Saturday, March 12, 2016

5 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli Pada Maret 2016

Seperti biasa saya akan memberikan rekomendasi saham yang bagus untuk dibeli karena dividennya. Saya memberikan rekomendasi saham dividen setiap bulannya karena saham dividen adalah jalan utama untuk meraih kebebasan finansial dan jika anda menginvestasikan sebagian dari pendapatan anda tiap bulan untuk membeli saham berdividen maka kebebasan finansial hanyalah perkara waktu saja. Teknik dollar cost averaging atau yang biasa disebut dengan mencicil adalah hal yang bagus dalam berinvestasi. Oleh karena itu saya merekomendasikannya tiap bulan.
Hasil Dividen
Jumlah Dividen Akan Bertambah Seiring Waktu
Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham yang memberikan dividen. Ada yang memberikan dividen dengan persentase yang besar dari harganya dan ada pula yang kecil. Investor sebaiknya menghindari jumlah dividen yang terlampau besar karena dividen itu sulit untuk berulang di tahun-tahun berikutnya sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Dividen yang baik adalah yang jumlahnya normal tapi bertumbuh tiap tahunnya mengikuti laba dari perusahaannya. Pertumbuhan dividen yang terus menerus dalam bertahun-tahun akan membuat investornya balik modal hanya dari dividen tersebut. Langsung saja berikut adalah daftarnya:
1. Bank Negara Indonesia (BBNI)
Bank BNIDi tahun 2015 saham BBNI sangat mengecewakan, fase uptrend dari saham ini yang terakumulasi selama bertahun-tahun sebelumnya harus terhenti dan kandas di tahun 2015. Hal itu karena Bank BNI mengalami penurunan fundamental akibat perlambatan ekonomi. Tercatat laba bersihnya turun sebesar -15,9% dibandingkan dengan tahun 2014. Tapi dengan penurunan sahamnya manajemen BBNI melakukan buyback di harga rata-rata 4983 senilai Rp 242 miliar dan sejauh ini keputusan itu dinilai tepat karena saham BBNI sekarang ini di harga 5300. Dividen yieldnya sebesar 2,7% dari harganya di 5300. Saham BBNI berpotensi untuk rebound mengingat ekonomi mengalami perbaikan dan rupiah mengalami penguatan. Pihak manajemen menyatakan menargetkan pertumbuhan laba double digit di tahun ini dan ini adalah kesempatan untuk membeli saham BBNI selagi rendah.

2. Selamat Sempurna (SMSM)
Selamat SempurnaPasar otomotif dalam negeri yang sedang lesu tidak membuat kinerja Selamat Sempurna memburuk. Itu karena SMSM mengekspor produknya ke luar negeri sehingga SMSM tidak begitu terpengaruh oleh keadaan buruk industri otomotif dalam negeri. Persentase penjualan ekspornya mencapai Pendapatan dan laba bersihnya di Q3 2015 naik masing-masing sebesar 5,6% dan 12,4%. Perseroan memasang target pertumbuhan double digit di tahun ini antara 10-15%. Saat ini SMSM diperdagangkan di harga 4500 dengan dividen yield 3,4% karena membagi dividen sebesar Rp 155 /lembarsecara bertahap di tahun 2014.

3. Total Bangun Persada (TOTL)
Total Bangun PersadaSaham yang layak dilirik dalam era pemerintahan Jokowi adalah saham konstruksi dan saham TOTL pun juga menjadi layak dilirik. Di tahun 2014 emiten ini membukukan kinerja yang kurang baik dengan menurunnya pendapatan dan laba bersihnya. Namun kinerja TOTL di tahun 2015 mengalami perbaikan dengan membukukan laba yang naik 26%. TOTL juga membagikan dividen sebesar 30/lembar yang mencerminkan dividen yield 5% di harga 575 sehingga saham ini layak masuk ke dalam portofolio dividen.

4. Ciputra Surya (CTRS)
Ciputra SuryaKelesuan properti di tahun 2015 menghantam emiten-emiten properti tidak terkecuali emiten yang mencatatkan kinerja yang bagus seperti CTRS. Dalam Q3 2015 saja CTRS masih mampu bertumbuh double digit dengan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 21% diiringi kenaikan pendapatan sebesar 32%. Dilihat dalam beberapa tahun yang lalu CTRS selalu membukukan kinerja bertumbuh yang konsisten dan kenaikan yang selalu double digit. Karena penurunan saham yang besar dan untuk kebutuhan ekspansi maka perseroan menurunkan dividennya dari 104/lembar menjadi hanya 33/lembar yang mencerminkan dividen yield 1,65% di harga 2000. Penurunan saham CTRS bukanlah suatu kekhawatiran melainkan kesempatan untuk membeli lebih banyak saham di harga yang lebih murah.

5. Bank Bukopin (BBKP)
Bank BukopinBank kelas menengah ini sebenarnya membukukan kinerja yang bisa dikatakan baik namun tidak luar biasa. Namun hal yang perlu dilihat adalah valuasi dan dividennya. BBKP saat ini dihargai dengan PER 6 dan memberikan dividen yield 4,2% di harga 570. Pada Q3 2015 bank Bukopin membukukan kenaikan kinerja dengan laba yang naik 17% namun itu tidak berarti banyak karena labanya turun lebih dari 20% di tahun 2014. Namun karena harganya telah turun dalam yakni turun sebesar 24,5% membuat valuasinya menjadi normal kembali sehingga layak untuk dilirik dan diambil di harga sekarang. Secara fundamental BBKP masih terlihat bagus dengan pertumbuhan kredit 15% dan diharapkan kinerjanya dapat membaik dan kembali mencatatkan pertumbuhan konsisten dari tahun ke tahun.

Kesimpulan:
Di BEI sebenarnya banyak terdapat emiten-emiten yang memberikan dividen yang besar namun kita perlu memilih emiten yang tepat untuk diinvestasikan. Daftar ini merupakan saham-saham pilihan yang telah di riset secara fundamental agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari segi fundamentalnya

No comments:

Post a Comment