Sunday, August 21, 2016

Mengenal Sektor Dalam Dunia Bisnis dan Saham di Indonesia

Dunia saham sangatlah luas dan memiliki berjenis-jenis saham yang berbeda. Saham-saham tersebut juga tergolong dalam bagian-bagian tipe bisnis yang bisa kita sebut Sektor. Sektor satu dengan yang lain sangatlah berbeda dan produknya pun juga berbeda. JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification) merupakan klasifikasi sektor-sektor saham yang ada di BEI yang dulunya masih berupa BEJ (Bursa Efek Jakarta). Klasifikasi tersebut diperkenalkan pada tanggal 28 Desember 1995 dengan 9 klasifikasi utama sektor bisnis. Berikut ini adalah 9 klasifikasi tersebut dan uraiannya:
Sector
Dunia Bisnis Terbagi dalam Beberapa Sektor yang
Berikatan Satu Sama Lain

1. Sektor Pertanian
Sektor ini merupakan sektor tertua yang ada sejak zaman manusia purba. Sektor pertanian meliputi perkebunan, peternakan, perikanan dll. Sektor ini menghasilkan sumber daya alam hayati berupa makanan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Berinvestasi di sektor pertanian merupakan hal yang cukup berisiko karena banyak pengaruh dari alam ataupun dari harga produknya di pasar. Harga produk yang jatuh akan membuat labanya juga ikut jatuh dan begitupula sebaliknya. Karena dipengaruhi oleh harga dan keadaan alam maka rata-rata perusahaan di bidang pertanian memiliki laba yang tidak stabil dari waktu ke waktu. Tips dari berinvestasi di sektor ini adalah dengan memperhatikan harga produknya, bila kita mampu memproyeksikan harga produknya maka kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari saham perusahaannya.

2. Sektor Pertambangan
Seperti namanya sektor ini menghasilkan berbagai jenis hasil tambang mulai dari mineral, batu bara hingga minyak dan gas. Sektor pertambangan hampir sama dengan pertanian karena dipengaruhi harga produk di pasar. Harga produk yang tinggi akan membuat harga sahamnya naik dan begitupula sebaliknya. Saham ini merupakan saham musiman karena memang harga hasil tambang sangat fluktuatif di pengaruhi oleh pasar. Oleh karena itu sektor pertambangan merupakan sektor siklus karena memiliki siklus dimana harga produknya akan melambung tinggi namun suatu saat juga bisa jatuh hingga serendah-rendahnya. Tips berinvestasi di sektor ini adalah membeli saat harga produknya rendah dan menjualnya ketika harga produknya mencapai titik yang tinggi. Bila dilakukan secara sebaliknya malah berakibat fatal karena biasanya bila harga produk tambang mencapai level tertinggi maka akan tiba waktunya harga itu akan jatuh. Prestasi fundamental perusahaan kurang berpengaruh dalam kenaikan sahamnya jadi kita hanya perlu fokus ke harga produknya.

3. Sektor Industri Dasar dan Kimia
Sektor ini memproduksi bahan baku dasar dan bahan-bahan kimia. Sektor ini bisa dikatakan sektor yang bertumbuh ataupun sektor siklus karena permintaan yang berubah-ubah setiap tahunnya. Contoh dari sektor ini adalah industri semen, plastik dan kemasan, kertas dan cairan kimia. Tips berinvestasi di sektor ini adalah dengan memperhatikan permintaan pasar akan produknya. Misalnya saja ketika pemerintah menggenjot infrastruktur maka industri semen akan menggeliat karena permintaan akan semen meningkat akibat proyek infrastruktur. Permintaan yang meningkat tersebut akan mendongkrak penjualannya yang bisa membuat bisnisnya bertumbuh dan alhasil sahamnyapun juga akan ikut naik.

4. Sektor Aneka Industri
Sektor aneka industri bisa meliputi industri otomotif, tekstil dan garment, kabel dan elektronika. Sektor ini juga bisa masuk ke dalam sektor bersiklus karena permintaannya yang dapat berubah-ubah apalagi industri otomotif. Sektor aneka industri merupakan sektor yang rawan hancur ketika terjadi krisis karena krisis bisa melemahkan permintaan akan produk dari industri yang bisa berakibat kerugian bagi perusahaan di dalamnya. Namun ketika ekonomi menggeliat sektor ini juga akan mengikuti untuk menggeliat. Oleh karena itu berinvestasi di sektor ini bagus dilakukan ketika ekonomi bertumbuh dengan cepat.

