Tuesday, February 23, 2016

Strategi Dollar Cost Averaging dan Penerapannya

Dalam investasi banyak strategi yang dapat digunakan untuk meminimalisir risiko dalam investasi. Salah satu strategi investasi dalam instrumen saham menggunakan strategi dollar cost averaging (DCA). Dollar cost averaging adalah strategi investasi dengan menggunakan dana yang besarnya sama dalam membeli suatu jenis investasi dalam periode yang berbeda. Jadi investor membeli suatu saham dengan dana yang sama dalam periode yang rutin misalnya tiap seminggu sekali atau sebulan sekali. Ketika harga saham mengalami penurunan maka investor tersebut dapat membeli saham dengan jumlah yang lebih banyak sedangkan jika terjadi kenaikan harga saham maka jumlah saham yang dapat dibeli akan berkurang. Cara ini sangat cocok untuk orang yang memiliki pendapatan tetap perbulannya.

Dollar Cost Averaging
Dana $300 Dibelikan Saham yang Sama Pada Periode yang Berbeda


Contoh Penerapan:
Penjelasan yang lebih detail akan saya jelaskan dalam contoh ini. Seorang investor memiliki uang sisa gaji sebesar 1 juta/bulan yang dapat digunakan untuk berinvestasi setiap bulannya. Investor tersebut membeli saham A dengan harga 5000/lembar maka jumlah saham yang dapat ia beli adalah 200 lembar. Ketika harga saham tersebut turun menjadi 4000 maka jumlah saham yang dapat ia beli menjadi 250 lembar atau menjadi lebih banyak dan ketika saham tersebut naik menjadi 6000/lembar maka saham yang dapat ia beli dengan uang 1 juta adalah 166 lembar. Dollar Cost Averaging akan menyesuaikan lembar saham yang dapat dibeli dengan jumlah dana yang sama.

Keuntungan Dollar Cost Averaging:
Keuntungan dalam menggunakan strategi Dollar Cost Averaging adalah dapat meminimalisir kerugian dalam investasi ketika harga saham mengalami penurunan. Jika seorang investor menggunakan strategi Lumpsum maka kerugian yang dialami akan lebih besar karena investor tersebut tidak bisa averaging down. Dengan dollar cost averaging maka investor tersebut telah melakukan averaging down. Ketika harga saham yang harganya turun tersebut mengalami rebound maka akan membawa efek yang signifikan. Selain itu ketika membeli saham di harga yang lebih tinggi jumlah lembar saham yang dibeli lebih sedikit. Jadi ketika saham yang dibeli tersebut mengalami penurunan efek dari penurunan tersebut akan lebih sedikit terasa. Oleh karena itu dollar cost averaging sangat berguna jika pasar terjadi koreksi yang sangat dalam ataupun krisis.

Kelemahan Dollar Cost Averaging:
Kendati Dollar Cost Averaging meminimalisir risiko dengan bagus tetap saja terdapat kelemahan di dalamnya. Ketika pasar sedang mengalami bullish strategi ini malah mengurangi keuntungan dalam berinvestasi. Semakin naik saham maka semakin sedikit saham yang dapat dibeli sehingga imbal hasilpun akan semakin sedikit. Apalagi jika pasar mengalami trend kenaikan secara terus menerus maka dollar cost averaging akan memberikan imbal hasil yang sedikit jika dibandingkan lumpsum di harga awal yang rendah.

Kesimpulan:
Strategi Dollar Cost Averaging sangat memberikan manfaat dalam meminimalisir risiko. Cara ini sangat populer dan mudah digunakan untuk orang yang ingin berinvestasi dengan gajinya secara rutin. Kendati meminimalisir risiko, strategi ini akan memberikan keuntungan yang sedikit ketika pasar sedang mengalami trend kenaikan.

2 comments: