Wednesday, February 24, 2016

Analisa Kinerja Matahari Department Store di Tahun 2015

Kendati di tahun 2015 ekonomi Indonesia melambat namun itu tidak terjadi pada kinerja emiten ini. Matahari Department Store yang memiliki kode saham LPPF ini membukukan kenaikan pendapatan dan laba besih double digit pada tahun 2015. Dalam laporan keuangannya LPPF membukukan pendapatan mencapai Rp 9 triliun naik dari Rp 7,9 triliun di tahun 2014 atau naik 13,5%. Laba bersihnyapun naik dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,79 triliun atau naik 27,8%. Laba Bersih Per Saham Dasarnya (LBPS) naik 25,7% menjadi Rp 611. Same Store Sales Growth (SSSG) LPPF meningkat sebesar 6,8%. Indikator SSSG sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan retailer karena menunjukkan performa kinerjanya dengan toko yang sudah ada tanpa dengan adanya penambahan toko baru.
Matahari Department Store
Pengunjung yang Berbelanja di Matahari Department Store

Analisa Fundamental:
Di tahun 2015 LPPF memiliki Aset Total sebesar Rp 3,88 triliun meningkat 12% dalam setahun. LPPF dalam 3 tahun terakhir mengalami perbaikan kinerja sehingga ekuitasnya tercatat naik menjadi Rp 1,1 triliun. Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) tercatat 46% dan 161%. Itu artinya LPPF mampu memaksimalkan asetnya dengan baik. Net Profit Marginnya (NPM) meningkat sebesar 1,8% dari yang tadinya 17,9% di tahun 2014 menjadi 19,7%. Dari data-data tersebut menunjukkan bahwa kinerja LPPF mengalami peningkatan di tahun 2015.

Saham LPPF di harga 17.000 mencerminkan PER 27,8 dengan menggunakan LBPS di tahun 2015 sebesar 611. Itu berarti saat ini saham LPPF dalam kategori wajar dengan Price to Earning Growth (PEG) ratio sebesar 1,0. Namun jika dilihat dari book value LPPF sangat mahal karena PBV nya mencapai 44 kali. Namun saham ini adalah termasuk growth stock sehingga book valuenya bisa diabaikan. Yang terpenting adalah rasio antara harga dengan laba dan pertumbuhan penjualan serta labanya. Selama 5 tahun terakhir labanya naik 384% dengan kenaikan rata-rata 39,8% pertahun. Itu berarti pertumbuhan laba bersih LPPF menunjukkan perlambatan karena membesarnya bisnis LPPF. Oleh karena itu ekspektasi pertumbuhan laba di tahun 2016 akan dibawah 25%.

Ekspektasi tersebut sejalan dengan informasi dari LPPF yang berencana berekspansi secara konservatif dengan hanya membuka 6-8 gerai baru dibandingkan pembukaan 11 gerai di tahun 2015. Total gerai Matahari di Indonesia berjumlah 142 gerai yang tersebar di 66 kota. Dengan pertumbuhan 6-8 gerai laba LPPF diestimasi naik antara 10-20% sehingga secara wajar sahamnya juga akan mengikuti kenaikan sebesar itu. Namun LPPF dihargai dengan PER yang besar dan kinerjanya melambat seiring tahun sehingga memiliki koreksi yang sangat dalam. Selama ini brand Mataharinya yang terkenal yang membuat saham LPPF dihargai pada harga yang premium

Kesimpulan:
Di tahun 2015 LPPF membukukan kinerja yang cukup bagus dengan pertumbuhan double digit di tengah lesunya ekonomi. Secara valuasi LPPF masih bisa dikatakan wajar dengan PEG 1,0 namun LPPF mengalami perlambatan serta pihak manajemen berekspansi secara konservatif yang berarti peningkatan labanya tidak sepesat dulu. Hal itu menunjukkan bahwa saham LPPF masih overvalue untuk diambil namun tidak menutup kemungkinan untuk mengalami uptrend karena kinerjanya tetap solid.

No comments:

Post a Comment