Friday, January 8, 2016

5 Saham yang Berpotensi Bersinar di 2016

Setelah kita membahas tentang prospek ekonomi Indonesia di tahun 2016 kita tidak lepas dari menilai saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan meningkat namun perusahaan manakah yang akan mendapatkan keuntungannya? Tidak hanya itu, dalam menilai suatu saham kita harus menganalisa pergerakannya di masa lalu dan kinerja dari emitennya. Tahun lalu banyak saham-saham yang memiliki kinerja bagus namun harganya jatuh ataupun stagnan. Saham-saham tersebut mungkin akan dapat bersinar kembali di tahun 2016.

Potensi


Sektor juga memiliki peranan yang penting dalam menentukan kinerja dari suatu perusahaan dan sahamnya. Saat ini harga komoditas sedang berada di level yang rendah sehingga sangat disarankan untuk menghindari saham-saham dari perusahaan pertambangan dan perusahaan produsen CPO. Dihindari karena banyak perusahaan yang bergerak di sektor tersebut mengalami kesulitan dalam menorehkan kinerja yang baik pada laporan keuangan mereka. Meskipun demikian bila anda adalah seorang kontrarian anda bisa masuk ke sektor-sektor yang sedang lesu tersebut dengan catatan memilih perusahaan yang memiliki kinerja yang baik.

Berbeda dengan komoditas sektor-sektor seperti keuangan, infrastruktur, properti dan consumer goods memiliki prospek yang dibilang cerah. Dana infrastruktur pada tahun 2016 akan diperbesar sehingga membawa kabar yang baik untuk perusahaan kontraktor terutama perusahaan kontraktor BUMN. Sektor properti juga akan mengalami pertumbuhan setelah mengalami perlambatan di tahun 2015 dan juga akan mendongkrak kinerja perbankan yang memberikan kredit di sektor ini. Sementara itu sektor consumer goods akan tetap menjadi sektor andalan di Indonesia karena ketahanan sektor ini di setiap kondisi ekonomi dan kebutuhan yang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk kelas menengah.

Berikut adalah saham-saham yang memiliki kesempatan untuk bersinar di tahun 2016:
1. Waskita Karya (WSKT)
Di tengah pembangunan ekonomi yang sedang digencar-gencarkan pemerintah kontraktor mendapat keuntungannya. Itu terbukti dari kinerja WSKT di tahun 2015 yang tetap ciamik dan harga sahamnya dalam setahun memberikan imbal hasil sebesar 21%. Pada tahun 2016 ini pemerintah masih menggelontorkan dana trilyunan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan WSKT memiliki peranan di dalamnya. Analis memprediksi laba yang akan dikantongi WSKT di tahun 2015 akan mencapai 800 milyar dan meningkat hingga 2 trilyun di tahun 2016. Dengan pertumbuhan yang supercepat investor saham konstruksi ini akan mendapatkan keuntungan yang besar
2. Matahari Department Store (LPPF)
Tentunya semua orang sudah tidak asing dengan nama mall Matahari. Mall ini menjual aneka ragam kebutuhan terutama di bidang fashion. Matahari mengincar konsumen kelas menengah dan konsumen kelas menengah di Indonesia juga sedang bertumbuh. Hal ini membuat Matahari menjadi saham primadona di tengah pertumbuhan kaum kelas menengah di Indonesia. Kinerja Matahari di tahun 2015 juga cukup bagus dan harga sahamnya terapresiasi sebesar 15%. Matahari juga sedang merambah bisnis e-commerce dengan mendirikan mataharimall.com . Saham matahari menjadi sempurna untuk dimiliki dalam jangka panjang


3. Bank Tabungan Negara (BBTN)
Bank Tabungan Negara memiliki spesialisasi yakni sebagai bank pengucur kredit perumahan rakyat terbesar. Pemerintah sedang merencanakan program satu juta rumah untuk rakyat dan bank BTN menjadi bank yang dapat memanfaatkan program tersebut. Kinerja bank BTN di tahun 2015 dapat dibilang bagus dan sahamnya sudah terapresiasi sebesar 10% di tengah turunnya harga saham perbankan. Pasar properti diprediksi akan kembali menggeliat di tahun ini dan bank BTN memiliki posisi yang tepat untuk mengambil kesempatan ini.

4. PP Properti (PPRO)
Tahun 2015 adalah tahun yang tidak cukup baik untuk sektor properti namun itu tidak terjadi pada perusahaan properti yang satu ini. PPRO mencatat kinerja yang cukup cemerlang di tahun 2015 dengan mampu meningkatkan laba ratusan persen. Melambatnya sektor properti tidak mempengaruhi kinerja PPRO karena PPRO mengincar konsumen properti dari segmen kelas menengah kebawah. Di tahun 2016 manajemen mengatakan akan meningkatkan marketing sales dari 2 trilyun menjadi 2,6 trilyun atau meningkat sebesar 30%. Dengan harga PPRO yang sangat rendah yaitu PERnya dibawah 10 membuat PPRO menjadi saham yang bagus untuk dikoleksi.


5. Nippon Indosari Corporindo (ROTI)
Siapa yang tidak mengenal Sari Roti? Semua orang di Indonesia pastinya sudah mengenal erat merek roti yang satu ini. Sari roti adalah merek roti potong dengan jumlah terbesar di Indonesia. Nippon Indosari jadi terlihat seperti memonopoli pasar roti di Indonesia karena setiap minimarket pasti menjual merek roti yang satu ini. Itu terlihat walaupun ada perusahaan yang ingin menyaingi Sari Roti tetap saja konsumen tetap memilih sari roti sebagai pilihannya. Kinerja ROTI terbilang bagus namun harga sahamnya mengalami penurunan dalam setahun terakhir itu membuat harga sahamnya lebih menarik pada saat ini. Saham ROTI cocok untuk diinvestasikan pada jangka panjang mengingat banyak masyarakat Indonesia yang mulai menyukai roti sebagai makanan pengganti.

Kesimpulan:
Kelima saham tersebut memiliki prospek yang cerah di masa depan karena unggul di masing-masing sektornya. Meskipun prospeknya dan kinerja yang bagus itu tidak membuat harga sahamnya akan langsung terapresiasi. Penurunan harga pada kelima saham tersebut akan memberikan kesempatan kepada investor untuk membeli di harga yang lebih murah yang akan memberikan imbal hasil lebih besar di kemudian hari

4 comments:

  1. Matahari yang paling bakalan bersinar gan (y)

    ReplyDelete
  2. Prediksi BBTN dan PPRO nya luar biasa Gan.. Jempol sepuluh deh...

    ReplyDelete