5. Sektor Industri Barang Konsumsi
Sektor industri barang konsumsi merupakan sektor yang memproduksikan kebutuhan sehari-hari masyarakat umum. Industri yang ada di dalamnya antara lain makanan dan minuman, farmasi, kosmetik dan peralatan rumah tangga lainnya. Meskipun terjadi krisis namun masyarakat tetap membutuhkan konsumsi sehari-harinya dan itulah hal yang merupakan kelebihan dari sektor ini. Sektor ini tergolong sebagai sektor yang stabil karena permintaannya yang juga stabil dan selalu bertumbuh seiring meningkatnya penduduk. Oleh karena itu saham-sahamnya merupakan saham dengan pertahanan yang bagus ketika krisis menerpa. Krisis ataupun tidak semua orang membutuhkan makanan dan minuman ataupun obat-obatan.

6. Sektor Properti dan Real Estate
Sektor properti merupakan sektor yang memperjual belikan aset properti seperti rumah atau apartemen. Sektor ini adalah sektor yang terus bertumbuh karena bisnisnya merupakan kebutuhan utama setiap orang. Semua orang membutuhkan rumah dan kebutuhan rumah dari waktu ke waktu selalu bertambah karena pertumbuhan penduduk dan minat investasi. Dari waktu ke waktu harga properti terus mengalami kenaikan karena permintaannya yang besar. Namun itu bukan berarti sektor properti aman. Sektor properti memiliki risiko yang sangat besar karena sebagian besar clientnya berhutang dalam membeli properti. Bila terjadi gagal bayar yang besar dalam sektor properti maka itu akan membuat sebuah krisis yang besar dan sebagai contohnya adalah Subprime Mortgage Crisis di tahun 2008. Suku bunga yang besar akan mematikan sektor ini karena membuat nilai pinjaman semakin besar. Sebaiknya membeli saham properti ketika ekonomi menggeliat dan bukannya lesu karena ketika ekonomi menggeliat orang-orang tidak ragu untuk membeli properti dan ketika ekonomi lesu atau terpuruk maka orang-orang akan menunda waktu untuk membeli properti.

7. Sektor Transportasi dan Infrastruktur
Sektor transportasi dan infrastruktur merupakan sektor yang saling berhubungan dengan transportasi sebagai objeknya dan infrastruktur sebagai medianya. Industri transportasi bergantung kepada harga bahan bakar karena merupakan beban utamanya dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu harga BBM bisa mempengaruhi kinerja perusahaan di industri transportasi. Industri infrastruktur bergantung kepada APBN infrastruktur negara serta pertumbuhan ekonomi. Bila APBN infrastruktur di naikkan maka akan menjadi pendorong positif bagi perusahaan infrastruktur terutama perusahaan konstruksi BUMN.

8. Sektor Keuangan
Sektor keuangan terdiri dari berbagai macam industri mulai dari perbankan, asuransi, pembiayaan, perusahaan efek dan lain sebagainya. Sektor ini merupakan darah dari ekonomi karena pusat tempat arus uang berputar. Sektor ini berisiko besar terhadap krisis terutama sektor perbankan. Banyak bank dan lembaga keuangan yang bangkrut ketika terjadi krisis. Namun ketika ekonomi menggeliat sektor ini mendapatkan keuntungan yang baik.

9. Sektor Perdagangan dan Jasa
Sesuai namanya sektor ini merupakan sektor yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Industri perdagangan tersebut antara lain dapat berupa retail hingga wholeseller. Sedangkan industri jasa merupakan industri yang tidak memiliki produk melainkan jasa seperti jasa pelayanan. Sektor ini merupakan sektor yang kuat karena merupakan kebutuhan umum masyarakat sehari-hari. Orang-orang selalu berbelanja dan membutuhkan jasa sehingga sektor ini termasuk kuat dalam menghadapi krisis.

Kesimpulan:
Itu semua adalah kesembilan sektor yang ada di BEI. Masing-masing sektor tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dengan mencermati sektor maka kita dapat melihat gambaran yang lebih luas sebelum berinvestasi di perusahaan. Kita juga dapat memilih sektor yang lebih cocok untuk visi investasi kita. Setelah memilih sektor yang cocok tugas kita selanjutnya adalah memilih perusahaan terbaik di sektor tersebut dan kita akan mendapatkan imbal hasil yang maksimal.

No comments:

Post a Comment