Wednesday, March 9, 2016

Saham Vs Emas Dalam 10 Tahun Terakhir

Pada umumnya masyarakat Indonesia lebih memilih berinvestasi emas dibandingkan investasi saham. Ketidaktahuan akan instrumen saham dan psikologi bahwa emas merupakan investasi yang aman menjadi indikator utamanya. Namun apakah pilihan itu adalah hal yang tepat? Apakah emas memberikan imbal hasil yang terbaik? Jawabannya adalah NO! Sahamlah yang memberikan imbal hasil terbaik dalam 10 tahun terakhir. Emas walaupun harganya naik namun imbal hasilnya sangat jauh dari saham. Perbandingan antara keduanya sangatlah besar dengan rasio imbal hasil 2:1 yakni 2 untuk saham dan 1 untuk emas alias imbal hasil saham dua kali lipat imbal hasil emas.
Meme Saham Vs Emas
Meme Saham Vs Emas
Sejarah Harga Saham dan Emas:
Dalam 10 tahun terakhir saham memberikan imbal hasil sebesar 394% hal itu jauh jika dibandingkan emas yang hanya naik 205% dalam 10 tahun. Angka itu dihitung secara historis dari awal tahun 2006 hingga awal tahun 2016. Data yang ditunjukkan oleh investing.com menunjukkan bahwa IHSG naik dari 1161 pada awal Januari 2006 menuju ke 4580 pada awal Januari 2016. Sedangkan emas dalam kurun waktu 10 tahun naik dari $518/ounce menjadi $1063/ounce. Hal itu menunjukkan bahwa saham memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding emas.

Meskipun terlihat perbedaan mata uang dilihat dari segi pengukurannya namun tetap sahamlah yang memberikan imbal hasil yang menguntungkan. Harga emas dalam rupiah di tahun 2006 sebesar Rp 177.500/gram dan pada Januari 2016 angka itu naik menjadi Rp 471.000/gram atau naik 265%. Bisa dilihat bahwa saham memiliki imbal hasil yang jauh lebih besar daripada emas. Jarak imbal hasilnyapun akan semakin jauh dalam jangka panjang. Di tahun 2001 harga emas Rp 90.000/gram sehingga tercatat menghasilkan 521% namun IHSG di tahun 2001 sebesar 415 saja yang artinya sudah naik 1.100% dalam 15 tahun terakhir, sekarang jelaskan? Jelas bahwa saham memberikan imbal hasil yang lebih besar dalam jangka panjang.

IHSG sebagai Indikator Semu:
Sebenarnya jika mengukur potensi saham dari IHSG masihlah kurang karena dalam IHSG terdapat saham-saham yang berfundamental jelek dan tidak jelas. Kondisi ini menyebabkan indikator IHSG kurang tepat untuk menilai potensial saham. Jika dibandingkan dengan emas, saham jauh lebih berbonafit. Lihat saja saham-saham properti dalam kurun waktu 10 tahun terakhir banyak terdapat emiten-emiten yang sahamnya naik puluhan kali. Itu karena fundamentalnya memang bagus karena pasar properti memang menggeliat dalam 10 tahun terakhir. Atau melihat saham-saham konstruksi yang naik pesat dalam kurun waktu 3 tahun ini. Anda tidak akan bisa mendapatkan kesempatan yang berbeda-beda jika berinvestasi emas. Itu karena jika memilih emas anda sudah pasti terikat di emas sedangkan di saham anda bisa memilih beraneka ragam saham yang berpotensial menurut analisa anda.

Kesimpulan:
Sejarah membuktikan bahwa berinvestasi di instrumen saham lebih menguntungkan bila dibandingkan berinvestasi di komoditas berupa emas. Semakin lama jangka waktu untuk perbandingan emas dan saham maka semakin besar pula selisihnya. Berinvestasi saham memberikan kemudahan dan pilihan yang beraneka ragam jika dibandingkan dengan emas yang hanya satu macam saja.

No comments:

Post a Comment