Wednesday, January 20, 2016

Apa Pengaruh Dari Penurunan Harga Minyak di Dunia?

Dunia dikagetkan tentang penurunan harga minyak yang dimulai pada pertengahan 2014. Kala itu harga minyak masih di kisaran $105 dan turun terus menerus hingga menyentuh angka $29 saat ini atau bisa dikatakan turun 72% dalam waktu 1,5 tahun. Lucunya pada awal penurunan harga minyak analis memperkirakan bahwa harga minyak akan naik kembali dalam waktu yang singkat. Namun pada kenyataannya harga minyak malah memasuki tren $20-an/bbl. Sebenarnya sebelum minyak menyentuh angka 20-an analis sudah memperkirakan bahwa harga minyak akan memasuki zona tersebut tapi memang ketika harga terus menerus hal terpopuler dalam prediksi adalah mengikuti tren penurunan tersebut.
Penurunan Harga Minyak
Harga Minyak Sudah Turun Lebih dari 70% dalam 1,5 Tahun

Selain mengejutkan, penurunan harga minyak memberikan dampak yang besar terhadap negara-negara yang berhubungan erat dengan minyak. Pada dasarnya negara-negara yang mengekspor dan mengimpor minyak yang paling merasakan dampaknya. Negara yang mengekspor minyak akan merugi karena harga minyak yang turun akan mengikis keuntungan dari selisih harga produksi minyak dengan harga yang ada di pasar. Begitupun sebaliknya, negara pengimpor komoditas yang satu ini akan merasa diuntungkan karena murahnya minyak impor. Selain negara, beberapa industri seperti transportasi akan merasa diuntungkan juga karena penurunan harga minyak akan membuat biaya operasionalnya berkurang. Lebih lengkapnya mari simak penjelasannya secara detail:


1. Negara-Negara di OPEC Merugi
OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) terdiri atas negara-negara pengekspor minyak yaitu Algeria, Angola, Ecuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, UAE dan Venezuela. Harga minyak yang rendah membuat negara-negara tersebut harus berhemat sebab harga yang rendah membuat keuntungan dalam mengekspor minyak menjadi turun. Negara-negara yang yang sangat bergantung kepada minyak seperti Libya membuat neraca perdagangan mereka defiisit. Kerugian ini akan membawa masalah ekonomi di negara-negara OPEC
Budget Harga Minyak
Harga Minyak yang Dibutuhkan Negara Tersebut Untuk Mengimbangi Pengeluaran Negara

2. Negara Pengekspor Mengalami Masalah Ekonomi
Akibat yang fatal dari penurunan harga minyak adalah pada masalah ekonomi. Negara yang bergantung pada harga minyak pada pertumbuhan ekonominya akan sangat merasakan dampak negatif dari penurunan harga minyak tersebut. Negara diluar OPEC yang mengekspor minyak seperti Rusia dan Canada juga mengalami dampaknya. Rusia pada akhir tahun 2014 sudah mengalami krisis akibat penurunan harga minyak dan sanksi dari eropa akibat dari aksi Rusia dalam mengambil wilayah Crimea. Krisis itu berlanjut sampai tahun 2015 dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Canada juga merasakan perlambatan ekonomi akibat dari penurunan. Bahkan raja minyak Arab Saudi pun juga diprediksi akan mengalami kebangkrutan jika harga minyak tetap dibawah $50 selama 5 tahun yang akan datang.

3. Industri Energi Mengalami Penurunan
Turunnya harga minyak membuat perusahaan-perusahaan di bidang energi mengalami krisis. Biaya untuk memproduksi minyak tidak sebanding dengan harga yang ada di pasar. Akibatnya perusahaan energi harus melakukan efisiensi dengan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawan yang ada untuk mengurangi biaya operasional. Banyak perusahaan minyak melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. Selain melakukan PHK perusahaan minyak juga membatalkan operasi eksplorasi untuk mendapatkan minyak bumi akibatnya industri oil service yang menyediakan alat untuk penegeboran juga terkena imbasnya dengan tidak mendapatkan kontrak. Hal itu tidak hanya dirasakan oleh industri minyak. Industri batubara pun juga merasakan hal yang sama. Penurunan harga minyak juga diringi oleh penurunan harga batubara atau bisa dikatakan harga minyak juga mempengaruhi batubara sehingga membuat banyak perusahaan batubara merugi.

4. Negara Pengimpor Minyak Mendapatkan Dorongan Ekonomi
Selain memberikan dampak buruk, penurunan harga minyak juga memberikan keuntungan dan hal itulah yang dirasakan oleh negara-negara di Eropa. Sebuah analisa mengatakan bahwa setiap penurunan 10% pada harga minyak akan meningkatkan laju perekonomian di Eropa sebesar 0,1%. China sebagai negara pengimpor minyak terbesar akan mengalami dorongan ekonomi namun tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap perlambatan ekonominya. India yang mengimpor 75% dari minyaknya akan merasakan keuntungan karena itu berarti pengurangan biaya subsidi bahan bakar kepada rakyatnya.

5. Industri Manufaktur dan Transportasi Diuntungkan
Penurunan harga minyak berdampak pada penurunan harga-harga komoditas di dunia. Hal ini akan memberikan keuntungan pada perusahaan manufaktur yang menggunakan komoditas dalam produksinya dan minyak sebagai bahan bakarnya. Apalagi industri transportasi yang sebagian besar biaya operasinya adalah pengeluaran terhadap bahan bakar. Industri yang paling menarik di bidang transportasi adalah Industri penerbangan.

Kesimpulan:
Harga minyak sangat mempengaruhi negara yang memperdagangkan minyak. Penurunan harga minyak membuat pengekspor merugi dan pengimpor untung. Industri yang berkecimpung di bidang energi mendapatkan dampak positifnya dan industri yang menggunakan minyak mendapatkan dampak positifnya. Walaupun penurunan harga minyak memberikan dampak positif dan negatif namun jika harga minyak terlalu rendah akan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar seperti krisis negara yang bergantung kepada minyak dan PHK besar-besaran.

No comments:

Post a Comment