Friday, May 13, 2016

5 Cara Meningkatkan Passion Dalam Berinvestasi

Passion dalam investasi sangatlah penting karena tanpa adanya passion maka kegiatan investasi seperti menganalisa akan menjadi berat. Orang yang tidak memiliki passion dalam pekerjaan yang ia lakukan akan merasakan beban dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu perlu adanya passion dan passion itu sebenarnya bisa dibangun melalui hal-hal yang sederhana. Hal-hal sederhana tersebut adalah sebagai berikut:
Semangat Passion



1. Membaca Kisah-Kisah Sukses Investor
Di dunia saham banyak orang-orang yang berhasil menaklukkan pasar sehingga membuat mereka menjadi tokoh legendaris investasi. Di balik itu semua tersimpan kisah-kisah menarik yang bagus untuk dipelajari. Kisah Warren Buffett membeli Berkshire Hathaway yang ia katakan kesalahan terbesarnya padahal perusahaan itu adalah perusahaan tersuksesnya atau perjalanan karir dan pengalaman Peter Lynch sebagai manajer reksadana di Magellan merupakan hal yang menarik untuk dilihat. Dengan membaca kisah-kisah dari investor yang sukses maka itu akan membangun motivasi dan passion anda dalam berinvestasi.

2. Melihat Film-Film yang Berkaitan Dengan Investasi
Banyak film-film yang mengisahkan tentang investasi contohnya the Big Short yang mengisahkan tentang bubble di pasar properti Amerika Serikat, The Wolf of Wallstreet yang mengisahkan tentang karir Jodan Belfort sebagai broker saham yang menjalankan skema manipulasi ataupun film legendaris Wall Street pada tahun 1987 yang mengisahkan tentang kehebatan insider information (informasi dalam) di sebuah perusahaan. Film-film itu bisa menginspirasi anda dalam berinvestasi.

3. Melihat Prediksi Teknologi di Masa Depan
Teknologi selalu berganti seiring waktu dan mengetahui teknologi di masa depan itu sangat mengasyikkan. Teknologi seperti virtual reality, bedah robot dan mobil tanpa awak bisa merevolusi kehidupan. Bahkan itu pun belum seberapa karena manusia baru bisa menggunakan sumber daya di bumi, masih ada luar angkasa yang bisa di jelajahi dan potensinya unlimited. Teknologi-teknologi tersebut membuka industri baru yang dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk meraih keuntungan. Sama halnya dengan teknologi, investasi juga melihat tentang masa depan sehingga bila dengan melihat teknologi di masa depan yang mengasyikkan, maka investasi juga akan terasa menyenangkan.

4. Mempelajari Sejarah Industri di Masa Lampau
Peradaban ini sudah berjalan selama ribuan tahun dan sistem ekonomi pun berubah seiring waktu. Banyak kisah ekonomi yang dapat diceritakan di dunia selama peradaban manusia ini. Dulu orang-orang melakukan barter dalam perdagangan lalu digantikan dengan uang fisik dan sekarang orang-orang tidak perlu repot membawa uang karena uang sudah berbentuk virtual. Sejarah ekonomi memiliki banyak cerita menarik seperti perusahaan-perusahaan kecil yang berekspansi menjadi besar contohnya Walmart ataupun perusahaan besar yang bangkrut karena kalah bersaing seperti Kodak dan kisah revolusi lainnya seperti bagaimana Apple merevolusi pasar handphone sehingga Nokia menjadi kalah dalam perdagangan handphone. Sejarah-sejarah tersebut selain berguna juga sangat menghibur dan menumbuhkan keasyikan dalam berinvestasi.

5. Membaca Proyeksi Ekonomi di Masa Depan
Menganalisa proyeksi dan prospek memanglah sangat mengasyikkan begitupula membaca proyeksi ekonomi. Misalnya kita membaca artikel tentang proyeksi Indonesia Emas 2045 yang memberikan harapan yang baik di masa depan. Indonesia saat ini negara berkembang namun bukan berarti akan tetap menjadi negara berkembang di masa depan. Karena ekonomi Indonesia secara konsisten bertumbuh dan GDP perkapitanya senantiasa naik maka bisa jadi di masa depan Indonesia bisa menjadi negara maju. Membayangkannya saja sudah membuat tidak sabar itu terwujud bukan? Apalagi anda berkesempatan menjadi investor di Indonesia yang masih dalam tahap berkembang ini yang berpotensi menjadi negara maju di masa depan.

Kesimpulan:
Itulah lima cara yang  meningkatkan passion dalam berinvestasi pada diri anda. Metode-metode tersebut sebenarnya hanya membantu anda menjadi gemar dalam berinvestasi. Namun itu semua kembali kepada sifat-sifat individu masing-masing karena tidak semua orang memiliki kesenangan yang sama.

No comments:

Post a Comment