Sunday, May 15, 2016

Melihat Prospek Tiphone Mobile (TELE)

Industri telepon selular merupakan industri yang sedang bertumbuh di era yang modern ini. Kebutuhan masyarakat akan gadget sudah seperti kebutuhan pokok yang membuat gadget tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari. Hampir setiap orang memiliki gadget untuk menunjang berbagai kegiatan mereka sehari-hari. Oleh karena itu pangsa pasar industri gadget sangatlah besar sekarang dan banyak perusahaan mulai melirik pangsa pasar smartphone ini. 
Tiphone Mobile Indonesia
TELE dan Anak Perusahaannya


Di BEI terdapat emiten yang bergerak di bidang ini yaitu Tiphone Mobile Indonesia dengan kode saham TELE. Segmen bisnis TELE terdiri dari penjualan gadget dan distribusi pulsa. Selain menghadirkan berbagai pilihan produk komunikasi merek Tiphone berikut aksesorisnya serta telepon selular merek-merek internasional lainnya, TELE juga menawarkan produk-produk operator seperti paket kartu perdana prabayar dan voucher (pulsa isi ulang) dari berbagai operator selular di Indonesia seperti PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan Telkom Flexi yang merupakan grup PT Telekomunikasi Indonesia Tbk serta PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk). TELE juga memberikan layanan konten dan layanan yang menawarkan jasa perbaikan perangkat keras maupun lunak kepada konsumen, penjualan suku cadang dan galeri produk. 

Kegiatan usaha TELE dilakukan melalui jalur distribusi dan ritel. Di samping itu TELE juga mendistribusikan produk melalui katalog bank nasional dan internasional di Indonesia kepada nasabah kartu kredit dan perbankan bank-bank tersebut. Dengan jaringan distribusi yang luas yang meliputi seluruh wilayah Indonesia, TELE menyediakan layanan distribusi dengan infrastruktur yang terus berkembang bagi para produsen perangkat telekomunikasi selular dan operator jaringan selular.

TELE bekerja sama dengan Telkomsel dan sejumlah bank. Kerja sama ini berupa perjanjian penjualan voucer pulsa melalui mesin ATM dan online banking. Kerjasama ini dimulai pada September 2015.
Bisnis Tiphone Mobile TELE
TELE Bergerak di Bisnis Distribusi Gadget dan Pulsa
Konsep bisnis TELE yang beralih fokus pada distribusi pulsa sangat bagus di tengah industri smartphone yang mulai jenuh karena banyaknya kompetisi dari berbagai merek smartphone. Hal itu tercermin dari kinerjanya pada beberapa tahun terakhir. Pendapatan TELE di tahun 2013 sebesar Rp 10,4 triliun lalu meningkat di tahun 2014 menjadi Rp 14,5 triliun dan di tahun 2015 sebesar Rp 22 trilun. Laba bersihnya juga meningkat secara berturut-turut sebesar Rp 294 miliar, Rp 311 miliar dan Rp 370 miliar di tahun 2015. Di kuartal I pendapatan TELE meningkat sebesar 54% dan laba bersihnya meningkat sebesar 25%. Bisnis gadgetnya mengalami stagnansi yang hanya bertumbuh 1,7% namun pendapatan bisnis pulsanya meningkat pesat yang naik sebesar 96% yang berarti manajemen TELE melakukan kebijakan yang tepat dengan memperkuat bisnis pulsanya.

Saat ini TELE dihargai lumayan murah di harga 650 yang mencerminkan PER 11 dan PBV 1,5 yang menandakan cukup murah dengan prospek TELE yang bagus. Saham TELE sudah mengalami penurunan sebesar lebih dari 30% dalam setahun terakhir yang membuat harganya murah seperti sekarang. Posisi chart TELE masih menunjukkan downtrend namun valuasinya sekarang termasuk cukup murah dengan prospek TELE yang masih cerah dan terbukti dari laporan keuangannya yang terus menunjukkan peningkatan.

Kesimpulan:
Berbeda dengan distributor handphone pada umumnya, bisnis TELE tidak hanya di gadget namun juga dalam distribusi pulsa. Persaingan pangsa pasar smartphone yang ketat tidak menenggelamkan bisnis TELE karena TELE menjual bahan bakar smartphone itu sendiri. Saham TELE telah mengalami penurunan yang dalam sejak penurunan IHSG di tahun 2015 dan memberikan peluang kepada investor yang berani untuk meraih keuntungan. 

No comments:

Post a Comment