Saturday, February 20, 2016

Mengapa Saham Perbankan Turun Dalam pada 19 Februari?

Setelah manajemen Bank Indonesia menurunkan BI rate dari 7,25% menjadi 7% investor memiliki harapan akan adanya stimulus pada saham perbankan. Namun hal itu sirna sudah karena pada hari itu juga OJK memberikan pernyataan bahwa Net Interest Margin bank akan dibatasi maksimal hanya 4%. Meskipun itu baru sebatas pernyataan namun dengan cepat pasar bereaksi terhadap pernyataan tersebut. Pada 19 Februari kemarin IHSG dibuka turun 0,71% dari harga penutupan hari sebelumnya. Kemudian selama hari itu juga IHSG mengalami penurunan hingga ditutup di 4697 atau turun 1,7%. Sektor finance memberikan dampak penurunan yang besar karena tercatat pada hari itu sektor finance turun sebesar -3,3%. Sedangkan sektor yang dapat bertahan dengan baik adalah sektor consumer dengan kenaikan sebesar 0,2%.

Sistem Bank
Sistem Bank Membutuhkan Penabung dan Peminjam
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, selama ini margin perbankan di Indonesia dinilai terlalu tinggi sehingga kalah bersaing dengan perbankan negara-negara tetangga. OJK ingin, margin perbankan Indonesia paling tidak sama dengan Thailand di kisaran 3-4%.

"Jadi saya, kemudian atau kita semua membanding-bandingkan, tentu saja kita ingin margin industri perbankan nasional juga bisa comparable dengan negara-negara ASEAN yang lain. Jadi arahnya memang kita akan melihat apa yang ada di Thailand. Kita dalam waktu satu-dua tahun ini akan menuju margin ke arah Thailand, sekitar 3%-4%," jelas Muliaman.


Background NIM:
Net Interest Margin (NIM) adalah persentase perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya oleh peminjam dengan nilai bunga yang diberikan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya deposito). Contoh penerapannya adalah ketika bank memberikan bunga deposito sebesar 5% dengan catatan hanya boleh diambil dalam jangka waktu tertentu. Oleh bank uang nasabah tersebut akan dipinjamkan pada pihak lain atau dibelikan surat hutang dengan bunga yang lebih besar yaitu dengan bunga 10%. Selisih 5% inilah yang merupakan NIM dari bank tersebut. NIM merupakan salah satu pendapatan utama dari bisnis perbankan. Apabila NIMnya lebih kecil maka keuntungannya pun juga akan ikut terkikis.

Dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK yang membatasi NIM bank 4% maka akan membuat profitabilitas bank yang memiliki NIM diatas 4% menurun. Banyak bank besar di Indonesia yang memiliki NIM yang lebih dari 4%. Saham bank-bank tersebut mengalami penurunan yang besar setelah penutupan perdagangan kemarin. 
NIM Bank
Bank yang Memiliki NIM Lebih Dari 4%
Penurunan Saham Bank
Penurunan Saham Bank pada 19 Februari 2016
Sumber: Bareksa.com
Di tengah ekonomi yang melambat perbankan membutuhkan NIM yang besar untuk menjaga profitabilitas. Oleh karena itu perbankan meningkatkan NIMnya pada tahun 2015 untuk mengantisipasi ekonomi yang lesu. Dengan adanya kebijakan OJK ini investor mengkhawatirkan profitabilitas perbankan di masa yang akan datang
Rata-Rata NIM Bank
Data Rata-Rata NIM Bank 5 Tahun Terakhir
Kesimpulan:
Penurunan saham perbankan pada 19 Februari 2016 disebabkan oleh pernyataan dari OJK yang menyatakan akan adanya pembatasan NIM bank sebesar 4%. Kebijakan ini membuat profitabilitas bank bisa menurun di masa yang akan datang. Kendati sangat buruk bagi perbankan namun tentu saja OJK akan melakukan evaluasi dan analisa terlebih dahulu agar tidak menghancurkan profitabilitas perbankan

12 comments:

  1. Intervensi pemerintah.pemerintah sekarang suka intervensi.saya dah 1tahun ngak beli saham lagi.saya rugi besar gara2pemerintah intervensi harga semen padahal sebelumya untung banyak..semoga pemerintah ngak intervensi lagi kaya venesuala

    ReplyDelete
  2. Uang ku nyungsep banyak di saham semen gresik sama indocement gan.beli semen gresik 12500 indocement22500.sebelum suruh turun harga semen sama jokow
    i semen gresik 15000 indicemen25000.dah setahun masih rugi aja.berenti beli saham lagi.sekarang sukanya deposito aja di bpr.kapok belinsaham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kan memang semen memang lagi lesu gan lihat aja fundamental INTP sama SMGR ya pantas saja turun soalnya harganya juga mahal. Deposito ada sisi jeleknya gan yaitu harus nunggu jatuh tempo biar bisa dicairkan kalo sebelum jatuh tempo nanti kena penalti

      Delete
  3. Dulu masih untung gan.tapi jokowi pidato nurunin bbm sama rini sama dirut semen indonesia sama nurunin seman.paginya saham turun terus.jokowi intervensi tarif tol saham jasamarga turun banyak gann.dulu sby ngak pernah gini.kemarin di kabar pasar tv one rini intervensi depositi bunga bank bumn sahambank turun.nungu ganti presiden baru beli saham lagi kapok takut kaua venuasela

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ya udah gan, jadi spektator aja. Lagian saham memang lagi stagnan di bawah 5000

      Delete
  4. Ea gan jadi penonton aja.nunggu modal balik berapa tahun lagi ya gan.aku binggung.begitu modal balik langgsung kabur takutnya tiba2 krisis.kalau tiba2krisis baru pemerintah baru yalahkan pemerintah lama kwkwkw

    ReplyDelete
  5. wahh makasih gan, hebat bener agan ni, kayanya anak ekonomi, ada BI RATE :p

    pengen tahu keunikan keunikan disekitar kita
    Hanya Di www.ssk-unik.com

    ReplyDelete
  6. keren2 isi artikel blog agan .. master ekonomi :D..
    ane kepikiran untuk inventasi .. cma inventasi reksadana :D ... kira2 itu menguntungkan gak yah ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Reksadana menguntungkan dalam jangka panjang

      Delete
  7. Lama2 negara ini kaya komunis semua diatur sama negara

    ReplyDelete