Friday, March 4, 2016

PP Properti Terlihat Terlalu Menarik Untuk Dilewatkan

Pada perdagangan tanggal 4 Maret 2016 saham PPRO mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 8% dari 198 menjadi 214. Hal itu karena munculnya pemberitaan tentang hasil kinerja PPRO setahun penuh pada tahun 2015. Kinerja PP Properti terlihat sangat cemerlang karena perusahaan itu membukukan laba sebesar Rp 300 miliar yang jumlahnya naik signifikan dari tahun sebelumnya yaitu Rp 106 miliar jumlah itu mencerminkan kenaikan 183%! Kenaikan labanya tersebut juga diiringi oleh kenaikan pendapatan usahanya yang mencapai Rp 1,5 triliun naik dari Rp 554 miliar di tahun 2014 yang artinya kenaikannya 171%!

PP Properti PPRO
Logo PP Properti
Pertumbuhan bisnis PPRO merupakan jumlah yang jarang ditemui untuk emiten-emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia karena PPRO termasuk growth stock dan bukan cyclical stock. Itu artinya bisa saja emiten yang biasa-biasa saja membukukan kenaikan laba yang besar karena tahun-tahun sebelumnya emiten tersebut telah mengalami penurunan laba. Namun itu tidak terjadi pada PPRO, karena kinerja PPRO stabil dan merupakan saham growth yang kenaikannya akan berlangsung dari tahun ke tahun di masa depan.

Prospek PPRO:
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh bisnis.com kinerja PPRO sangat cemerlang dan diyakini akan berlanjut pada tahun 2016 ini. Analis Danareksa menilai bahwa PPRO mampu untuk mengalami pertumbuhan 35%-65%. Danareksa pun menyatakan bahwa PPRO pada tahun ini bisa mengantongi pendapatan Rp 1,96 triliun dan laba sebesar Rp 366 miliar yang artinya pertumbuhannya masih double digit. Hal itu ditopang oleh lokasi proyek yang bernilai tinggi dan proyeknya dalam masa penyelesaian.

Pada tahun 2015 PPRO melakukan pembangunan konstruksi di tiga proyek yang tersebar di tiga kota yaitu Serpong, Surabaya dan Semarang. Di Serpong PPRO mengerjakan proyek Apartemen Aoyama Serpong dengan target marketing sales Rp 850 miliar, di Surabaya  PPRO menggarap Grand Dharmahusada Lagoon dengan target Rp 8,2 triliun dan di Semarang PPRO menggarap Amartha View dengan target Rp 2 triliun. Jadi total dari ketiga proyek ini bisa membuat PPRO mengantongi marketing sales sebesar Rp 11 triliun. Oleh karena itu diprediksikan PPRO akan mengalami kinerja yang baik dalam beberapa tahun mendatang karena banyaknya proyek yang masih dalam pengerjaan. Tidak hanya itu PPRO sepertinya tidak terlalu terkena dampak negatif dari perlambatan ekonomi karena target pasar PPRO adalah keluarga kelas menengah kebawah.

Salah Satu Megaproyek PP Properti "Grand Dharmahusada Lagoon"
Valuasi PPRO:
Setelah munculnya informasi mengenai laba PPRO di tahun 2015 maka secara valuasi PPRO menjadi sangat murah. Dengan laba sebesar Rp 300 miliar yaitu Rp 27,89/lembar maka PPRO sekarang ini dihargai dengan PER 7,17 di harga 200. Valuasinya sangat rendah sehingga sangat sayang untuk dilewatkan dalam portofolio investasi. Jika dilihat secara seksama hubungan kinerja dan valuasinya sama seperti LPCK pada beberapa tahun yang lalu yang mencatatkan kinerja yang fantastis tapi valuasinya tetap rendah..


Kesimpulan:
PP Properti membukukan kinerja cemerlang di tahun perdana IPOnya. Prospek yang cerah dan kinerjanya yang kebal terhadap perlambatan ekonomi membuat PPRO memiliki nilai yang lebih daripada emiten properti yang lain. Saya sudah memperkirakan kinerja PPRO sejak melihat laporan keuangannya di pada Q2 dan Q3 2015 sehingga memasukkan PPRO ke dalam saham yang berpotensi untuk bersinar di tahun 2016.

No comments:

Post a Comment