Tuesday, August 30, 2016

Perusahaan Start Up Bisa Melantai di Bursa

Selama ini Bursa Efek Indonesia hanya memasukkan perusahaan-perusahaan yang telah menjalani bisnisnya bertahun-tahun dan sudah mendapatkan keuntungan. Perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO telah memiliki laba yang besar dari bisnisnya. Lain halnya dengan perusahaan start up yang belum menghasilkan keuntungan. Seperti namanya, perusahaan start up adalah perusahaan yang baru mulai menjalankan bisnisnya sehingga umur dari perusahaan start up masih sangat muda. Namun setelah saya membaca sebuah artikel Kontan, ternyata bisnis start up juga dapat melantai di bursa dengan melalui prosedur yang telah ditentukan. Ini adalah hal yang baik karena semua bisnis diawali oleh sebuah start up, karena tidak ada perusahaan yang langsung menjadi besar.
Start Up
Start Up Meningkatkan Inovasi dan Teknologi
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menjelaskan, ada beberapa pengganjal perusahaan start-up melakukan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).
"Syarat go public hanya dua yaitu legal administration harus clean dan memiliki mimpi ke depan," jelas Tito
Namun persoalannya, lanjut Tito, hingga saat ini sulit untuk mengkapitalisasi program-program dari perusahaan startup yang nantinya akan masuk pada struktur modal. Selain itu, permasalahan legal administrasi pada perusahaan mereka harus sudah rapi.
”Masalahnya itu saja. Sedangkan kita sudah terbuka perusahaan rugi juga bisa listed, asalkan ditahun kedua mereka bisa untung,” kata Tito.

Keuntungan Investasi di Bisnis start up:
Sekarang ini bisnis start up yang berbasis teknologi adalah masa depan. Banyak perusahaan start up yang sukses seperti Gojek, Uber, Facebook, Apple, Microsoft dan masih banyak lagi perusahaan berbasis teknologi yang sukses mendulang keuntungan dan popularitas. Perusahaan-perusahaan ini awalnya hanyalah perusahaan kecil dan kini telah berkembang menjadi perusahaan monster raksasa yang memonopoli bisnisnya. Sehingga jika anda berinvestasi pada perusahaan-perusahaan tersebut ketika masih menjadi startup maka aset anda dapat berlipat ganda dalam waktu yang cepat. Inilah salah satu keuntungan dari berinvestasi di perusahaan start up dan alasan mengapa investasi di start up sangat populer di Amerika Serikat.

Bursa di Amerika Serikat sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Amerika Serikat segala jenis perusahaan bebas melantai di bursa salah satunya adalah perusahaan start up. Perusahaan start up ini tidak menghasilkan keuntungan dan malah merugi dalam laporan keuangannya namun perusahaan tersebut tetap masih dapat melantai di bursa karena membawa prospeknya yang cerah di masa depan. Investor akan berpikir bahwa mungkin perusahaan ini masih merugi namun di masa depan mungkin akan menghasilkan laba yang besar. Salah satu contohnya adalah Facebook, dulu facebook hanyalah sebatas penghubung komunikasi yang memiliki sedikit iklan namun sekarang facebook memiliki miliaran pengguna di seluruh dunia dan pendapatan yang besar dari sponsor. 

Risiko Start Up Lebih Besar:
Ibarat kata kita seperti berinvestasi pada saat bayi masih di dalam kandungan. Bisnis start up masih belum jelas akan bertahan atau tidak jika dibandingkan berinvestasi pada perusahaan yang sudah menjalankan bisnisnya dalam jangka panjang. Banyak start up yang gagal dan dilupakan begitu saja seperti pada era bubble dot com di Amerika Serikat pada tahun 1990-an hingga 2000-an. Mereka menawarkan prospek yang cerah pada masa itu namun realitanya mereka tidak dapat mengubah prospek menjadi keuntungan untuk mereka. Akhirnya perusahaan-perusahaan berbasis dot com tersebut harus dinyatakan bangkrut dan modal investorpun hilang tak bersisa. 

Namun risiko yang besar tersebut berbanding lurus jika perusahaan tersebut sukses di masa depan. Dulu Facebook hanyalah penghubung antar mahasiswa kampus sekarang sudah menjadi penghubung semua orang di dunia. Apple hanyalah perusahaan start up yang dikerjakan oleh dua orang mahasiswa dropout dengan modal hanya ribuan dollar saja dan sekarang nilainya sudah mencapai ratusan miliar dollar. Uber di awali oleh sebuah tweet yang akhirnya tweet itu dinyatakan sebagai billion dollar tweet.

Kesimpulan:
Masuknya perusahaan start up ke dalam bursa akan membawa kemajuan dalam perkembangan teknologi dan inovasi karena perusahaan start up yang kekurangan modal dapat mencari tambahan modal di bursa. Selain itu kehadiran perusahaan start up dapat meramaikan bursa dan membuat pilihan investasi yang bervariasi.

No comments:

Post a Comment