Wednesday, June 10, 2015

Turunnya IHSG Karena Perlambatan Ekonomi

Beberapa hari ini bursa dikejutkan oleh jatuhnya banyak saham di BEI dan ini menyebabkan turunnya IHSG secara signifikan. Bayangkan saja hanya dalam 2 hari IHSG turun 200 point atau turun 3,83%. Hal ini membuat banyak saham menjadi terdiskon dengan sangat besar, lalu apa penyebabnya? Penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi Kuartal ke-I Indonesia yang masih melambat yang hanya tumbuh sebesar 4,71% padahal di tahun sebelumnya Indonesia bisa bertumbuh sebesar 5,14%. Kurang cepatnya realisasi belanja negara menjadi penyebabnya dan mungkin pertumbuhan di Q2 juga masih belum bagus. Namun di tengah gejolak perlambatan ekonomi tentu saja ada peluang di dalamnya. Peluangnya adalah kita dapat membeli saham-saham bagus yang sudah terdiskon besar. Saham-saham tersebut adalah saham-saham yang tidak terkena dampak dari perlambatan ekonomi, alias masih dapat bertumbuh dengan pesat.


Sebenarnya perlambatan ekonomi memang sering terjadi di negara-negara lain seperti contohnya Cina. Dan ini maklum terjadi karena sangat sulit untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Setidaknya kita harus Cooldown terlebih dahulu sebelum mencetak pertumbuhan yang pesat kembali. Jangan sampai kita mengikuti cerita ekonomi Jepang yang hingga kini masih dilanda krisis. Namun perlambatan ekonomi di Indonesia sekarang ini bukanlah penghambat IHSG untuk break a new high. Berikut faktor-faktornya:
1. Walaupun Melambat tapi Indonesia Masih Bertumbuh
Seperti yang sudah saya katakan perlambatan ekonomi adalah hal yang sudah biasa bahkan resesi atau krisispun adalah hal yang lumrah. Itu adalah bagian dari business cycle yang terjadi di setiap negara. Masih ingatkan Indonesia pada saat krisis moneter? Saat itu IHSG masih dibawah 500 namun sekarang sudah di level 5000-an. Jadi jangan takut krisis

2. Perekonomian Indonesia Diprediksi Membaik di Q3 dan Q4
Perekonimian di Q1 memang melambat dan kemungkinan Q2 juga begitu. Hal itu terjadi karena lambatnya pemerintah dalam merealisasikan APBN. Namun dana APBN tersebut akan mulai efektif di Q3 dan Q4. Hal inilah yang akan membuat laju perekonomian melesat kembali

3. Meskipun Ekonomi Melemah, Banyak Saham yang Memiliki Kinerja Bertumbuh
Masih banyak saham-saham yang mencetak laba bertumbuh yang besar di tengah perlambatan ekonomi. Contohnya: BBNI. Bank ini masih bisa mencetak pertumbuhan laba double digit di Q1 2015 dibandingkan dengan bank yang lain. Jadi carilah saham-saham defensive seperti ini karena bila terjadi rebound di IHSG maka saham tersebut akan rebound dengan pesat, mengikuti fundamentalnya.

Itulah analisa dari saya mengenai turunnya IHSG akhir-akhir ini. Pada hari ini IHSG sudah mengalami kenaikan sebesar +33 point (+0,69%). Untuk anda investor jangka panjang tidak perlu panik! Disaat pasar yang sedang turun seperti ini adalah kesempatan untuk memborong saham-saham yang berkualitas. Selamat berinvestasi!


No comments:

Post a Comment