Tuesday, March 8, 2016

Analisa Saham WSKT (Waskita Karya) tahun 2015

Di tahun 2015 saham WSKT (Waskita Karya) mendapatkan hasil yang bagus. Pemerintah yang menggenjot sektor konstruksi membuat saham WSKT memiliki kinerja yang bertumbuh. Alhasil harga sahamnya pun naik sepanjang tahun 2015 dan tren tersebut diprediksi berlanjut di tahun 2016. Kenaikan saham WSKT diikuti oleh kenaikan fundamentalnya dan prospeknya yang masih cerah di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Saham WSKT menjadi salah satu saham konstruksi pelat merah yang memiliki performa bagus. Sepanjang tahun 2015 saham wskt naik dari 1460 di Januari menjadi 1670 di akhir Desember atau naik sebesar 14,3% di tengah turunnya IHSG sebesar -13,9% yang malah memiliki kinerja sebaliknya. Kinerja saham wskt yang bisa dikatakan cemerlang di tengah penurunan IHSG bisa dikatakan sejalan dengan prediksi pasar yang selalu menggadang-gadangkan saham infrastruktur karena sektor ini memang tengah menjadi fokus pemerintahan Joko Widodo. Untungnya tren kenaikan saham wskt tidak hanya sebatas tren kenaikan saja karena sentimen positif namun memang karena kinerja perusahaannya yaitu Waskita Karya mengalami kemajuan pesat. 
Gedung Markas Waskita Karya
Gedung Waskita Karya

Kinerja Waskita Karya di tahun 2015:
Dalam laporan keuangannya yang sudah diaudit pada tahun 2015 Waskita Karya membukukan pendapatan sebesar Rp 14,15 triliun jumlah itu naik 37,58% dari Rp 10,28 triliun di tahun 2014. Laba bersihnyapun melonjak dari Rp 511,57 miliar menjadi Rp 1,04 triliun atau naik 104%! Laba Per Saham Dasar (LBPS) wskt naik dari Rp 51,90 menjadi Rp 90,18 yakni naik 73,7%. Kenaikan yang lebih rendah dari labanya dikarenakan wskt melakukan right issue pada bulan Juni 2015. Dalam right issuenya Waskita Karya menawarkan 3,65 miliar saham baru di harga 1450 atau 26,9%  modal yang ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp 100. Akibatnya jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak dan mengikis LBPSnya. Ini adalah salah satu right issue yang bagus karena right isssue wskt digunakan untuk modal berekspansi dan bukan untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.

Proyek dan Prospek:
Proyek-proyek yang banyak digarap membuat saham WSKT menjadi saham primadona para investor. Proyek-proyeknya yaitu Light Rail Transit (LRT) Palembang, Tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Pasuruan-Probolinggo, Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kertosono-Solo. Waskita Karya menargetkan mendapatkan kontrak Rp 100 triliun untuk awal tahun ini dan 50% dari kontrak tersebut berasal dari proyek tol. Proyek tol yang bagus ini akan membuat saham WSKT menjadi semakin solid kedepannya.
Pengerjaan LRT Palembang
Proyek LRT Palembang
Di tahun 2016 saham WSKT diprediksi terus mengalami pertumbuhan. Pasalnya Waskita Karya tetap optimis dengan menargetkan pendapatan dan laba yang naik signifikan. Waskita menargetkan pendapatan naik menjadi Rp 30 triliun dan laba bersih mencapai Rp 2 triliun. Itu mencerminkan kenaikan pendapatan dan laba masing-masing sekitar 100% dan 30%. Saat ini saham wskt diperdagangkan dengan harga 1900-an yang mencerminkan PER 21. Angka itu merupakan angka yang wajar untuk pertumbuhan bisnis Waskita Karya di tahun 2016. PER saham WSKT yang sekarang masih mending bila dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 28.

Kesimpulan:
Saham WSKT merupakan salah satu saham konstruksi terbaik yang ada di BEI. Mau jangka panjang ataupun pendek saham WSKT tetap memberikan imbal hasil yang bagus. Bila anda ingin berinvestasi jangka panjang Waskita Karya adalah pilihan yang tepat karena mengingat infrastruktur di Indonesia masih perlu dibenahi dan itu membutuhkan dana yang besar. Perusahaan konstruksilah yang akan menikmati keuntungannya dan Waskita Karya adalah perusahaan terbaik performanya di sektor konstruksi.

No comments:

Post a Comment