Wednesday, January 13, 2016

5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Berinvestasi

"Sebelum apapun, persiapan adalah kunci untuk meraih kesuksesan"
~Alexander Graham Bell
 Semua kegiatan yang penting membutuhkan persiapan sebelum memulainya. Seperti orang yang merencanakan traveling ataupun mengadakan pesta pasti memiliki planning sebelum memulainya. Tidak hanya penting, persiapan merupakan suatu keharusan untuk berhasil dalam melakukan sebuah kegiatan ataupun untuk menghindari dari masalah yang tidak diinginkan. Tanpa adanya persiapan, suatu kegiatan akan berjalan dengan tidak teratur dan akan terjadi hal-hal buruk diluar perkiraan. Begitu juga dalam berinvestasi, orang normal tidak boleh terjun langsung tanpa adanya persiapan. Bila orang biasa terjun langsung ke dalam dunia investasi tanpa adanya persiapan hal itu akan membawa penyesalan di kemudian hari. Iming-iming imbal hasil dari investasi tidak dibarengi oleh edukasi yang baik sehingga yang terjadi bukannya untung malah menjadi buntung.
Persiapan
Persiapan Adalah Jalan Menuju Kesuksesan


Dunia investasi sangatlah kejam! Pasar tidak memperdulikan status, kekayaan ataupun gelar semuanya memiliki kesempatan mengambil imbal hasil yang sama. Tentu saja hal yang saya bicarakan disini adalah tentang return investasi dalam persen dan tentu saja orang yang memiliki modal besar dapat mempermainkan pasar. Namun mempermainkan pasar adalah tindakan ilegal sehingga secara legal sebenarnya semua orang memiliki kesempatan meraih imbal hasil yang sama. Orang yang memiliki modal milyaran bisa kehilangan seluruh hartanya dan orang yang berinvestasi hanya dengan uang jutaan bisa melipatgandakan modalnya hingga tak terhingga.

Dibalik iming-iming imbal hasil investasi sebenarnya ada tulisan yang tersembunyi yaitu "Investasi dapat menyebabkan kepanikan, kecanduan, gangguan pikiran serta kehilangan modal". Jadi sebelum berinvestasi orang harus sudah mengetahui tentang bahaya tersebut. Namun seringkali banyak orang yang tidak mengetahuinya dan terjun ke dalam dunia investasi hanya bermodalkan uang. Hasilnya dapat ditebak, modal yang nilainya sebesar apapun akan habis jika tidak diimbangi oleh edukasi dan tata pengelolaannya. Banyak saham-saham yang mencatatkan kinerja yang jelek sehingga bertengger di level gocap alias 50 rupiah. Jangan harap 50 rupiah adalah harga terendah di bursa. Di pasar negosiasi banyak saham yang diperdagangkan dibawah level 50. Itu sungguh hal yang mengerikan.

Berikut adalah hal-hal untuk mencegah skenario terburuk itu terjadi:

1. Pahami Risiko
Ini adalah hal yang sangat penting karena risiko setiap instrumen investasi berbeda-beda. Ada yang berisiko tinggi dan adapula yang berisiko rendah. Obligasi terutama obligasi pemerintah memiliki risiko yang lebih rendah ketimbang saham namun deposito memiliki risiko yang lebih rendah daripada obligasi. Risiko yang besar diidentifikasikan akan memberikan return yang besar pula dan pernyataan itu ada benarnya. Walaupun berisiko tinggi, saham memberikan imbal hasil paling tinggi dalam dunia investasi dalam jangka panjang namun nilainya bisa berubah menjadi nol ketika perusahaan dibalik saham tersebut delisting secara paksa ataupun karena bangkrut. Sebaliknya berinvestasi di barang komoditas dalam artian membeli secara real produknya memberikan return yang kecil namun harganya tidak mungkin menjadi nol karena komoditas memiliki nilai yang nyata pada kehidupan.

2. Tetapkan Horizon atau Jangka Waktu Investasi
Setiap instrumen investasi memiliki horizon investasi efektif yang berbeda-beda. Horizon investasi efektif ini adalah return investasi dilihat dari jangka waktunya. Instrumen Obligasi memberikan return yang bagus dalam jangka pendek yakni dibawah 5 tahun. Dalam jangka pendek tersebut harga obligasi relatif lebih stabil dibandingkan saham. Kendati obligasi dapat mengalahkan saham yang sedang lesu namun secara jangka panjang obligasi kalah. Return saham jauh lebih besar daripada obligasi dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun. Itu karena saham mengikuti pertumbuhan dari perusahaannya. Bila ekonomi bertumbuh biasanya banyak perusahaan mencetak kenaikan laba dan ini adalah pendongkrak harga saham tersebut. Namun dibalik imbal hasilnya yang besar saham juga mencetak penurunan yang besar ketika krisis dan tidak ada orang yang tahu kapan krisis itu akan datang secara pasti. Oleh karena itu tetapkan horizon investasi sesuai dengan kebutuhan karena anda pasti tidak ingin ketika ingin menarik dana tapi portofolio sedang hancur lebur. Pilihlah deposito atau obligasi untuk jangka pendek dan saham untuk jangka panjang

