut capital gain.


Monday, April 27, 2015

Apa itu Saham?

Banyak orang tidak mengerti tentang saham. Mereka menganggap saham adalah sebuah kertas yang diperjual belikan di pasar saham dan harganya naik turun setiap hari. Adapula yang menganggap saham seperti lottery ticket yang bisa membuat pemiliknya menjadi kaya bila beruntung. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap saham membuat ketidakpercayaan terhadap instrumen investasi yang satu ini. Lalu apa itu saham?
Contoh sebuah sertifikat saham