Sunday, February 21, 2016

Analisa Hancurnya Saham TAXI di tahun 2015 dan Penyebabnya

Dari nama saham ini orang yang tidak mengetahui tentang saham pun akan tahu jenis bisnis dari saham ini. Ya! TAXI adalah nama saham dari PT Express Transindo Utama Tbk. Perusahaan ini mengelola bisnis kendaraan transportasi berupa taksi dengan armada yang bernama Express Group. Armada Express sangat terkenal dan menyaingi armada dari Blue Bird group. Keduanya mendominasi pangsa pasar taksi di Indonesia dan paling dipercaya bagi masyarakat untuk pelayanan dan keamanannya.
Express Group
Logo Express Group


Analisa Saham TAXI:
Sebenarnya dulu saham TAXI adalah saham yang bagus dan bahkan hal itu membuat saham ini masuk ke dalam indeks LQ 45 karena likuid dan berfundamental bagus. Initial Public Offering (IPO) pada November 2012 sahamnya melaju dari 560 hingga mencapai titik tertingginya 1760 di tahun 2014. Namun setelah mencapai titik tertingginya, saham TAXI mengalami penurunan secara terus menerus hingga sekarang mencapat titik 100-an. Bila dihitung dalam persentase dari titik tertingginya maka saham TAXI sudah jatuh hingga mencapai 94%, uang 100 juta hanya tinggal 6 juta saja. Hal ini membuat saham TAXI menjadi salah satu saham yang memiliki performa terburuk sepanjang tahun 2015. Berkali-kali saham TAXI terkena suspend karena penurunan yang signifikan dalam waktu singkat tersebut.

Secara fundamental dulunya TAXI membukukan laporan keuangan yang baik. Laba Bersih Per Saham TAXI dari tahun 2012-2014 secara berturut-turut adalah 53,5; 61,7 dan 55. Pendaptannya pun naik terus dari 520,8 miliar di tahun 2012 hingga mencapai 889,7 miliar di tahun 2014. Tadinya saham ini diperdagangkan pada harga 1000-an yang mencerminkan PER 20 dan terlihat premium. Namun itu berubah di tahun 2015, TAXI mengalami pemunduran. Terlihat dari laporan keuangannya pada kuartal III tahun 2015 LBPS taksi mengalami pemerosotan dari Rp 51 menjadi hanya Rp 5 atau turun 90%. Padahal pendapatan Express Transindo meningkat dari 640 miliar menjadi 721 miliar. Oleh karena itu tidak mengherankan bila harga sahamnya anjlok karena memang laba bersihnya juga anjlok. Hal itu sesuai dengan pernyataan bahwa harga saham mengikuti laba bersih perusahaan.

Penyebab Turunnya Harga TAXI:
Penurunan harga saham TAXI yang lebih dari 90% menghancurkan portofolio investor yang menginvestasikan uangnya di saham ini. Penurunan sahamnya di tahun 2014 adalah dampak dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM karena pengurangan subsidi untuk BBM jenis premium. Tercatat premium di tahun 2014 mencapai 8500 yang bisa membuat beban taksi melonjak. Tidak hanya itu persaingan dengan armada rivalnya Blue Bird menjadi sangat ketat. Tarif keduanya sekarang sama, dengan tarif awal 7500 dan 4000 per kilometer. Padahal tadinya TAXI menggunakan tarif bawah dan Blue Bird menggunakan tarif atas. Dengan samanya harga tarif, penumpang TAXI bisa beralih ke BIRD.

Gojek
Kehadiran Ojek Online yang Fenomenal Menambah Persaingan Industri Transportasi

Penurunan yang signifikan di tahun 2015 disebabkan adanya rumor bahwa TAXI tidak dapat membayar bunga pinjaman dan obligasinya. Beban tersebut melonjak besar di tahun 2015 sehingga menimbulkan spekulasi tersebut. Tidak hanya itu saham TAXI juga terkena sentimen negatif dengan hadirnya bisnis startup Ojek Online. Gojek dan Grab Bike memberikan tarif yang jauh lebih murah di bandingkan tarif taksi. Tidak hanya itu penyedia ojek online sering memberikan promosi untuk menggaet pelanggan baru sehingga pelanggan taksipun banyak yang beralih ke ojek online. Ojek online yang fenomenal akan membuat pertumbuhan industri taksi terhambat atau malah bisa menghancurkannya.

Kesimpulan:
Saham TAXI yang turun dengan signifikan bukanlah suatu kebetulan karena memang saham ini mengalami penurunan fundamental dalam 2 tahun terakhir. Hadirnya model transportasi baru berupa ojek online akan mengancam keberlangsungan usaha taksi. Perlu adanya revolusi dari industri taksi agar industri ini dapat terus berjalan.

14 comments:

  1. keren gan artikelnya trims udah share ygan

    ReplyDelete
  2. Mantap gan ini baru artikel yg unik

    ReplyDelete
  3. mungkin karena gojek lebih murah dan lebih cepat ya hehe

    ReplyDelete
  4. mungkin taxi juga harus mikirin sistem baru buat ngalahin sistemnya gojek itu pun kalo mau maju sih

    ReplyDelete
  5. nais inpoh gan
    tapi ane ga ngerti beginian gan wkwkwkkw

    ReplyDelete
  6. Betul tuh gan,,sekrang ada yang namanya gojek,ya memanimalisir duit mungkin

    ReplyDelete
  7. Hmmm ternyata begitu ya....sepertinya semakin banyak semakin ketat persaingan harga Bersaing murah murahan biar gak kalah :D

    ReplyDelete
  8. wah memang sengit banget persaingan skrg

    ReplyDelete
  9. nice artikel gan...persaingan mmng berat

    ReplyDelete
  10. emang persaingan bisnis itu kejam, harus pandai dan kreatif juga. hoho

    ReplyDelete
  11. Artikelnya bagus mas Guntur, izin utk share ya. tks

    ReplyDelete