Sunday, January 10, 2016

5 Saham Dividen yang Bagus untuk Dibeli pada Januari 2016

Saham dividen memberikan keuntungan tersendiri bagi investor. Bayangkan saja anda tidak perlu bekerja keras tapi mendapatkan pendapatan yang mengalir terus menerus. Keuntungan itulah yang kita dapatkan ketika kita membeli saham dividen. Kita akan mendapatkan pendapatan pasif dari saham tersebut baik secara kuartal maupun tahunan. Yang dibutuhkan oleh investor hanyalah menunggu dan uang akan mengalir secara sendirinya.

Namun dalam memilih saham berdividen kita harus cermat dan berhati-hati. Kita tidak boleh dibutakan hanya karena jumlah persen dividend yieldnya yang besar. Bisa saja besarnya dividend yield menandakan bahwa adanya sesuatu yang tidak baik pada dividend tersebut. Sesuatu yang tidak baik tersebut dapat berupa rasio pembayaran dividend yang terlampau besar sehingga perusahaan harus menurunkan jumlah dividen di masa yang akan datang agar keuangan perusahaan tetap terjaga. Dividen yield yang besar juga terkadang dikarenakan investor tidak terlalu optimis dengan prospek dari saham tersebut. Adapula saham saham yang memiliki dividen yield yang besar namun dengan rasio pembayaran dividen yang kecil itu karena PER dari saham tersebut juga kecil sehingga saham tersebut juga termasuk kedalam saham yang aman untuk diinvestasikan dan dividennya mampu dibayarkan di setiap tahunnya.
naiknya dividen
Dividen yang sedikit lama-lama menjadi bukit


Di bursa banyak saham-saham yang memberikan dividen kepada pemegang sahamnya. Jumlah dividennya pun bisa dibilang ada yang fantastis melampaui 10%. Namun apabila dividen yield melampaui 10% maka dividen itu patut dipertanyakan dan diselidiki apakah dividen tersebut mampu bertahan untuk tahun-tahun yang akan datang ataupun tidak. Oleh karena itu saya tidak memasukkan saham yang seperti ITMG ke dalam daftar karena adanya keraguan mengenai kemampuan emiten dalam memberikan dividen.

Berikut adalah nama-nama emiten yang memberikan dividen yang menarik:
1. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR)
bank bjbDalam memberikan dividen, BJBR termasuk dalam kategori yang royal. Dividen payout rationya selalu diatas 50%. Di tahun 2015 BJBR memberikan dividen sebesar Rp 71,60/lembar saham. Bila diukur dari harga yang sekarang 780-an maka dividen yieldnya mencapai 9% itu melebihi persen bunga ketika kita menaruh uang kita di deposito bank. Dividen pada tahun lalu turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 78 itu dikarenakan terjadinya penurunan laba pada tahun lalu. Namun secara keseluruhan nilai dividen tersebut masih wajar karena payout rationya 70%. BJBR selain memberikan dividen juga selalu mencari ruang untuk berkembang dengan meningkatkan kredit kepada masyarakat. Oleh karena itu BJBR merupakan saham yang memiliki dividen yield yang besar dan mampu untuk tumbuh di masa yang akan datang

2. Astra Graphia (ASGR)
astragraphiaASGR merupakan anak dari perusahaan besar yang bernama Astra Internasional (ASII) dan bergerak di bidang IT yaitu print service. Dalam memberikan dividen ASGR selalu menaikkan jumlah dividennya tiap tahun mengikuti kenaikan labanya. Dividen ASGR mencapai Rp 77 pada tahun 2015 meningkat dari tahun sebelumnya Rp 69. Bila dihitung dari harga sahamnya yang berkisar 1800-an maka dividennya mencapai 4%. Kendati ASGR selalu meningkatkan dividennya tiap tahun kemungkinan hal itu akan berbeda pada tahun ini. Pemegang saham ASGR kemungkinan akan menerima jumlah dividen yang sama atau malah dividen yang turun pada tahun ini karena pada triwulan 2015 ASGR mengalami penurunan laba. Kemungkinan itu dapat terjadi apabila laporan keuangan ASGR di tahun 2015 tidak membukukan kenaikan laba. Namun industri printing masih akan terus berkembang dan prospeknya masih sangat cerah karena setiap kegiatan membutuhkan percetakan.

3. Semen Baturaja (SMBR)
semen baturaja

Kendati dividennya tidak terlalu besar SMBR terlalu menarik untuk diabaikan. Emiten yang bergerak di bidang pembuatan semen ini memiliki kinerja yang bagus dibandingkan emiten-emiten semen yang lain. Di saat emiten semen membukukan kinerja yang stagnan atau negatif SMBR membukukan pertumbuhan double digit. Dividen SMBR sendiri adalah sebesar Rp 8,3/ lembar saham atau 2,8% diharganya yang sekarang 300. Namun itu karena SMBR sedang melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas pabrik sehingga dapat menggenjot penjualan. Prospek emiten semen masih sangat cerah karena pemerintah sedang giat menggenjot sektor infrastruktur sehingga kebutuhan akan semenpun juga akan meningkat. Dividen SMBR yang kecil masih memiliki ruang untuk bertumbuh di masa yang akan datang

4. Unilever Indonesia (UNVR)
logo unileverSaham blue chip seperti Unilever sudah terkenal akan konsistensinya dalam memberikan dividen. Saham ini juga terkenal sudah tahan menghadapi segala jenis kondisi ekonomi sehingga bisa disebut saham defensif. Dividen UNVR adalah sebesar Rp 758/lembar saham yaitu sebesar 2,1% dari harganya yang sekarang 36000-an. UNVR selalu memberikan dividennya sebesar 100% dari laba yang dihasilkan dan dividen tersebut meningkat dari tahun ke tahun mengikuti kenaikan labanya. Kendati kinerjanya mulai melambat karena ukurannya yang sudah besar UNVR tetap menjadi saham defensif yang digandrungi investor dan prospeknya masih bagus di tengah pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.

5. Asuransi Ramayana (ASRM)
asuransi ramayanaSaham satu ini mungkin sangat tidak menarik apalagi untuk orang yang sering jual beli saham. ASRM tidak memiliki likuiditas yang baik atau malah bisa dibilang ketika anda sudah membeli sahamnya maka tidak mudah untuk menjualnya. Namun dibalik itu semua ada 3 hal yang membuat saham ini menjadi menarik. Petama, ASRM memiliki valuasi yang rendah dengan PER hanya 8 dan dividen yieldnya mencapai 3,8% di harga 2200. Kedua, kinerja perusahaannya dapat dibilang fantastis dalam 5 tahun terakhir. Ketiga, harga sahamnya meningkat hingga 70% dalam kurun waktu setahun kemungkinan karena kinerja perusahaannya yang bagus dan peningkatan dividen di tahun 2015. Prospek asuransi di Indonesia masih memiliki peluang yang besar dan ASRM dapat memanfaatkannya dengan maksimal terbukti dari kinerjanya dalam beberapa tahun ini.

Kesimpulan:
Kelima saham tersebut dinilai mampu dalam menjaga tingkat dividennya jika dilihat dari kondisi keuangannya dengan mengesampingkan keputusan dari manajemen. Kita tidak boleh hanya melihat jumlah dividen yang ada pada saat ini karena jumlah dividen tersebut bisa meningkat ataupun menurun mengikuti kinerja dari emitennya

No comments:

Post a Comment