Sunday, June 28, 2015

Pentingnya Tetap Tenang di Market

Sebagai investor kita pasti merasakan kegelisahan ketika harga saham milik kita turun dari harga yang kita beli lalu kita berusaha mencari tahu penyebab turunnya harga tersebut. Mungkin kita akan merasa menyesal karena membeli saham yang turun tersebut dan ingin menjualnya padahal hanya dengan alasan harganya yang turun. Ini merupakan hal yang fatal! Dikatakan fatal karena harga saham memang cenderung bergerak dengan volatilitas yang tinggi. Sebuah saham bisa saja naik ataupun turun 20% dalam sehari dan ini disebabkan oleh volatilitas dari perdagangan saham itu sendiri meskipun volatilitas tersebut tidak mencerminkan fundamental dari perusahaannya. Bisa saja saham tersebut turun dengan drastis tanpa sebab yang jelas dan itu bukanlah saat yang tepat untuk menjual saham.
Panah Jatuh


Saturday, June 20, 2015

Perbedaan Bad Company, Fair Company, dan Great Company

Di dunia bisnis ada banyak perusahaan yang saling bersaing. Selain bersaing, perusahaan juga dituntut untuk dapat berekspansi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bila perusahaan mampu menjalankan ekspansi dengan baik, pendapatan dan laba bersihnya pun juga akan meningkat. Dan di dunia bisnis ini ada 3 macam perusahaan yakni, bad company (perusahaan jelek), fair company (perusahaan yang biasa-biasa) dan great company (perusahaan hebat). Ketiga macam perusahaan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Sebagai investor tentu saja kita harus bisa memilah perusahaan menjadi ketiga macam tersebut. Kita tentu saja tidak ingin menginvestasikan uang kita ke perusahaan jelek dan ingin menginvestasikan ke perusahaan yang hebat. Perusahaan yang jelek tidak akan memberikan imbal hasil kepada investor dan malah merugikan begitupula sebaliknya.Warren Buffet mengatakan:
"It's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price"
Quotes Warren Buffet tentang wonderful company

Friday, June 19, 2015

Ide Investasi Saham:Bumi Serpong Damai

Nama ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya! Bumi Serpong Damai ini adalah sebuah perusahaan developer properti. Perusahaan ini merancang kota dengan nama BSD City yang tentu saja berada di Serpong, Tangerang. BSD City diresmikan pada tanggal 16 Januari 1984. Kota ini merupakan kota terencana terbesar yang memiliki fasilitas lengkap. BSD City ini memiliki fungsi sebagai kota industri, perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata sekaligus perumahan. 

(Logo BSDE)


Ketika Harga Saham Berkontradiksi dengan Nilai Perusahaan

Seperti yang kita tahu saham merupakan cerminan dari perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut selalu untung dan bisa melipatgandakan keuntungannya harganya pun akan naik dan begitu pula sebaliknya. Namun hal ini tidak selalu terjadi! Ada juga saham-saham yang naik secara terus menerus melewati nilai wajarnya. Dan sebagai value investor kita harus menghindarinya, kecuali anda seorang spekulator.

Sunday, June 14, 2015

Dividen Saham Adalah Senjata Rahasia Investor

Sudah tidak asing lagi bagi kita di dunia persahaman tentang istilah dividen. Orang yang memiliki saham di sebuah perusahaan bisa mendapatkan sebagian keuntungan dari perusahaan tersebut dalam bentuk dividen tunai yakni cash yang diberikan kepada pemegang saham atau pun dividen saham yakni tambahan jumlah saham. Dividen itu sendiri sangat kecil bila dibandingkan dengan harga sahamnya. Rata-rata dividen berkisar 1-4% dihitung dari harga yang sekarang namun ada pula dividen yang melebihi suku bunga deposito dan lebih dari 10% contohnya ITMG. Perlu diketahui dividen yang besar belum tentu bagus dan begitu pula sebaliknya. ITMG memberikan dividen yang besar, namun prospek pertambangan saat ini masih suram.