3. Persiapkan Dana yang Menganggur dan Tidak Dibutuhkan
Menggunakan dana yang aktif adalah hal yang fatal. Kita tidak tahu secara pasti apakah instrumen investasi yang kita tanamkan akan menghasilkan return yang positif. Bisa saja tiba-tiba terjadi krisis dan dana investasi anda yang ada di portofolio menjadi tinggal separuhnya saja. Apabila dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu akan menjadi sebuah masalah besar. Pastinya anda tidak ingin ketika anak anda disuruh membayar uang sekolah anda tidak dapat mencukupinya karena dana tabungan anak sekolah anda terparkir di investasi yang sedang lesu. Oleh karena itu gunakanlah dana yang menganggur dana yang kira-kira dalam 5 tahun ini tidak anda pakai dan anda tidak akan menjadi pusing ketika berkurang valuasinya. Pengalokasian dana tersebut tentu saja berbeda-beda untuk setiap orang tergantung tingkat keberanian dalam mengambil risikonya

4. Galilah Pengetahuan yang Mendalam Mengenai Instrumen yang Ingin Ditanam
Tidak memiliki pengetahuan apa-apa mengenai instrumen investasi dan terjun ke dunianya adalah sebuah tindakan bunuh diri. Bayangkan ketika ingin berinvestasi emas tapi tidak memiliki pengetahuan tentang hal apa saja yang mempengaruhi emas. Dia hanya melihat investasi emas bagus karena harganya yang terus naik. Namun seperti yang kita ketahui investasi emas sedang stagnan dalam beberapa tahun ini. Pengetahuan adalah kunci dari kesuksesan dan setiap investor harus memilikinya. Pengetahuan akan investasi dapat diperoleh dari buku-buku dan majalah yang membahas investasi ataupun artikel gratis dari internet yang memuat berita bisnis ataupun artikel yang membahas langsung tentang investasi. Semua peluang sebenarnya banyak itu semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Dunia investasi merupakan dunia yang tidak pernah berhenti dalam memperoleh pengetahuan. Setiap hari investor dituntut untuk memperoleh pengetahuan baru karena pengetahuan itu akan bermanfaat dalam strategi berinvestasi

5. Mempersiapkan Mental dan Pikiran
Bila dipikir-pikir bagian inilah ujian terberat dalam berinvestasi. Investor dituntut untuk menghindari ketamakan dan melawan ketakutan. Pengendalian dua sifat inilah yang menentukan ketahanan investor dalam menghadapi pasar. Greed atau ketamakan adalah hal yang umum terjadi ketika pasar sedang optimis. Keserakahan dengan tidak menjual ketika harganya jauh melampaui harga normalnya dan membeli kembali ketika harga jauh di atas valuasi realnya akan berujung pada penyesalan. Pasar yang bullish berubah menjadi bear market dan membuat investor yang serakah menjadi terserang penyakit yang lain yaitu ketakutan, takut jikalau harganya turun kembali. Bear market yang terjadi secara cepat dan tajam membuat harga saham yang tadinya overpriced menjadi undervalue. Investor tamak yang berubah menjadi takut ini akhirnya menjual saham dibawah harga wajarnya dan menderita kerugian. Tak lama berselang ekonomi membaik dan harga saham kembali ke harga wajarnya. Itu adalah kisah yang bahkan sering dialami investor. Keserakahan dan ketakutan adalah dua penyakit investasi yang tidak ada habisnya hingga masa kini. Selain sifat itu investor juga dituntut untuk berpikir mengenai prospek dari saham yang ia miliki. Seorang investor harus mau membaca laporan keuangan dan berita agar tidak kehilangan peluang ataupun menderita kerugian dalam investasinya

Kesimpulan:
Kelima hal tersebut adalah hal dasar yang harus dilakukan investor sebelum berinvestasi. Sebenarnya masih banyak hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum berinvestasi, namun saya rasa kelima hal tersebut sudah mencakup hal-hal lainnya. Persiapan yang baik adalah kunci dalam meraih kesuksesan. Tanpa adanya persiapan meraih kesuksesan hanyalah impian belaka.

No comments:

Post a Comment