Thursday, September 1, 2016

5 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli Pada September 2016

Awal bulan September 2016 diawali dengan penurunan IHSG yang cukup tajam yakni 0,96%. Selain itu juga IHSG telah membentuk arah downtrend dalam jangka pendek. Meskipun IHSG di awal bulan ini dipenuhi kekhawatiran namun bila anda seorang investor jangka panjang maka anda tidak perlu khawatir. Apalagi jika anda adalah seorang investor jangka panjang yang mengoleksi saham-saham dividen maka koreksi ini adalah hal yang bagus untuk membeli saham yang lebih banyak lagi.

Investasi Dividen

Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham yang memberikan dividen. Ada yang memberikan dividen dengan persentase yang besar dari harganya dan ada pula yang kecil. Investor sebaiknya menghindari jumlah dividen yang terlampau besar karena dividen itu sulit untuk berulang di tahun-tahun berikutnya sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Dividen yang baik adalah yang jumlahnya normal tapi bertumbuh tiap tahunnya mengikuti laba dari perusahaannya. Pertumbuhan dividen yang terus menerus dalam bertahun-tahun akan membuat investornya balik modal hanya dari dividen tersebut. Langsung saja berikut adalah daftarnya:

1. Millennium Pharmacom International (SDPC)
SDPC

Meskipun saham ini baru memberikan dividen di tahun 2016 namun SDPC layak dilirik. Pasalnya SDPC memiliki valuasi yang rendah yakni rasio PE sebesar 5 di harga 100. SDPC juga memberikan dividen sebesar Rp 3/lembar yang mencerminkan dividen yield 3%. Pada laporan Q2 2015 SDPC mencatatkan kenaikan pendapatan 17,8% dan laba sebesar 39%. Hal itu sejalan dengan ekspektasi perseroan yang menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 20%. Dalam setahun saham SDPC sudah naik sebesar 25% namun tetap saja harganya murah dan ini adalah momentum untuk mengoleksinya.

2. Bank Tabungan Negara (BBTN)
BBTN
Kendati harganya sudah naik signifikan karena naik 100% dalam setahun ini namun BBTN masih layak untuk dimasukkan ke portofolio investasi. Kinerja yang bagus pada tahun lalu dan semester ini adalah salah satu alasannya. Pendapatan bunga BBTN meningkat sebesar 14,6% dan labanya meningkat sebesar 25%. Valuasi BBTN juga tergolong murah, di harga 2000 BBTN memiliki rasio PE sebesar 10. Pada tahun ini BBTN memberikan dividen sebesar Rp 35/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 1,75%. Meskipun yieldnya kecil namun dividennya meningkat dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 21/lembar. BBTN memiliki prospek yang cerah sehingga layak dikoleksi untuk jangka panjang.

3. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR)
BJBRBJBR juga termasuk saham bank yang mencatatkan kenaikan saham yang sangat signifikan. Bayangkan saja saham ini naik sebesar 134% dalam setahun. Kenaikan sahamnya sejalan dengan fundamentalnya yang mengalami kenaikan juga. Tahun lalu laba BJBR melonjak 24,7% dan pada semester ini labanya melonjak juga sebesar 47% diikuti oleh kenaikan pendapatan sebesar 25%. Kendati naik dengan sangat tajam namun saham BJBR masih undervalue dengan rasio PE sebesar 9. BJBR juga terkenal royal dalam pemberian dividen kepada pemegang sahamnya. Tahun ini BJBR memberikan dividen sebesar Rp 85/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 5,25% di harga 1600. Kabar baiknya lagi adalah saham BJBR seperti BJTM yaitu memiliki pola naik ketika menuju hari pembagian dividennya.

4. Tiphone Mobile Indonesia (TELE)
TELEDi tengah persaingan bisnis sellular yang ketat TELE masih membukukan kinerja yang solid. Terbukti bisnis pulsanya memberikan dampak yang bagus kepada perseroan karena kinerjanya bagus di semester ini. Pada semester ini pendapatan TELE meningkat sebesar 42% dan laba bersihnya meningkat sebesar 19,7%. Secara valuasi pun TELE tidak terlalu mahal karena di harga 640 rasio PEnya sebesar 11. TELE juga memberikan dividen sebesar Rp 13/lembar dengan yield sebesar 2%. Sayangnya saham TELE tidak terapresiasi oleh kinerjanya karena mengalami penurunan sebesar 18% dalam setahun ini. Namun itu membuat sahamnya menjadi undervalue karena kinerjanya yang bagus di tahun ini.

5. Jatsuindo Tiga Perkasa (JTPE)
JTPEJasuindo merupakan perusahaan produsen dokumen-dokumen sekuriti, niaga, dan teknologi kartu. Kinerjanya tergolong ciamik karena bertumbuh dalam tiga tahun terakhir. Semester ini JTPE membukukan pendapatan yang naik sebesar 28% dan laba bersih yang naik 64% dari periode sebelumnya. Saham JTPE terlalu rendah untuk kinerjanya ini karena di harga 230 saham ini memiliki rasio PE sebesar 6. JTPE juga memberikan dividen sebesar Rp 14/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 6%. Dividen yieldnya sangat besar padahal rasio pembayaran dividennya sebesar 36% saja, itu karena harga sahamnya yang sangat undervalue dan belum terapresiasi oleh pasar. Secara grafik juga saham JTPE tidak konsisten dan cenderung downtrend namun karena itulah saham ini menjadi undervalue. Mungkin karena efek hutangnya yang tergolong besar sehingga investor ragu untuk membeli saham ini. Namun jika bisnisnya tetap solid dan membukukan kenaikan dalam bisnisnya maka JTPE adalah saham yang layak untuk diinvestasikan.

Kesimpulan:
Itulah saham-saham berdividen yang layak untuk diinvestasikan. Saham-saham tersebut membukukan kinerja yang bagus di semester ini dan memiliki potensi untuk menuju ke utara cepat atau lambat.

4 comments:

  1. Caranya beli saham gmn bang daftarnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat dulu akun trading di sekuritas yang bapak percaya, setelah itu bapak bisa bertransaksi jual beli saham

      Delete
  2. ijin share, clpi salah satu stock dividen,estimasi dividen tahun 2016 sekitar Rp.80 diambil dari 30% laba estimasi laba 2016 Rp.280. dengan harga saham clpi sekarang Rp.970 maka dividen payout ratio sekitar 8.2%. dengan PER dibawah 4 CLPI dan PBV dibawah 1 CLPI layak untuk dikoleksi, disclaimer on.

    ReplyDelete
    Replies
    1. CLPI juga bagus untuk dikoleksi sekarang. Silahkan di share pak dan mohon cantumkan sumbernya :)

      Delete