Monday, February 1, 2016

6 Fakta Mengenai Keuangan yang Menarik Untuk Diketahui

Bila kita membicarakan keuangan berarti kita membicarakan kebutuhan utama semua orang di dunia sekarang ini. Orang-orang giat bekerja demi mendapatkan uang karena uang dapat membeli kebutuhan mereka untuk bertahan hidup ataupun membeli hal-hal yang mereka butuhkan dan inginkan. Oleh karena itu tidak mengherankan jika di masa sekarang banyak yang mengatakan "No Money No Honey". Orang yang tidak memiliki uang pasti hidupnya akan kesusahan dan orang yang bergelimang uang pasti hidupnya akan dimudahkan.

Keuangan
Uang Adalah Alat Untuk Bertransaksi

Walaupun hampir semua kebutuhan yang ada di dunia ini membutuhkan uang namun sejatinya uang tidak dapat membeli segalanya. Selain itu terdapat pula hal-hal yang menarik mengenai uang yaitu seperti nilai sejati dari uang hingga cara mendapatkannya. Semua itu akan saya bahas di artikel ini dan berikut adalah ulasannya:


1. Dulu Orang Bertransaksi Tidak Menggunakan Uang
Manusia purba pada zaman dahulu menggunakan sistem barter yaitu tukar-menukar barang untuk melakukan transaksi dengan orang lain. Namun seiring berjalannya waktu terdapat sebuah masalah dalam perdagangan yaitu kesulitan dalam menemukan pasangan barter yang cocok. Misal ada orang yang ingin menukarkan kayu menjadi beras namun si pemilik beras tidak membutuhkan kayu melainkan membutuhkan ayam dan hal itu menimbulkan masalah. Oleh karena itu digunakanlah batu dan logam mulia yang digunakan sebagai alat tukar menukar dan hal ini menjadi cikal bakal uang yang kita gunakan hingga sekarang.

2. Uang Hanyalah Alat Negara Untuk Menggerakkan Rakyatnya
Sadarkah anda bahwa uang pada era yang sekarang adalah suatu alat untuk menggerakkan ekonominya? Suatu negara yang merdeka dapat dengan bebas mencetak mata uang negaranya dengan sekehendak hatinya namun tentu saja jika terlalu banyak uang yang dicetak akan menimbulkan devaluasi dan inflasi. Rakyat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya dan uang dapat dengan bebas dikontrol oleh negara. Jadi dapat dikatakan rakyat bekerja untuk menggerakkan perekonomian negara dengan imbal hasil uang yang dapat dibuat oleh negara.

3. Uang Tidak Dapat Membeli Segalanya, Tapi Hampir Semuanya Membutuhkan Uang
Memang uang tidak dapat membeli kebahagiaan, nyawa dan hal-hal diluar fisika. Kendati demikian hampir segala sesuatu membutuhkan uang untuk menggerakkannya ataupun memperlancarnya. Anda makan beli makanan butuh uang, anak sekolah butuh uang, beli barang butuh uang, sakit membutuhkan obat yang dibeli dengan uang juga. Tanpa adanya uang hidup akan terasa susah. Masa di era yang modern ini mau makan harus menanam bahan makanan. Uang memberikan kemudahan dalam segala urusan bahkan segala macam bentuk kekuatan dan kekuasaan pun sekarang dapat uang beli. Memang uang tidak bisa dengan pasti membeli kebahagiaan, Adolf Merckle merasakannya namun uang dapat membeli faktor-faktor yang membuat kebanyakan orang bahagia seperti hidup yang berkecukupan, entertainment ataupun kehormatan. Dulu kelas masyarakat dibagi menjadi bangsawan dan pribumi sekarang kelas itu menjadi si kaya dan si miskin. Itulah kekuatan dari uang di masa sekarang.

4. Uang Bisa Menghasilkan Uang
Kata siapa anda harus bekerja untuk mendapatkan uang dan cobalah katakan itu pada orang yang telah meraih kebebasan finansial maka anda akan ditertawakan. Uang sejatinya hanyalah alat untuk menukar saja dan alat itu dapat dilipatgandakan oleh orang yang mengetahuinya. Sekarang ini dengan sistem bunga ataupun investasi nilai uang bisa bertambah dengan sendirinya. Anda tinggal taruh uang anda di bank dalam bentuk deposito maka uangpun akan bertambah dengan sendirinya tahun depan. Namun tentu saja investasi memiliki risiko namun orang yang berani mengambil risiko dalam perekonomian adalah orang yang akan diuntungkan Itu adalah suatu celah dari sistem ekonomi kapitalis yang harus anda pahami sehingga di kemudian hari anda dapat memanfaatkan celah itu untuk mendapatkan keuntungan.

5. Kekayaan Dalam Keuangan itu Relatif
Bicara mengenai kekayaan itu tidak dapat didefinisikan secara kasat mata dan perlu adanya identifikasi lebih lanjut. Orang terkaya di desa hanyalah kaum kelas menengah di kota besar. Tidak hanya itu, orang termiskin di Amerika Serikat itu lebih baik kondisinya dibandingkan 2/3 jumlah penduduk yang ada di dunia. Hanya 3% penduduk di India yang memiliki pendapatan yang lebih besar daripada penduduk termiskin di Amerika Serikat. Jadi berpikir kaya ataupun miskin hanyalah sebuah relativitas dan itu hanyalah permainan mental saja.

6. Banyak yang Salah Mengartikan Kekayaan Dengan Kehormatan atau Kejayaan
Apakah orang yang memiliki mobil bisa dikatakan kaya? Belum tentu! Bisa saja mobil tersebut adalah hasil dari kredit yang belum lunas pembayarannya. Memang orang itu terlihat kaya namun sejatinya mobil itu hanyalah simbol kekayaan namun kenyataannya mobil itu malah menjadi beban keuangannya. Mobil yang dibeli dengan kredit akan membuat nilai total pembeliannya melebihi harga aslinya karena bunga kredit dan harga mobil itupun akan jatuh seiring berjalannya waktu. Lain halnya dengan orang tua yang sederhana seperti Bob Sadino. Di balik penampilannya yang sederhana dan apa adanya kekayaan dari bisnisnya sangat besar. Namun apakah orang yang tidak tahu latar belakangnya dapat mengatakan ia kaya ketika bertemu di jalan?

Kesimpulan:
Dibalik kegunaannya ternyata uang menympan hal-hal yang menarik dibaliknya. Hal itu seperti sejarahnya hingga relativitas mengenai keuangan. Maka dari itu bijaklah dalam mengelola keuangan anda agar di kemudian hari anda tidak menyesal.

No comments:

Post a Comment