Tuesday, January 12, 2016

Anjloknya Bursa Saham di Cina dan Pengaruhnya pada Bursa Global

Awal tahun 2016 ini bisa dibilang bukanlah awal yang bagus untuk dunia investasi saham. Itu karena pada awal bulan ini dunia diguncangkan dengan penurunan indeks Shanghai yaitu CSI 300 dengan sangat dalam. Sebenarnya penurunan tersebut sudah berlangsung pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2015 dengan penurunan hingga mencapai lebih dari 30% dalam sebulan. Setelah itu indeks berlanjut menanjak hingga Januari 2015.
Investor Cina yang Pusing
Investor Cina Mengalami Rintangan yang Berat Sepanjang Tahun 2015 sampai 2016

Pada tanggal 4 Januari ketika bursa dibuka investor dikejutkan dengan penurunan indeks hingga mencapai 7% dan mengakibatkan dihentikannya perdagangan pada hari itu juga.  Setelah itu pada tanggal 8 indeks kembali anjlok lebih dari 5% yang mengakibatkan suspensi kembali. Usai libur dari weekend Shanghai Composite kembali dihebohkan pada penurunan lebih dari 5% pada senin 11 Januari. Total penurunan dari awal Januari hingga sekarang mencapai -13% hanya dalam beberapa hari saja. Bila disetahunkan Shanghai Composite juga mencatat kinerja yang buruk. Sepanjang tahun 2015 hingga Januari ini CSI 300 mencatatkan penurunan sebesar hampir 10%. Dampak penurunan itupun terasa pada bursa-bursa lainnya di dunia. Berikut analisanya:



1. Bursa Amerika Serikat
Penurunan indeks Shanghai pada bulan Juli hingga Agustus juga membuat indeks di Amerika mengalami hal yang sama. Pada bulan Agustus 2015 indeks S&P 500 turun lebih dari 7% dalam sebulan. Pada bulan Januari 2016 S&P 500 terus menerus mengalami penurunan yang membuat awal tahun 2016 dijuluki sebagai start terjelek sejak tahun 2000. Bayangkan pada bulan Januari ini S&P 500 sudah turun lebih dari 5%. Sebenarnya penurunan di indeks S&P 500 merupakan hal yang wajar karena S&P 500 itu sendiri sudah mengalami bubble dan kebanyakan saham sudah terlalu mahal alias overpriced

2. Bursa Jepang
Hal yang serupa juga di alami bursa di Jepang. Indeks Nikkei pada bulan Agustus 2015 mengalami penurunan hingga mencapai 13% dalam sebulan. Pada bulan Januari 2015 indeks Nikkei mencatat penurunan sebesar lebih dari 8%. Ekonomi di Jepang sendiri memang belum cukup pulih. Setelah melewati rintangan menghindari resesi  pemerintah Jepang masih kesulitan dalam memerangi deflasi. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila indeks Nikkei masih sideways

3. Bursa Eropa
Di Inggris FTSE memang sudah mencatatkan penurunan sejak Januari 2015. Dalam setahun saja indeks FTSE mencatatkan return negatif lebih dari 9%. Pada bulan Januari 2016 indeks FTSE tercatat mengalami penurunan lebih dari 5%. Di Jerman juga demikian indeks DAX juga sudah menunjukkan penurunan sejak Januari 2015. Sedangkan pada sepanjang bulan Januari 2016 DAX mencatatkan peurunan lebih dari 8%.. Meskipun demikian DAX masih mencatatkan return positif dalam setahun meski hanya 1%. Bursa di Perancis mencatatkan penurunan pada bulan Agustus 2015 yang mencapai -12% dalam sebulan. Pada bulan Januari 2016 pun juga demikian, CAC 40 mencatatkan penurunan hingga mencapai 7,8%. Mayoritas penurunan indeks di Eropa disebabkan karena krisis yang terjadi di Eropa karena deflasi dan terutama krisis yang ada di Yunani.

4. Bursa Indonesia
Sebagai investor saham di Indonesia tentu saja kita harus menilik bursa kita sendiri. IHSG memang sudah mencatat penurunan dari April hingga Oktober 2015 itu disebabkan karena adanya perlambatan ekonomi, pelemahan nilai tukar rupiah dan laporan keuangan tiap kuartal dari emiten yang tidak memuaskan dan dibawah ekspektasi. Sedangkan pada bulan Januari 2016 indeks memang mengalami penurunan namun hanya 2%. Mungkin karena sudah terjadi penurunan yang besar pada sebelumnya atau karena efek Cina tidak mempengaruhi IHSG.

Kesimpulan:
Cina sekarang sudah menjadi negara dengan nilai ekonomi terbesar kedua di dunia dan diprediksi mampu menyalip Amerika Serikat pada tahun 2025. Tentu saja pergerakan ekonomi di Cina akan membawa dampak yang signifikan pada perekonomian dunia. Itu terbukti dari pergerakan bursa di Cina yaitu ketika ekonomi dan bursa di Cina melemah, ekonomi dan bursa Global juga akan ikut melemah

No comments:

Post a Comment