Friday, March 18, 2016

Apakah Ini Saat yang Tepat Untuk Berinvestasi ke Saham Komoditas?

Dalam beberapa bulan terakhir ini pasar dikejutkan dengan naiknya harga-harga komoditas seperti minyak, emas, besi dan CPO yang naik sejak awal tahun hingga sekarang. Kenaikan harga komoditas disebabkan oleh berbaliknya trend US Dollar yang tadinya menguat menjadi mulai melemah di awal tahun 2016 ini. Selain itu melemahnya harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan pasar menjadi rebalancing terhadap harga. Meskipun ekonomi dunia masih belum begitu pulih namun harga komoditas sudah masuk dalam kategori harga yang sangat rendah atau bottoming di tahun 2015.
Komoditas
Komoditas Mulai Rally di Tahun Ini
Analisa Pendukung:
Kepala riset komoditas di Schroders memprediksi bahwa setelah lima tahun terjadi penurunan pada harga komoditas akan membuat harganya mencapai titik temu yang rendah dan mengalami kenaikan yang mengejutkan di tahun 2016. Mereka menyatakan situasi politik yang memanas seperti Turki yang bersitegang dengan Rusia dan tekanan pada pemimpin Arab Saudi bisa menaikkan harga komoditas terutama minyak. Selain itu diprediksi pula bahwa trend US Dollar akan berbalik menjadi downtrend di tahun ini dan hal itu bisa menyebabkan harga komoditas merangkak naik bila dilihat dari mata uang US Dollar.

Analisa Penolak:
Goldman Sach memperkirakan bahwa kenaikan harga komoditas hanyalah sebatas trend sementara saja dan mereka memprediksikan bahwa harga komoditas akan kembali turun hingga -20% di akhir tahun. Mereka berpendapat pasar minyak masih terlalu kelebihan suplai dan harga harus tetap rendah untuk membuat produksi berkurang dan agar terjadi keseimbangan lagi di pasar. Murahnya harga minyak juga akan mengurangi biaya untuk transportasi komoditas.

Meskipun keadaan pasar masih kelebihan suplai namun itu tidak membuat harga komoditas akan tetap dibawah. Pelemahan US Dollar beberapa bulan terakhir akan menjadi katalis positif untuk bangkitnya komoditas kembali mengingat harga komoditas sudah turun banyak dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan harga komoditas memberikan katalis positif untuk saham-saham perusahaan yang memproduksikan komoditas yang naik tersebut. Namun sepertinya momentum ini lebih cocok untuk digunakan trading mengingat komoditas belum pulih betul dan harganya masih sangat rendah. Untuk komoditas minyak bisa melihat saham ELSA, komoditas emas bisa melihat saham ANTM, komoditas besi bisa melihat saham KRAS dan komoditas CPO bisa melihat saham LSIP. Ingat saham-saham tersebut lebih cocok untuk trading dibandingkan investasi mengingat kinerja saham-saham tersebut tidak begitu bagus untuk diinvestasikan.

Kesimpulan:
Kenaikan harga komoditas dalam beberapa bulan terakhir lebih disebabkan oleh pelemahan mata uang US Dollar. Bila trend US Dollar tetap berlanjut melemah untuk beberapa bulan kemudian, akan membuat harga komoditas menjadi naik lebih tinggi. Peluang itu menciptakan sebuah kesempatan untuk trading saham komoditas namun sangat tidak dianjurkan untuk berinvestasi kecuali anda adalah seorang investor kontrarian sejati.

No comments:

Post a Comment