Friday, February 19, 2016

Bagaimana Cina Mempengaruhi Industri Baja Global

Pada tahun 2014, Cina memiliki produksi produk yang terbuat dari baja sekitar 46% dari total keseluruhan produk baja di dunia. Dengan ekonomi Cina yang melambat, kebutuhan akan baja, bijih besi dan berbagai jenis logam yang lain akan menurun secara kontinyu. Kebijakan dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah Cina memberikan dampak yang signifikan pada perusahaan baja global seperti Anglo American dan Rio Tinto yang terkena dampak negatifnya.

Industri Baja
Cina Memiliki Porsi Pasar yang Besar Dalam Industri Baja


Struktur dari Industri Baja:
Baja adalah salah satu logam yang inovatif dan fleksibel yang dapat diproduksikan menjadi berbagai macam jenis produk. Variasi dari baja digunakan untuk sektor perumahan, transportasi, industri, kendaraan bermesin, infrastruktur dan utilitas. Hal itu membuatnya menjadi salah satu material yang berfungsi banyak dan mudah untuk di daur ulang.

Cina, Jepang, Amerika Serikat, India dan Korea Selatan adalah lima besar negara produsen produk baja dengan Cina yang memiliki porsi sangat besar daripada negara yang lain. Di tahun 2014, Cina memproduksi 822 juta ton besi mentah yang mewakili 49% dari total produksi besi mentah yang ada di dunia. Di bawah Cina, Jepang memproduksi 110 ton, Amerika Serikat (88 ton), India (86,5 ton) dan Korea Selatan (71,5 ton) sungguh jauh dari produsen utama yaitu Cina. Meskipun Cina dan Jepang merupakan produsen utama namun Amerika Serikat dan Uni Eropalah yang menempati posisi teratas dalam impor, dikarenakan konsumsinya yang besar.

Cina juga teratas dalam daftar pengguna produk jadi dari baja. Cina menggunakan 46,2% dari produksi produk jadi dari baja sedangkan Uni Eropa yang menempati urutan kedua hanya sebesar 9,5%. Jadi Cina bukan hanya produsen terbesar namun juga adalah konsumen terbesar dalam produk baja. Dengan dominannya Cina dalam industri baja ditambah dengan besarnya penggunaan produk baja maka perlambatan pertumbuhan ekonomi di Cina akan membawa dampak yang besar dalam industri besi dan baja.

Dampak Cina Terhadap Global:
Pertumbuhan ekonomi Cina dalam beberapa dekade ini disokong oleh peningkatan manufaktur, tingginya produksi industri dan belanja infrastruktur yang tinggi. Semua faktor ini memberikan dorongan akan permintaan baja di Cina. Dulu pada tahun 2004 konsumsi baja oleh Cina terhadap global bernilai 28,3% sedangkan pada tahun 2014 persentasenya meningkat menjadi 46,2%. Jadi dengan adanya perlambatan pada industri manufaktur di Cina, kebutuhan akan baja juga akan mengalami penurunan. Hal itu ditambah dengan kebijakan pemerintah Cina yang beralih pada sektor technology dan jasa untuk menyokong ekonomi negeri tersebut. Hal itu membuat industri manufaktur mengalami perlambatan dan prospeknya menjadi dipertanyakan. Jadi, Cina yang mengalami perlambatan ekonomi sangat berdampak buruk pada industri manufaktur dan material pembuatnya.

Dampak Cina terhadap industri baja juga memiliki efek pada Bursa Efek Indonesia mengingat terdapat emiten yang berbisnis di sektor ini. Harga baja yang jatuh membuat fundamental produsen baja menjadi berantakan dan hal itu dialami oleh Krakatau Steel (KRAS). Dalam laporan keuangannya KRAS mengalami kerugian dan pendapatannya pun menurun. Tercatar dalam lapkeu Q3 KRAS bahwa emiten ini menderita kerugian sebesar $161,9 juta membengkak  35% dari periode yang sama pada tahun lalu. Pendapatan KRAS juga menurun sebesar 27% dari periode sebelumnya. Sahamnya pun dalam setahun turun sebesar 21,5%. Tentunya investor Krakatau Steel pasti mengalami ujian yang berat dalam setahun ini.

Kesimpulan:
Meningkatnya urbanisasi di seluruh dunia dengan lebih dari satu miliar orang yang pindah ke kota hingga tahun 2030 seharusnya memberikan peningkatan permintaan terhadap baja (beserta komoditas infrastruktur lainnya). Cina yang memiliki kebutuhan yang besar akan produk baja dan produsen terbesar baja mentah akan memberikan pengaruh yang besar terhadap harga baja. Pada jangka waktu pendek hingga menengah ekonomi Cina harus mengalami perbaikan untuk mengubah prospek dari industri baja. Untuk saat ini dan di masa yang akan datang dominasi Cina akan pasar baja tetap berlanjut

Sumber: Investopedia

4 comments:

  1. bagus nih buat nambah2 pengetahuan tentang industri

    ReplyDelete
  2. Wah infonya mantab gan, thanks for sharing

    ReplyDelete
  3. Hebat ya china gan, walaupun negaranya dengan jumlah penduduk yang banyak tapi dia bisa menjadi negara yang maju dan berkembang pesat... :-)

    ReplyDelete