Tuesday, February 16, 2016

3 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli pada Februari 2016

Seperti biasa saya akan memberikan rekomendasi saham yang bagus untuk dibeli karena dividennya. Saya memberikan rekomendasi saham dividen setiap bulannya karena saham dividen adalah jalan utama untuk meraih kebebasan finansial dan jika anda menginvestasikan sebagian dari pendapatan anda tiap bulan untuk membeli saham berdividen maka kebebasan finansial hanyalah perkara waktu saja. Teknik dollar cost averaging atau yang biasa disebut dengan mencicil adalah hal yang bagus dalam berinvestasi. Oleh karena itu saya merekomendasikannya tiap bulan.
Dividen yang Bertumbuh
Dividen yang Baik Adalah yang Bertumbuh Setiap Tahunnya

Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham yang memberikan dividen. Ada yang memberikan dividen dengan persentase yang besar dari harganya dan ada pula yang kecil. Investor sebaiknya menghindari jumlah dividen yang terlampau besar karena dividen itu sulit untuk berulang di tahun-tahun berikutnya sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Dividen yang baik adalah yang jumlahnya normal tapi bertumbuh tiap tahunnya mengikuti laba dari perusahaannya. Pertumbuhan dividen yang terus menerus dalam bertahun-tahun akan membuat investornya balik modal hanya dari dividen tersebut. Langsung saja berikut adalah daftarnya:


1. Sri Rejeki Isman (SRIL)
Sri Rejeki IsmanWalau banyak isu negatif pada saham SRIL namun secara fundamental keuangan SRIL cukup kuat apalagi ditambah dengan pertumbuhan pendapatan secara kontinyu setiap tahun membuat bisnis tekstil SRIL sangatlah kuat. Tahun lalu SRIL membagikan dividen sebesar Rp 5/lembar naik dari tahun sebelumnya yaitu Rp 2 karena labanya juga naik. Sepanjang tahun 2015 SRIL mampu mencapai target penjualan yang telah ditentukan manajemen dan pada laporan keuangan Q3 2015 sril membukukan pertumbuhan laba double digit. Saat ini SRIL diperdagangkan pada harga 260-an yang mencerminkan dividen yield sebesar 1,9% dan PER sebesar 8.

2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Bank BRI

Bank BUMN yang satu ini merupakan salah satu bank terbaik yang ada di negeri ini. Sepanjang tahun 2015 bank BRI mencetak laba Rp25,2 triliun atau naik 4,25% dari perolehan tahun 2014 yang sebesar Rp24,2 triliun. Hal itu memang tidak begitu menarik namun memang pada tahun 2015 adalah tahun yang berat bagi emiten bank karena banyak bank yang membukukan kinerja yang jelek. BBRI masih menunjukkan kinerja yang lumayan dan pendapatannya pun naik sebesar 14,6%. Bank BRI merupakan bank penyalur kredit terbesar di Indonesia dan memegang peranan yang besar dalam penyaluran kredit. BBRI juga terkenal baik dalam membagikan dividen dan jumlahnya naik setiap tahun. Di tahun 2015 BBRI memberikan dividen sebesar Rp295/lembar yang pada harga 11.900 mencerminkan dividen yield sebesar 2,47%.

3. Jaya Real Properti (JRPT)
Jaya Real PropertiSaham emiten properti ini bernasib buruk di tahun 2015 pasalnya dalam setahun sahamnya turun lebih dari 30%. Meskipun sahamnya terus mengalami downtrend hingga mencapai level 600 namun secara fundamental JRPT tidak memiliki masalah. Pada Q3 2015 laba JRPT naik 25% diikuti oleh pendapatannya yang meningkat pesat. Manajemen Jaya Real Properti juga tajir dalam membagikan dividen yang terbukti naik tiap tahun karena memang laporan keuangannya tiap tahun memang bagus. Saat ini JRPT membagikan dividen sebesar Rp18/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 3% pada harga 600. Memang JRPT masih di fase downtrend dan mungkin penurunnya masih akan berlanjut namun penurunannya tidak mencerminkan kinerja perusahaannya dan valuasinya sangat murah dengan PER 9. Penurunan harga tersebut bukan memberikan efek menakutkan namun malah memberikan kesempatan untuk membeli saham ini di harga yang lebih murah karena memang saham ini sedang didiskon.

Kesimpulan:
Ketiga saham tersebut berada pada sektor yang berlainan SRIL pada sektor tekstil, BBRI pada sektor perbankan dan JRPT pada sektor properti. Saham-saham tersebut menunjukkan kinerja yang sangat baik dan memiliki valuasi yang sangat murah.

No comments:

Post a Comment