Tuesday, March 15, 2016

Pentingnya Membandingkan Kinerja Portofolio Dengan IHSG

Terkadang dalam berinvestasi kita memiliki target yang harus dicapai yaitu salah satunya adalah mengalahkan pasar yaitu indeks IHSG, LQ 45 ataupun yang lain. Kebanyakan orang akan sedih jika nilai portofolionya turun namun akan lebih sedih lagi jika IHSG naik tapi nilai portofolionya turun dan begitu pula sebaliknya jika IHSG turun dan portofolio mereka naik maka mereka akan merasakan kegirangan. Itu semua adalah hal yang wajar karena sifat investor adalah selalu membandingkan kinerja investasinya dengan pasar.
Investor yang Mengamati Pasar
Seorang Investor yang Mencermati Pasar
Apakah penting membandingkan kinerja investasi dengan pasar? Jawabannya adalah sangat penting karena itu adalah faktor penentu kesuksesan anda dalam berinvestasi. Mengalahkan pasar adalah hal yang bagus karena itu berarti anda ahli dalam memilih saham-saham yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari pasar. Investor legendaris Warren Buffett dijuluki investor terhebat sepanjang masa karena beliau berhasil mengalahkan pasar dalam jangka panjang. Bayangkan saja dalam 50 tahun saham Berkshire Hathaway (BRK:A) memberikan imbal hasil rata-rata 21,6% dibandingkan S&P 500 yang sebesar 7,2%. Karena imbal hasil dari saham BRK lebih besar daripada pasar maka Warren Buffett dijuluki investor terhebat karena mampu memilih saham-saham yang lebih baik daripada pasar.

Lalu bagaimana jika kita tidak mampu mengalahkan pasar? Mengalahkan pasar adalah hal yang mutlak dan jika anda tidak mampu maka sebaiknya serahkan tugas itu kepada manajer investasi yaitu dengan membeli reksadana yang memberikan imbal hasil lebih besar daripada IHSG dalam jangka panjang. Namun keadaan itu dengan catatan bahwa terjadi dalam jangka waktu yang panjang yakni lebih dari 5 tahun. Bisa saja portofolio anda mencatatkan kinerja yang buruk karena faktor sentimen negatif yang sifatnya hanya jangka pendek saja. Bahkan saham Berkshire milik Warren Buffett juga pernah kalah dari pasar selama beberapa tahun sebelum akhirnya mengalahkan pasar berkali-kali lipat.
BRK vs SPY
Performa BRK vs S&P 500
Hal yang Menjadi Pengecualian:
Meskipun membandingkan kinerja portofolio sangat penting dalam jangka panjang namun itu tidak berlaku ketika terjadi euphoria pasar. Yang dimaksud euphoria pasar adalah ketika orang-orang membeli saham dengan sembarangan sehingga menyebabkan bubble di pasar saham. Kejadian itu pernah terjadi di Amerika serikat pada tahun 1990-an sampai tahun 2000 yang biasa disebut dotcom bubble. Ketika itu harga saham teknologi naik dengan gila-gilaan tanpa memperhatikan faktor fundamentalnya namun itu berakhir setelah di tahun 2000. Oleh karena itu performa Warren Buffett kalah dengan pasar di tahun 1990-2000. Namun lagi-lagi faktor fundamentallah yang menjadi pemenang sejatinya dalam jangka panjang karena saham Warren Buffett akhirnya mengalahkan pasar dan naik dua kali lebih besar daripada indeks pasar.
BRK vs SPY 1990-2014
Terlihat Saham BRK Turun di Tahun 1990-2000
Sebelum Akhirnya Mengalahkan Pasar

Kesimpulan:
Membandingkan imbal hasil portofolio dengan indeks pasar adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal itu karena kesuksesan investasi tercermin dari kinerja portofolio terhadap pasar dalam jangka panjang. Meskipun demikian tidaklah bijak membandingkan kinerja portofolio dengan pasar jika terjadi bubble di pasar saham.


No comments:

Post a Comment