Monday, February 29, 2016

5 Kelemahan Berinvestasi di Reksadana

Setelah membahas kelebihan dalam berinvestasi di produk reksadana tentunya ada yang bertanya lalu adakah kelemahan dari berinvestasi di reksadana? Semua hal yang ada selalu terdapat sebuah kelemahan dan tidak ada yang sempurna. Dibalik kemudahan berinvestasi di reksadana ternyata terdapat banyak kelemahan yang menjadi sebuah pertimbangan dalam berinvestasi. Kelemahan itu mulai dari biaya, performa hingga manajemen portofolio.

Diversifikasi Reksadana
Diversifikasi yang Besar Dalam Reksadana Membuat Hasil Tidak Efektif
Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan yang lebih lanjut yang ada dibawah ini:

1. Adanya Biaya atau Fee
Dalam reksadana terdapat biaya yang lebih besar daripada ketika kita yang membeli saham sendiri. Biaya itu mulai dari biaya ketika melakukan pembelian produk reksadana hingga biaya pengelolaan dana oleh manajer investasi. Biaya yang harus kita bayar ketika melakukan pembelian dan penjualan produk reksadana jumlahnya besar mulai dari 1-4% yang artinya lebih besar daripada biaya pembelian dan penjualan oleh broker yang hanya 0,15-0,4%. Itu karena ketika kita berinvestasi di reksadana maka secara tidak langsung kita telah menyuruh seseorang untuk mengelola dana kita dan kita memberikan kompensasi terhadap pengelolaan tersebut. Biaya yang tinggi ini bisa mengurangi tingkat imbal hasil investasi kita.

2. Imbal Hasil yang Fluktuatif
Tidak ada yang pasti ketika berinvestasi dan itu berlaku untuk semua investasi baik investasi mandiri dan reksadana sekalipun. Misalnya tahun lalu reksadana menghasilkan imbal hasil sebesar 20% namun belum tentu tahun depan reksadana dapat menghasilkan imbal hasil yang sama atau lebih. Malahan bisa saja reksa dana tersebut tidak menghasilkan ataupun rugi karena kondisi pasar yang berbeda dengan tahun lalu.

3. Efek Dilusi
Reksadana sangat bagus dalam hal diversifikasi karena manajer investasi memang diwajibkan untuk melakukan diversifikasi. Jumlah saham individu yang boleh untuk diambil maksimal hanya 10% dari total aset yang ada. Akibatnya ketika saham yang ada naik harganya dengan signifikan misalnya naik 10 kali lipat maka efeknya pada portofolionya hanya 10% saja, kenaikan portofolionya hanya 2 kali saja dibandingkan bila berinvestasi pada saham tersebut yang naik 10 kali lipat. Semakin besar aset reksadana maka semakin susah reksadana tersebut untuk fokus pada beberapa saham saja dan hal itu akan mengurangi imbal hasil investasi. Oleh karena itu meskipun reksadana memiliki imbal hasil yang bagus untuk jangka panjang namun hasilnya tidak signifikan.

4. Kehilangan Kontrol Dalam Keputusan Investasi
Ketika anda memberikan dana kepada manajer investasi maka merekalah yang akan memutuskan semua keputusan investasi seperti pemilihan saham-saham yang berpotensi menurut mereka. Anda tidak memiliki kuasa dalam mengatur keputusan tersebut. Yang bisa dilakukan hanyalah mempercayakan dana kepada mereka dan bila tidak puas bisa menarik dana. Oleh karena itu perlu diingat bila anda berinvestasi di reksadana itu berarti anda mempercayakan seseorang untuk mengelola uang anda.

5. Portofolio yang Tidak Efisien
Reksadana juga harus menyiapkan modal cash untuk mengganti jumlah dana yang ditarik oleh investornya. Karena penyiapan dana inilah dana ini menjadi dana yang menganggur dan tidak diinvestasikan. Selain itu besarnya aset membuat reksadana menjadi lebih susah dalam fokus ke dalam suatu saham. Misalnya ada aset reksadana sebesar 20 triliun ingin membeli saham yang kapitalisasinya 1 triliun maka jumlah kapitalisasi keseluruhan dari saham tersebut jika dibandingkan dengan aset reksadana hanya 5% yang artinya jumlahnya tidak signifikan. Jadinya jumlah saham tersebut dalam portofolio investasi dibawah 5%. Bila saham tersebut naik dengan persentase yang besar maka dampaknya sangat kecil untuk portofolio.

Kesimpulan:
Berinvestasi di reksadana memang memberikan kemudahan namun di lain sisi juga terdapat kelemahan di dalamnya. Biaya yang tinggi hingga manajemen portofolio menjadi faktor utama kenapa orang-orang memilih berinvestasi sendiri dibandingkan reksadana

2 comments:

  1. Gan..ada reksa dana yang ngak pakai npwp ngak..sama ada pajaknya ngak?tengkyu gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya semua reksadana mewajibkan untuk menyertakan NPWP sebagai salah satu syarat tapi kalau tidak punya NPWP karena memang masih mahasiswa atau tidak bekerja bisa dengan surat yang menyatakan tidak memiliki NPWP. Gan Dede bisa menanyakannya langsung di agen resmi reksadananya.

      Delete