Friday, February 26, 2016

Investasi Sendiri atau Membeli Reksadana?

Bila kita ingin memulai berinvestasi saham maka kita akan diberikan dua pilihan yaitu berinvestasi sendiri atau menggunakan manajer investasi. Berinvestasi di pasar modal mengandung risiko yang besar oleh karena itu tak sedikit pula yang menyerahkan dananya untuk dikelola oleh manajer investasi terutama dalam reksadana. Reksadana memiliki kelebihan yaitu dengan dikelolanya dana oleh manajer investasi maka kita tidak perlu repot-repot dalam mengambil sebuah keputusan untuk membeli sebuah saham. Manajer investasi akan mengelola dana kita untuk dibelikan saham-saham yang sudah dianalisa secara mendalam. Yang hanya perlu kita lakukan adalah membeli produk reksadana tersebut secara rutin tiap bulan. Toh reksadana saham juga mengikuti pergerakan saham dalam jangka panjang alias memberikan return yang tinggi dalam jangka panjang. Oleh karena itu orang yang menginvestasikan dananya di reksadana lebih cenderung bersifat investor yang berorientasi jangka panjang.

Manajer Investasi
Manajer Investasi yang Menganalisa Keputusan Investasi


Namun tak sedikit pula orang yang menginvestasikan dananya untuk dikelola dirinya sendiri. Perasaan ingin mendapatkan return yang tinggi serta ketidakpercayaan terhadap manajer investasi bisa menjadi penyebabnya. Biasanya orang yang tidak menggunakan reksadana cenderung bersifat trader yaitu trading saham dengan dananya sendiri. Dengan mengelola dana secara mandiri maka orang tersebut memiliki kontrol secara menyeluruh terhadap semua keputusan investasinya dan memikul pula risiko yang ada. Oleh karena itu semua metode baik menggunakan manajer investasi ataupun diri sendiri memiliki kelebihan masing-masing. Lantas manakah yang cocok dengan anda? Mari simak indikatornya dibawah ini:

1. Waktu
Menganalisa sebuah saham membutuhkan waktu yang sangat banyak baik itu analisa fundamental ataupun teknikal. Selain itu kita juga harus memantau berita dan pergerakan saham tersebut secara reguler. Banyak orang yang memiliki jadwal yang padat sehingga tidak mampu melakukannya. Oleh karena itu mereka menggunakan jasa manajer investasi. Orang yang memiliki waktu luang yang banyak lebih memilih untuk mengelola dananya sendiri karena bisa memantau sahamnya kapanpun.

2. Tingkat Kompetensi
Bila kita ingin mengelola dana secara mandiri maka kita harus menanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita mampu untuk melakukannya? Apakah saya tahu analisa teknikal dan fundamental secara menyeluruh? Kebanyakan orang yang terjun ke dalam dunia saham tidak berbekal ilmu analisa yang mendalam sehingga mereka cenderung merugi. Mereka hanya mengikuti rekomendasi-rekomendasi yang ada tanpa analisa mendalam. Sebaiknya orang-orang seperti mereka menyerahkan dananya untuk dikelola manajer investasi sembari belajar analisa fundamental, teknikal dan mengamati saham.

Kesimpulan:
Berinvestasi sekarang ini bisa dilakukan oleh diri sendiri atau dikelola oleh orang lain melalui manajer investasi. Meskipun kebanyakan orang memilih berinvestasi sendiri namun berinvestasi dengan menggunakan manajer investasi perlu diperhitungkan apabila tidak memiliki waktu dan kompetensi yang cukup dalam mengkuti perkembangan saham yang dimilikinya. 

No comments:

Post a Comment