Thursday, August 18, 2016

Saham Waskita Karya Masih Layak Beli Walaupun Mahal

Kenaikan saham Waskita Karya (WSKT) membuat saham ini menjadi semakin mahal. Saham ini adalah salah satu saham konstruksi BUMN yang terbaik karena harganya yang selalu naik dalam 3 tahun terakhir. Hal itu tentu saja karena didukung oleh faktor fundamentalnya yang memang kinerja Waskita Karya yang moncer dalam 3 tahun terakhir. Namun saham Waskita Karya sudah meroket tajam ditahun ini yakni naik dari 1700-an ke 2700-an atau naik sebesar 64%. Karena kenaikannya yang super maka saham ini menjadi mahal namun saya tidak akan mengatakan overpriced karena potensinya yang tinggi. Saham WSKT di harga 2800 memiliki rasio PE sebesar 31 dengan patokan laba di tahun 2015. Rasio PE diatas 20 bisa dikatakan mahal apalagi yang memiliki PER 30-an. Namun itu hal yang berbeda untuk saham WSKT. Berikut ini ulasannya.
Logo Waskita Karya WSKT

Laporan Keuangan
Investor saham Waskita Karya boleh bersenang diri pasalnya pada semester 1 2016 ini Waskita Karya tetap memberikan kinerja yang luar biasa. Pendapatannya naik dari Rp 3,98 triliun menjadi Rp 8 triliun atau bisa dikatakan naik 100%. Laba bersihnya pun juga meningkat dari Rp 171,48 miliar pada semester 1 2015 menjadi Rp 582,23 miliar pada semester 1 2016 yang artinya meningkat 241%! Dari laporan keuangan ini bisa menjadi pengerek saham WSKT untuk lebih tinggi lagi. Yang jadi masalahnya apakah hasil laporan keuangan tahunannya akan membukukan pendapatan dan laba bersih yang meningkat pesat atau tidak. Perlu diketahui bahwa sulit memprediksi pendapatan dan laba perusahaan konstruksi karena bergantung kontrak yang tidak menentu. Namun sudah pasti pendapatan dan laba bersih WSKT meningkat di akhir tahun 2016 bila tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. 

Berita Positif
Waskita Karya berhasil memenangkan kontrak baru proyek LRT (Light Rail Transit) yang ada di Palembang sebesar Rp 11,1 triliun. Dengan adanya kontrak itu maka WSKT sudah mendapatkan kontrak sebesar Rp 45,6 triliun atau setara dengan 69% target kontrak tahun ini yang sebesar Rp 66 triliun. Waskita juga sedang gencarnya memperbesar kepimilikan tol yang akan membuat keuangannya semakin kuat di masa depan. Sektor konstruksi masih menjadi primadona karena memang pemerintahan Jokowi sedang menggenjot sektor ini. Jadi walaupun secara fundamentalnya WSKT bagus namun yang menjadi penggerak utamanya adalah spekulasi dan para trader. Sehingga saham-saham konstruksi menjadi tidak undervalue.

IPO Anak Usahanya Waskita Beton Precast
Tahun 2016 akan bertambah satu lagi emiten BUMN yang merupakan anak usaha Waskita Karya yaitu Waskita Beton Precast. IPO anak usaha ini akan berdampak positif terhadap induknya karena memperkuat modal anak usaha, menambah modal anak usaha untuk berekspansi sehingga meningkatkan laba yang bisa diatribusikan ke induknya yaitu Waskita Karya. Selain itu bila kinerja Waskita Beton Precast ternyata bagus seperti yang manajemen prediksikan maka itu akan menambah poin positif terhadap induknya yaitu WSKT. Jadi jika IPO Waskita Beton Precast sukses dan kinerjanya di masa depan bagus maka itu juga akan mendongkrak harga saham WSKT.
Kantor Waskita Beton Precast
Kantor Waskita Beton Precast
Kesimpulan:
Di harga 2800 saham WSKT merupakan saham yang premium namun itu wajar karena Waskita Karya sendiri memiliki track record dan kinerja yang bagus. Bila laporan keuangan tetap bagus sampai akhir tahun dan IPO anak usahanya sukses maka itu akan mendongkrak saham WSKT ke level yang lebih tinggi.

No comments:

Post a Comment