Monday, January 25, 2016

Anjloknya Harga Saham SRIL dan Hal yang Harus Dicermati

Di tahun ini pemegang saham Sri Rejeki Isman sepertinya harus melapangkan dada sebabnya harga saham SRIL sudah jatuh sebesar 30%. Sebenarnya ini bukanlah hal yang terlalu buruk sebab harga saham SRIL sudah naik sebesar 70% dalam setahun ini setelah dihitung dengan penurunannya ini. Menurut Bareksa, penurunan harga saham SRIL disebabkan oleh hutang yang akan jatuh tempo pada 9 Februari 2016. Total hutang yang jatuh tempo tersebut sebesar $53,8 juta atau sebesar 743 miliar rupiah (asumsi kurs 13.800/dollar), hutang tersebut diperoleh dari Bank Rakyat Indonesia. Hutang tersebut harus dilunasi pada Februari 2016 namun kas SRIL pada kuartal III 2016 hanya tercatat $27,9 juta atau setara $385 miliar yang berarti ada gap sebesar Rp 258 miliar. Tidak hanya hutang. pada bulan November 2015 lembaga pemeringkatan S&P merilis laporan yang menyatakan prospek SRIL menjadi negatif dari yang tadinya stabil. Itu karena di tahun 2016 managemen SRIL meningkatkan ekspansi dan akan membuat SRIL membutuhkan pendanaan yang besar.
Sri Rejeki Isman SRIL
Logo Sri Rejeki Isman

Sebenarnya pemegang saham SRIL tidak perlu panik karena berita tersebut sebab management pasti sudah memperkirakan akan hutang yang jatuh tempo tersebut. Tidak mungkin perusahaan besar seperti SRIL tidak memperkirakan akan hutang yang diperolehnya untuk kegiatan bisnisnya. Lembaga pemeringkatan pun juga bisa saja salah dalam memberikan rating. Karena rating hanyalah acuan dan rekomendasi dari lembaga pemeringkatan. Hal yang perlu dicermati adalah tingkat kekuatan SRIL dalam membayar hutang. Saya akan menunjukkan analisa mengenai laporan keuangan SRIL pada Q3 2015:


1. Tingkat Kekuatan Membayar Hutang
Meskipun SRIL hanya memiliki kas sebesar $27,9 juta namun itu adalah menurut laporan keuangan pada Q3 2015 dan tentunya bisa saja pihak manajemen menyimpan keuntungan penjualan ke kas dalam beberapa bulan terakhir ini. Bareksa juga berpendapat bahwa SRIL seharusnya dapat menyelesaikan masalah hutangnya ini. Selain itu walaupun kas SRIL hanya sebesar $27,9 juta namun aset lancar SRIL mencapai $376,9 juta. Tentunya hutang yang hanya sebesar $53,8 juta bisa terbayarkan tanpa masalah. Aset lancar itupun juga lebih besar dari keseluruhan liablitas jangka pendek yang SRIL miliki yaitu sebesar $57,6 juta

2. Fundamental Bisnis yang Kuat
Walaupun mungkin kita tidak tahu, brand Sri Rejeki Isman sudah mendunia dan kuat dalam pasar tekstil. SRIL membuat pakaian militer untuk berbagai negara yang ada di dunia. Tidak hanya brand namun memang SRIL membukukan kinerja yang bagus dalam laporan keuangannya. Dalam triwulan 2015 pendapatan penjualan naik 18% dan laba bersih juga naik 29,8%. Kinerja yang bagus tersebut juga terjadi beberapa tahun sebelumnyaKebutuhan akan pakaian selalu meningkat tiap tahunnya dan SRIL mampu memanfaatkan peluang tersebut

3. Valuasi Saham
Saham SRIL saat ini memiliki valuasi yang rendah yakni dengan PER dibawah 10 (sekitar 8-9) dan PBV 1,4 kali pada harga 260-an. Pertumbuhan penjualan dan labanya melebihi nilai PERnya yang membuat PEGnya dibawah 1. SRIL juga memberikan dividen sebesar Rp 5,38/saham yang mencerminkan dividen yield sebesar 2%. Valuasi ini cukup menarik untuk perusahaan yang membukukan kinerja yang baik setiap tahunnya

Kesimpulan:
Bila dicermati secara mendalam penurunan saham SRIL tidak memberikan sesuatu yang mengkhawatirkan tapi malah memberikan peluang untuk mendapatkan sahamnya di harga yang murah. Untuk anda yang ragu-ragu bisa menunggu rilisnya laporan keuangan tahunan 2015 atau menunggu rilisnya laporan keuangan Q1 2016.

Bagaimana menurut anda? Silahkan berkomentar atau bertanya tentang saham yang satu ini

No comments:

Post a Comment