Wednesday, November 18, 2015

5 Kelebihan Sebagai Investor Jangka Panjang

Bila kita melakukan kegiatan yang bernama investasi kita akan dihadapkan pada dua pilihan yakni berinvestasi jangka pendek atau berinvestasi jangka panjang. Apalagi yang namanya berinvestasi di instrumen saham kita akan dihadapkan pada pilihan menjadi trader yang berinvestasi jangka pendek atau kita berinvestasi jangka panjang. Mungkin berinvestasi jangka panjang akan membuat kita tidak sabar dan membosankan. Selain itu walaupun kita sudah bertekad untuk berinvestasi secara jangka panjang perasaan takut ketika harga saham turun tetaplah menghinggapi dan rasa tidak sabar karena saham yang dibeli tidak kunjung naik membuat para investor beralih ke investasi jangka pendek yakni beralih menjadi trader
Seperti Kata Pepatah "Waktu Adalah Uang"



Namun dari semua itu berinvestasi jangka panjang memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan berinvestasi jangka pendek. Tidak hanya itu, investasi jangka panjang merupakan kunci utama untuk meraih kebebasan finansial ataupun persiapan pensiun dari dunia kerja. Banyak dari investor yang sukses seperti Benjamin Graham, Warren Buffett dan Peter Lynch menyarankan para investor baik muda maupun tua untuk berinvestasi secara jangka panjang. Hal itu lumrah karena berinvestasi jangka panjang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki ketika orang berinvestasi secara jangka pendek. Berikut ini adalah kelebihan berinvestasi jangka panjang:

1. Anda Tidak Akan Dipenuhi Rasa Emosi
Investor yang berinvestasi secara jangka panjang akan merasakan bahwa dirinya tetap tenang menghadapi segala kondisi yang ada di pasar entah itu bull market ataupun bear market. Mereka akan tetap tenang karena mereka tahu itu hanya akan berdampak pada jangka pendek saja. Kenaikan saham sebesar 10% dalam sehari tidak akan membuat mereka menjual sahamnya dan penurunan 5% sehari juga tidak akan membuat mereka menjual sahamnya. Kondisi ini akan jauh berbeda jika dialami oleh trader jangka pendek mereka akan melakukan hal yang sebaliknya. Ketika sahamnya naik sebesar 10% mereka akan cepat-cepat menjual karena takut harganya akan turun kembali dan rupanya harga sahamnya melejit 50% di tahun depan dan mereka menyesal. Begitu pula ketika harga saham turun sebesar 5% mereka akan cepat-cepat menjual untuk menghindari kejatuhan yang lebih dalam teknik ini dinamakan cut loss dan ketika harga sahamnya rebound sampai mencetak rekor baru mereka akan menyesal dan marah. Investor jangka panjang tidak akan dipenuhi oleh perasaan seperti ini, mereka akan tetap tenang dan rileks selama fundamental perusahaan saham mereka tetap solid

2. Keajaiban Compound Interest Akan Menghampiri Anda
Compound interest atau bunga berbunga adalah salah satu keajaiban dunia dan ini adalah ucapan dari Albert Einstein. Modal yang tadinya kecil seiring waktu akan bertambah dan membesar hingga berkali-kali lipat karena hasil dari investasi diinvestasikan kembali. Waktu adalah senjata utamanya dan investor jangka panjang sangat bersahabat dengan waktu. Bunga-berbunga tidak hanya berbentuk capital gain tapi juga bisa dihasilkan dengan dividen. Dividen yang didapat diinvestasikan kembali untuk mendapatkan dividen yang lebih besar di masa depan dan cara ini cukup simpel. Sebuah analisa mengatakan jika kita mengambil dividen yang memiliki yield sebesar 3% maka kita akan melipat gandakan nilai investasi sebesar dua kali setelah 33 tahun, hal ini jika tidak ada kenaikan harga saham dan nilai dividen dalam kurun waktu tersebut. Namun jika kita menginvestasikan dividen tersebut tanpa mengambil sepeserpun maka kita akan menggandakan modal dalam waktu 10 tahun!

3. Tidur Nyenyak Tanpa Ada Pikiran yang Mengganggu
Pikiran tenang tanpa ada rasa stress memikirkan investasi dan tidak perlu khawatir akan hari esok adalah kenyamanan yang dimiliki oleh orang yang berinvestasi jangka panjang. Daripada repot memikirkan seluruh data-data ekonomi baik makro maupun mikro mereka akan lebih mementingkan kehidupannya sehari-hari. Bagi mereka investasi adalah pekerjaan sampingan dan keuntungannya akan di dapat dalam waktu bertahun-tahun lalu untuk apa mengecek setiap hari harga saham yang mereka investaskan? Dibandingkan pengecekan harga saham tersebut yang dapat membuat stress dan rasa greget mereka akan memilih untuk melihat laporan keuangan yang dirilis tiap kuartal dan beberapa berita makro serta kebijakan besar pemerintah. Alhasil pikiran merekapun akan tetap tenang tanpa adanya perasaan khawatir akan jatuhnya harga saham. Orang yang panik ketika harga sahamnya turun adalah orang yang sedang berspekulasi. Sedangkan seorang investor jangka panjang akan melihat jatuhnya harga sebagai kesempatan membeli lagi di harga yang murah dengan catatan fundamental perusahaan tetap kokoh.

4. Investasi Jangka Panjang Sangat Simpel dan Semua Orang Dapat Melakukannya
Lebih mudah memprediksi perusahaan mana yang akan jaya antara persuahaan A dan B ketimbang menebak arah harga sahamnya dalam jangka pendek. Perusahaan yang sudah memiliki brand dan profitabilitas tinggi tidak akan berhenti beroperasi secara mendadak di keesokan hari tanpa keadaan yang fatal. Bayangkan saja perusahaan sekelas Facebook dan Google yang sudah menjadi market leader di sektornya masing-masing tidak akan bangkrut secara tiba-tiba. Bila kita memprediksi 5 tahun kedepan apa yang akan kita pikirkan tentang dua perusahaan ini? Tentu saja dalam 5 tahun yang akan datang bila kondisi tetap sama yakni mereka tetap menjadi market leader sudah dapat dipastikan bahwa mereka akan berkembang lebih besar dengan aset dan ekuitas yang berkembang pula. Sedangkan saham perusahaan terbaik dengan profitabilitas tinggi sekalipun dapat naik dan turun setiap hari tanpa sebab yang jelas. Ataupun para trader melihat berita baik dari suatu emiten belum tentu harga saham emiten tersebut akan naik.

5. Risiko Berinvestasi Akan Turun
Berinvestasi jangka panjang akan mengurangi risiko anda kehilangan kesempatan-kesempatan emas. Berusaha untuk mencari waktu yang tepat dalam menjual dan membeli saham akan mengganggu performa investasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh J.P. Morgan Asset Management dengan menggunakan data dari S&P 500 dari tanggal 31 Desember 1993 hingga 31 Desember 2013 memperlihatkan bahwa berinvestasi jangka panjang selama 20 tahun tersebut akan menghasilkan hasil investasi sebesar 483%. Kehilangan momen 10 kenaikan terbesar saja pada periode tersebut akan membuat hasil investasinya menurun menjadi 191%. Melewatkan 30 hari terbaik saja membuat hasil investasi hanya menghasilkan 20%. Kehilangan momentum ini dapat terjadi ketika kita memikirkan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar saat bertransaksi saham. Kuncinya adalah dengan tetap berinvestasi mengurangi risiko untuk melewatkan kenaikan yang besar.

No comments:

Post a Comment