Thursday, February 4, 2016

Cara Mengambil Untung Dari Volatilitas Minyak di Bursa Saham

Harga minyak sulit ditebak dulu minyak berada diatas $100 sekarang berada dibawah $30. Namun dibalik harganya tersebut terdapat sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan didalamnya. Sayangnya di Indonesia sulit untuk melakukan trading minyak atau komoditas lainnya secara online seperti yang telah dilakukan negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Meskipun demikian harga minyak juga mempengaruhi bursa saham karena minyak merupakan energi utama penggerak sektor migas dan transportasi. Kedua sektor tersebut memiliki efek yang berlawanan terhadap harga minyak. Jadi misalkan harga minyak naik maka sektor migas akan mengalami keuntungan karena dapat menjual minyak yang diproduksi dengan harga yang tinggi. Sedangkan sektor transportasi akan menjadi terbebani karena harga bahan bakar menjadi lebih mahal dan menambah beban operasional.

Penurunan Harga Minyak
Penurunan Harga Minyak Memberikan Peluang

Dalam Bursa Efek Indonesia tidak hanya sektor migas saja yang terkena pengaruhnya, sektor energi yang lain juga terkena pengaruhnya seperti sektor pertambangan batu bara. Itu karena turunnya harga minyak akan membawa pada kebutuhan minyak meningkat dan menurunkan kebutuhan energi di bidang lain. Sehingga ketika harga minyak turun lebih cocok dibilang bahwa itu akan membawa dampak negatif pada sektor energi. Penurunan harga minyak juga biasanya diiringi oleh melimpahnya produksi dan melemahnya permintaan. Pelemahan permintaan menandakan adanya pelemahan ekonomi sehingga ketika harga minyak turun, harga komoditas juga ikut turun karena pelemahan ekonomi membuat permintaan akan komoditas juga ikut melemah. Untuk lebih jelasnya mari simak ulasannya:

1. Sektor dan Saham yang Dirugikan Ketika Minyak Turun
Penurunan harga minyak akan menghantam sektor yang memproduksikan komoditas. Oleh karena itu investor lebih baik menghindari sektor komoditas ketika terjadi trend penurunan harga komoditas kecuali memang sudah mengerti bahwa harga komoditas akan naik. Ketika melihat harga komoditas turun maka hal yang harus dilihat adalah biaya dalam memproduksikan komoditas tersebut. Bila harga suatu harga komoditas turun hingga dibawah harga produksi komoditasnya itu berarti harganya sudah sangat undervalue. Saham di sektor migas di BEI rata-rata memiliki kinerja yang tidak begitu bagus. Saham yang perlu dilirik dalam sektor ini untuk mengikuti harga minyak adalah Elnusa (ELSA). Itu karena Elnusa memiliki kinerja yang cukup lumayan dibanding perusahaan migas lainnya yang ada di BEI. Untuk sektor pertambangan bisa melihat Bukit Asam (PTBA) karena kinerjanya yang masih bagus ditengah rendahnya harga batubara, namun perlu juga melihat trend harga batubara. Kuncinya dalam memperdagangkan saham-saham tersebut adalah memprediksi timing dari reboundnya harga minyak.

2. Sektor dan Saham yang Diuntungkan Ketika Minyak Turun
Bila sektor komoditas menjadi kalang kabut ketika harga minyak turun itu malah menjadi faktor positif pada saham transportasi. Di bursa luar negeri saham di sektor transportasi mengalami trend kenaikan karena harga minyak yang turun akan mengurangi biaya operasional. Prinsip bisnis transportasi adalah ketika harga BBM naik maka harga tiket akan mengikuti naik namun jika harga BBM turun harga tiket tetap pada harganya itu karena harga BBM yang turun adalah sebuah keuntungan dan bukanlah sebuah keharusan untuk menurunkan harga tiket. Di Indonesia, kendati harga minyak yang turun memberikan dampak positif pada sektor transportasi namun tidak semua jenis transportasi akan mendapatkan efek positifnya. Sektor transportasi darat tidak mengalami perubahan berarti karena BBM ditentukan oleh pemerintah dan Pertamina. Pertamina terlihat ogah-ogahan menurunkan harga minyak karena alasan keuangan dari pihak perusahaannya. Sedangkan di sektor perairan kurang berprospek karena banyaknya emiten yang bergerak di bidang kapal tanker. Penurunan harga minyak malah membuatnya kalang kabut karena penurunan nilai kontrak. Saham di sektor penerbanganlah yang menjadi kunci dalam trend harga minyak. Sayangnya di BEI saham transportasi udara hanya ada satu yakni Garuda Indonesia (GIAA). Meski hanya satu namun terbukti bahwa saham GIAA juga dipengaruhi oleh harga minyak. Banyak spekulan yang memperdagangkan saham GIAA jadi ketika harga minyak turun akan membuat harga saham GIAA melesat naik. Namun bila dilihat dari faktor fundamental, saham GIAA tidak begitu bagus sehingga saham ini sementara hanya cocok untuk spekulasi dan trading saja.

Kesimpulan:
Penurunan harga minyak memang memberikan efek positif dan negatif pada perekonomian namun itu bukanlah menjadi masalah dalam mencari peluang. Investor dan trader yang pintar akan memanfaatkan peluang tersebut untuk mendulang keuntungan yang besar.

2 comments:

  1. keren-keren artikelnya, jadi banyak tau tentang saham, betah lama-lama di blog ini

    ReplyDelete