Wednesday, March 16, 2016

Saham BUMN Tidak Menjamin Investasi Menjadi Aman

Pernahkah anda berpikir jika berinvestasi di saham BUMN itu lebih aman dibandingkan berinvestasi saham di perusahaan swasta? Jika ya maka anda perlu berpikir ulang tentang hal itu. Banyak orang berpikir bahwa berinvestasi di saham BUMN menjadikan investasi kita aman namun tidak seluruhnya demikian. Meskipun rata-rata perusahaan BUMN mencatatkan kinerja yang baik namun adapula perusahaan BUMN yang mencatatkan kinerja yang buruk bahkan hingga mencatatkan kerugian yang besar. Perusahaan yang membukukan kerugian yang besar akan membuat harga sahamnya turun drastis.
Saham ANTM Menjadi Salah Satu Saham BUMN yang Memiliki Kinerja yang Buruk

Contoh saham BUMN yang Berkinerja Buruk:
Hal itu terjadi pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang komoditas seperti Antam. Saham ANTM di tahun 2007 mencapai titik tertingginya yaitu 3900 namun harganya sekarang menjadi 460 dan bahkan mencapai titik terendah 315 di tahun 2015. Penurunan saham ANTM terjadi karena faktor fundamental dari perusahaannya dan juga mengikuti harga nikel di dunia. Penurunan fundamental perusahaan BUMN yang satu ini sudah terlihat di tahun 2013 yang hanya membukukan laba sebesar Rp 410 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,89 triliun. Kinerja Antam semakin menurun karena pada tahun 2014 Antam rugi Rp 775 miliar dan kerugiannya membengkak hingga Rp 1,4 triliun di tahun 2015. Oleh karena itu wajar saja jika saham ANTM mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya saham ANTM, saham TINS dan ITMG mengalami hal yang serupa padahal mereka sama-sama perusahaan BUMN. Saham TINS turun dari 2500 di tahun 2008 menjadi 750 di tahun 2016 sedangkan saham ITMG terus menerus mengalami tren penurun dari yang tadinya 50.750 di tahun 2010 menjadi 6500 di tahun 2016. Terbukti dari contoh di atas saham BUMN tidak menjamin kalau harganya tetap stabil karena semua risiko dalam berinvestasi tetap ada. Lihat saja di tahun 2008 ketika terjadi krisis global, semua saham mengalami penurunan yang sangat dalam tidak perduli saham swasta maupun BUMN sekalipun.

Sebaiknya kita tidak memilih saham hanya berdasarkan kepemilikannya saja. Perusahaan yang dimiliki pemerintah belum tentu berkinerja cemerlang. Perlu diingat bahwa ketika kita ingin menginvestasikan dana kita pada suatu saham maka kita harus melakukan analisa yang mendalam terlebih dahulu tidak peduli saham swasta maupun BUMN. Jangan mentang-mentang karena statusnya sebagai saham pelat merah membuat kita dibutakan olehnya. Meskipun berinvestasi pada saham pelat merah menguntungkan karena kekuatan permodalannya yang didukung oleh pemerintah. harga saham tetap akan mengikuti faktor fundamentalnya.

Kesimpulan:
Banyak terjadi persepsi bahwa perusahaan BUMN adalah perusahaan yang selalu aman untuk diinvestasikan padahal pemikiran itu tidaklah benar. Saham dari perusahaan BUMN bisa saja turun terus menerus karena kinerjanya yang buruk. Meskipun pemerintah menyuntik dana pada BUMN yang kekurangan modal namun itu menjadi tidak berharga bila harganya turun terus-menerus.

12 comments:

  1. Ada lagi gan..kras..dulu banyak ekonom rekomendasi kras di kabar pasar tvone sempet minat juga tapi ngak jadi milih ikut rekomendasi detik beli smsm .. beli 1000 jual 4200.yang lain garuda kasihan nasarudin sama si anak singkong,beli saham garuda banyak.itmg bumn toh gan baru tau.dulu itmg rajin bagi deviden sama hexa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KRAS juga salah satu saham yang harus dihindari untuk saat ini mengingat kinerjanya masih melempem.

      Delete
  2. Waw saham yang disebut agan di atas ruginya &turunya besar ..janggan 2 bentar lagi masuk ke klub gocap..kaya semua sahamnbakrie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gocap sih susah soalnya ada backing dari pemerintah

      Delete
  3. KRAS harus nunggu pabrik blast furnacenya dibangun dulu. soalnya permasalahan KRAS kayaknya dari segi bahan baku sama kurang efisiensi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kalau efisiensinya ditingkatkan lewat pabrik barunya mungkin kinerja KRAS bakal lebih baik

      Delete
  4. ANTM, gorontalo mineral kepemilikan 20% antm dan 80% BRMS, cadangan emas 105jt ton dan cadangan sumberdaya 324 jt ton, operasi semester 1 2018, kandungan per ton bijih 1,02%tembaga, 0,83 gram emas, 4,32 gram perak. sebagai pembanding cadangan newmont 16 juta ton dan freeport 2,2 milyar ton bijih

    ReplyDelete
  5. Kemaren ngak sengaja baca artikel.tambang di gorontalo harapan terakhir brms bakrie dapet untung biar dapet keluar klub gocap sama donal trump menang pilpres ..jadi kacau...harga energi naik ..saham klub gocap naik2..dah pada stres yang pegang saham klub gocap

    ReplyDelete
  6. Katanya di tambang di gorontalo gunung emas gannkadek.kalau bener aku mau kesana ah..biar ikut cicipi emas n dollar.di kebumen jawa tenggah cuma ngandalkan pisang sama pohon kelapa .hari gini ngandalkan pisang sama kelapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang kenapa kalau ngandelin pisang sama kelapa gan?

      Delete
  7. Kalo ITMG emangnya BUMN punya gan? Bukannya ITMG punya swasta. CMiiw...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya saya salah, ITMG memang milik swasta

      Delete