Wednesday, March 2, 2016

Review Bulanan Pasar Februari 2016

Pada sepanjang bulan Februari IHSG bergerak secara fluktuatif dengan potensi uptrend dari 4625 pada tanggal 1 Februari hingga 4770 pada 29 Februari bursa sedang mencari momentum untuk penguatan setelah mengalami penurunan yang dalam di tahun 2015. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US dollar mengalami penguatan yang signifikan dari yang tadinya 13.637 pada 1 Februari menjadi 13.372 pada 29 Februari atau menguat 1,9% dalam sebulan. Sedangkan harga minyak mengalami fluktuatif dengan penurunan di awal bulan dan mengalami kenaikan pada pertengahan bulan hingga akhir bulan. Pada tanggal 1 Februari harga minyak mentah $31,6/bbl dan $33,8/bbl pada 29 Februari. 
Review
Review Bulanan Pada Pasar


Pada bulan Februari terdapat banyak berita tentang emiten saham. Berikut ini adalah 10 highlight berita emiten saham:

1. Nippon Indosari Corporindo (ROTI) melakukan ekspansi usaha di Filipina dengan mendirikan usaha patungan (joint venture) dengan menggandeng Monde Nissin Corporation (MNC). Pendirian usaha patungan ini merupakan salah satu strategi dalam memperluas pangsa pasar perseroan. Perseroan mengambil bagian saham sebesar 55% dengan menyetor dana sebesar USD6,87 juta, sementara MNC mengambil bagian saham sisanya 45% dengan dana yang disetor sebesar USD5,62 juta.

2. Waskita Karya (WKST) melalui anak usahanya PT Waskita Tollroad menjadi pemegang saham pengendali di ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km setelah mengambil alih 60% saham di PT Pemalang-Batang Toll Road. WSKT menargetkan konstruksi dapat dimulai tahun ini, mengingat tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2018. Selanjutnya beliau mengatakan pihaknya masih berencana melakukan akuisisi dua ruas tambahan pada tahun ini.

3. Bank Tabungan Negara (BBTN) Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 23 Febuari 2016 mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menjadi Undang-Undang (UU). Undang-Undang Tapera diyakini akan memberikan dukungan tambahan kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang banyak menyalurkan kredit subsidi perumahan.Bank BTN tahun 2015 berhasil menyalurkan kredit subsidi sebesar Rp43,52 triliun, atau naik 26,73 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya

4. Astra Otoparts (AUTO) Penjualan aftermarket AUTO mulai bertumbuh 15% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu pada Januari lalu. Manajemen perusahaan mengklaim mulai stabilnya kondisi ekonomi tahun ini. Pertumbuhan penjualan berasal dari semua lini bisnis di aftermarket. Direktur Astra Otoparts mengungkapkan manajemen perusahaannya menargetkan pertumbuhan 10% pada aftermarket ini.

5. Bank Negara Indonesia (BBNI) Proyek infrastruktur menjadi sorotan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk menyalurkan kredit korporasi di tahun 2016. Direktur Bisnis Banking I mengatakan, pihaknya akan mencairkan kredit untuk proyek distribusi barang dan pembangunan jalan tol di kuartal I/2016 ini sejumlah Rp 10 triiun – Rp 12 triliun.

6. Unilever Indonesia (UNVR) akan memperbesar kapasitas pabrik milik perusahaan pada tahun ini dengan menggunakan dana belanja modal sebesar Rp1,2 triliun. Saat ini, perusahaan memiliki 8 pabrik. Anggaran belanja modal UNVR tahun ini senilai Rp1,2 triliun yang akan digunakan untuk memperbesar kapasitas pabrik dan meluncurkan dan mengemas ulang sekitar 40 produk baru tahun ini.

7. Bank Central Asia (BBCA) memperkuat layanan branchless banking atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dengan menjalin kerja sama dengan Indepay Networks. Dengan BCA sebagai bank yang sponsornya, Indepay dan BCA bersama meluncurkan jaringan pembayaran berbiaya rendah di Indonesia untuk melayani nasabah yang selama ini belum tersentuh fasilitas perbankan.

8. BPD Jabar & Banten (BJBR) Sepanjang 2015, BJBR berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,38 triliun, atau meningkat 24,7% YoY. Faktor utama yang menjadi penyumbang laba bersih BJB ini bersumber dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 11,5 % dan fee based income (pendapatan non bunga) yang tumbuh 10,9%.

9. Pelangi Indah Canindo (PICO) menambah line mesin baru untuk pabrik drum baja di Tangerang. Nantinya dengan penambahan unit baru ini kapasitas terpasang akan naik sekitar 50% menjadi 3,5 juta pieces dari saat ini 2,5 juta pieces per tahun. Perseroan menganggarkan sekitar USD 4 juta untuk mesin dan bangunan baru ini. Penambahan mesin ini nantinya diharapkan bisa mulai beroperasi pada kuartal III 2016.

10. Indo Tambangraya Megah (ITMG) bakal membeli kembali (buyback) sahamnya untuk mengatasi penurunan harga. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp 1,36 triliun untuk mengeksekusi aksi korporasi ini. Dana itu akan digunakan ITMG untuk membeli maksimal 112,99 juta saham perseroan atau 10% dari total modal dan disetor penuh. Transaksi ini akan mulai dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tiga bulan ke depan mulai 26 Februari hingga 25 Mei 2016 mendatang.

No comments:

Post a Comment