Wednesday, June 10, 2015

Turunnya IHSG Karena Perlambatan Ekonomi

Beberapa hari ini bursa dikejutkan oleh jatuhnya banyak saham di BEI dan ini menyebabkan turunnya IHSG secara signifikan. Bayangkan saja hanya dalam 2 hari IHSG turun 200 point atau turun 3,83%. Hal ini membuat banyak saham menjadi terdiskon dengan sangat besar, lalu apa penyebabnya? Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi Kuartal ke-I Indonesia yang masih melambat yang hanya tumbuh sebesar 4,71% padahal di tahun sebelumnya Indonesia bisa bertumbuh sebesar 5,14%. Kurang cepatnya realisasi belanja negara menjadi penyebabnya dan mungkin pertumbuhan di Q2 juga masih belum bagus. Namun di tengah gejolak perlambatan ekonomi tentu saja ada peluang di dalamnya. Peluangnya adalah kita dapat membeli saham-saham bagus yang sudah terdiskon besar. Saham-saham tersebut adalah saham-saham yang tidak terkena dampak dari perlambatan ekonomi, alias masih dapat bertumbuh dengan pesat.

Friday, June 5, 2015

Bank BNI sebagai Bank dengan Performa yang Baik

Banking adalah salah satu industri yang telah ada dalam waktu yang lama. Perannya sudah menyatu dalam masyarakat. Bisnisnya simpel, yakni menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan pinjaman dengan jaminan bunga. Bunga inilah yang menjadi sumber pendapatan dari bank untuk tetap menjalankan bisnisnya.



Banyak investor yang memasukkan saham bank dalam porsi yang besar dalam portofolio saham mereka. Contohnya adalah Warren Buffett, ia membeli berbagai macam bank seperti Wells Fargo, Bank of America sampai Solomon Brothers. Sekarang ini ia memiliki saham bank Wells Fargo sebagai saham terbesar di portofolio investasinya, mencapai  23% dari nilai protofolionya dan senilai 9% dari keseluruhan saham Wells Fargo. Hal itu tidaklah mengherankan karena Buffett memang mengerti bahwa performa Wells Fargo memanglah cemerlang.

Thursday, June 4, 2015

5 Buku Investasi Terbaik Sepanjang Masa

Bila kita ingin mencari pengetahuan tentang investasi saham mungkin kita bisa mencari informasi tentang investasi saham itu dengan mudah di internet karena mudah dan praktis. Namun hal yang ditulis di internet tersebut belum tentu benar dan orang yang menulis artikel di Internet juga belum tentu adalah investor yang memiliki track record yang baik. Maka dari itu sumber pengetahuan investasi kita adalah buku yang membahas tentang investasi. Namun karena banyaknya buku tentang investasi maka kita harus memilah buku-buku tersebut.


Biasanya buku investasi yang bagus ditulis oleh investor yang memang memiliki track record dan performa yang bagus. Investor yang sukses ini biasanya jujur dalam menulis bukunya dan memang cara investasi dari buku yang ia tulis adalah style dari investasinya. Selain itu buku tersebut memiliki rahasia-rahasia yang dimiliki oleh si penulis buku bila sang penulis adalah seorang investor.


Berikut 5 buku investasi terbaik sepanjang masa:
1. The Intelligent Investor (New Revision by Jason Zweig, 2003)


Wednesday, June 3, 2015

Alfamidi, The Next Wal-mart?

Investor Amerika Serikat sangat kagum dengan Wal-mart yang memberikan return investasi(ROI) yang tinggi. Bagaimana tidak kagum?! Wal-mart menghasilkan return sebesar lebih dari 9000 kali sejak Wal-mart IPO pada tahun 1970. Orang yang beruntung membeli 100 lembar saham Wal-mart pada tahun 1970 di harga $16,50 dan tidak menjualnya sampai sekarang sudah menikmati harga sahamnya menjadi $15 juta! Sungguh hasil yang mencengangkan! Bayangkan membuat uang 1.650 menjadi 15 juta dan mungkin orang biasa hanya dapat menghasilkannya di lottery ticket atau berjudi.

 Logo Alfamidi dan Walmart

Tuesday, June 2, 2015

Unilever sebagai Saham IHSG yang Bagus di Berbagai Keadaan Ekonomi

Tentu saja semua orang sudah tahu nama perusahaan ini dan produk yang dihasilkan. Ya! Unilever adalah perusahaan yang bergerak dalam membuat berbagai macam product konsumer dari peralatan mandi hingga bahan makanan. Unilver sudah berdiri di Indonesia sejak penjajahan Belanda yakni pada tahun 1933 dengan nama Zeepfabrieken N.V. Lever, inilah yang akan menjadi cikal bakal Unilever yang sekarang.