Saturday, October 24, 2015

Pengertian Saham Blue Chip atau Big Cap

Di dalam bursa efek terdapat 2 kategori saham yang menonjol yakni Blue Chip dengan kapitalisasi pasar yang besar serta Gorengan dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Pada kali ini saya akan membahas mengenai saham Blue Chip terlebih dahulu. Saham Blue Chip adalah saham yang memiliki kapitalisasi besar diatas rata-rata kapitalisasi pasar. Harga saham perlembar dari blue chip juga terlihat besar dan pada saat ini kategori harga saham untuk saham blue chip adalah diatas 5000 perlembar.
Gambar Blue Chip
Blue Chip adalah chip terbesar di kasino dan menjadikannya ikon saham yang besar di bursa efek


Karena besarnya kapitalisasi dan harga saham yang besar maka saham blue chip tidak mudah naik dan turun secara besar-besaran dalam waktu yang singkat. Sangat jarang saham blue chip yang terkena auto reject oleh bursa. Saham blue chip membutuhkan waktu untuk dapat naik dan turun dalam jumlah yang besar yakni berbulan-bulan. Kehebatan saham blue chip adalah ketahanannya dalam menghadapi turbulensi pasar karena rata-rata saham blue chip adalah market leader di sektornya. Meskipun begitu ada pula saham blue chip yang turun dengan sangat cepat sehingga menjadi saham small cap dalam waktu hanya beberapa bulan. Itu bisa terjadi karena faktor fundamental antara harga saham dengan kondisi di perusahaan itu.

Saham yang sudah masuk dalam kategori blue chip adalah saham-saham yang perusahaannya sudah mapan dan menjadi market leader. Pertumbuhannya tidak secepat perusahaan kecil namun lebih stabil dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Istilah yang terkenal untuk blue chip ini adalah "Too Big to Fail" karena perusahaan besar memiliki modal yang besar dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya. Meskipun blue chip rata-rata memiliki pertumbuhan yang lambat tidak sepantasnya investor mengabaikannya. Ada pula saham blue chip dengan pertumbuhan yang cepat dalam melipat gandakan labanya. Dan tidak semestinya investor bersantai-santai hanya karena saham yang dibeli adalah blue chip karena saham yang dulunya blue chip bisa saja menjadi perusahaan kecil karena kalahnya dalam persaingan dan kesalahan manajemen yang mengakibatkan perusahaan merugi dan menyebabkan penurunan aset.

No comments:

Post a Comment