Saturday, August 27, 2016

Pengertian Stock Split

Apa itu Stock Split?
Stock split merupakan tindakan korporasi untuk memecah atau membagi satu saham menjadi beberapa saham. Dengan adanya stock split maka jumlah lembar saham akan meningkat dan harganya akan turun. Namun meskipun demikian, total nilai dari saham tersebut tidak berubah alias tetap sama dibandingkan sebelum terjadi stock split. Hal itu karena stock split tidak memberikan nilai yang nyata dan hanya membagi kedalam beberapa bagian. Ibarat persegi dengan luas 100 cm2 dibagi menjadi empat persegi dengan luas 25 cm2, total sebelum dan sesudahnya tetaplah sama.
Stock Split
Satu Lembar Saham XYZ yang di Stock Split
Menjadi 4 Lembar Saham
Melihat Stock Split Lebih dalam Lagi
Misalkan saja perusahaan A memiliki 10 juta lembar saham dengan nilai Rp 1.000 setiap lembarnya, itu berarti nilai pasarnya sebesar Rp 10 miliar. Jajaran Direksi perusahaan A memutuskan untuk melakukan stock split sebesar 1:2 yang artinya 1 saham menjadi 2 saham. Setelah dilakukan stock split maka jumlah lembar sahamnya menjadi 20 juta lembar dan harganya menjadi Rp 500 yang menunjukkan nilai pasar yang sama yakni Rp 10 miliar.

Lalu mengapa perusahaan melakukan stock split?

1. Untuk Menurunkan Harga agar Dapat Dijangkau Investor Retail
Dengan adanya stock split maka otomatis harga saham akan turun di pasar sehingga membuat saham menjadi lebih mudah didapatkan dengan modal yang sedikit. Investor retail yang memiliki modal sedikit akan kesulitan untuk membeli saham yang nilainya puluhan ribu karena regulasi yang mengharuskan untuk pembelian dan penjualan minimal 1 lot atau 100 lembar. Karena itu investor harus menyediakan uang jutaan untuk membeli saham yang nilainya puluhan ribu. Lain nalnya ketika sudah dilakukan split menjadi tadinya puluhan ribu menjadi ribuan. Investor retail hanya memerlukan uang yang lebih kecil untuk membeli 1 lot saham tersebut.

2. Meningkatkan Likuiditas
Stock split membuat harga saham menjadi lebih terjangkau dan itu akan membuat investor retail lebih mudah dalam memperdagangkan sahamnya. Bila investor mudah dalam memperdagangkan sahamnya maka transaksipun akan menjadi lebih sering dan ramai sehingga meningkatkan likuiditas. Selain itu harga saham yang rendah membuat jarak antara bid dan offer menjadi lebih rendah pula sehingga investor akan lebih mendapatkan harga yang pas dibandingkan dengan harga yang tinggi.

Kesimpulan:
Meskipun sejatinya stock split tidak memberikan hasil perbedaan yang real namun seringkali membuat efek positif dalam jangka pendek karena persepsi yang berpikir bahwa stock split membuat saham menjadi murah. Namun jangan salah paham bahwa rasio-rasio fundamental tidak akan berubah setelah stock split dan itu tidak membuat saham menjadi murah secara fundamental.

No comments:

Post a Comment