Friday, September 2, 2016

7 Kesalahan yang Dilakukan Oleh Investor Saham Pemula

Semua investor pernah mengalami yang namanya menjadi pemula pada masa awal-awal mereka berinvestasi. Sadar atau tidak mereka melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi apabila mereka memikirkannya dalam-dalam sebelum memulai investasi. Kesalahan tersebut bisa berdampak pada kesuksesan mereka dalam berinvestasi dan bisa saja kesalahan itu tetap ada hingga sekarang karena dunia investasi selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Warren Buffett juga pernah membuat kesalahan-kesalahan di awal karir investasinya dan hingga sekarang pun ia masih membuat kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna namun kita harus terus belajar untuk memperbaiki diri dan membuat diri kita lebih baik dari yang sebelumnya. Berikut ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh investor saham pemula agar anda tidak melakukan hal yang sama:
Penyesalan
Kesalahan Dapat Menghancurkan Nilai Investasi Anda
1. Tidak Melakukan Analisa Sebelum Membeli
Ini adalah kesalahan yang sangat fatal karena membeli saham tanpa melakukan analisa itu sama seperti berjudi. Peter Lynch mengatakan "Apabila anda membeli saham tanpa analisa itu sama saja seperti anda berjudi poker dengan kartu anda yang tertutup". Orang yang membeli saham itu tidak akan tahu apa yang ia beli padahal seharusnya dalam setiap transaksi pembeli seharusnya mengerti apa yang dia beli. Lakukan analisa fundamental dan teknikal ketika membeli saham karena saham bukanlah murni perjudian. Ada ilmu yang harus diterapkan di dalamnya agar dapat meraih keuntungan.

2. Serakah Melihat Saham yang Naik Banyak
Investor pemula akan kagum melihat saham-saham yang naik puluhan persen dalam sehari. Mereka berpikir apabila mendapatkan saham tersebut mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Padahal pada kenyataannya saham-saham tersebut adalah jenis saham gorengan yang harganya bisa naik turun dalam waktu yang singkat. Saham tersebut digoreng oleh bandar saham untuk menggaet investor-investor ritel terutama investor pemula yang menginginkan keuntungan. Setelah itu harganya akan dijatuhkan, teknik ini biasa disebut pump and dump. Bukannya malah mendapatkan keuntungan investor pemula yang membeli saham yang digoreng akan merasakan kerugian karena harganya yang jatuh kembali setelah naik.

3. Takut Ketika Terjadi Koreksi Pasar
Saham bisa naik dan bisa pula turun, tidak mempersiapkan diri menghadapi koreksi pasar adalah hal yang buruk. Bila seorang investor takut akan terjadinya koreksi pasar maka sebaiknya mereka keluar dari bisnis ini karena koreksi pasar adalah hal yang lumrah terjadi sepanjang waktu. Koreksi pasar akan terjadi ketika harga naik terlalu tinggi dan pasar akan menyetabilkannya dengan turun kembali. Tidak mungkin saham akan naik terus tanpa adanya penurunan karena saham adalah instrumen investasi yang berfluktuasi. Tidak suka? Parkir saja di deposito. Namun saham memberikan imbal hasil yang sangat besar dalam jangka panjang dan nilainya melebihi instrumen investasi lainnya.

4. Hanya Mengikuti Rekomendasi Orang
Sama seperti yang tidak melakukan analisa, mengikuti rekomendasi orang akan berbahaya jika anda tidak melakukan analisa sendiri pula. Bisa saja rekomendasi tersebut tidak bagus karena tidak sejalan dengan pikiran anda. Meskipun seringkali rekomendasi itu benar namun ada pula rekomendasi yang meleset karena sejatinya tidak ada yang sempurna. Namun apabila anda barengi dengan analisa anda maka setidaknya anda dapat memetik pelajaran dari kesalahan investasi sehingga dapat menjadi inevestor yang lebih baik di masa yang akan datang.

5. Menghiraukan Analisa Fundamental
Sejatinya saham merupakan bagian dari suatu perusahaan. Itu berarti suatu saham merupakan cermin dari kinerja perusahaan. Tidak melakukan analisa kinerja perusahaan yang ada di balik suatu kode saham adalah kesalahan yang besar. Warren Buffett mengatakan "Bila perusahaan kinerjanya bagus maka harga sahamnya akan mengikuti" begitu pula sebaliknya bila perusahaan merugi terus otomatis cepat atau lambat maka harga sahamnya akan jatuh. Saham adalah sebuah kepemilikan perusahaan dan bukan kode togel jadi lakukan analisa perusahaan di balik kode sahamnya.

6. Tidak Berinvestasi Jangka Panjang
Saham masuk ke dalam instrumen investasi jangka panjang yang artinya saham memberikan imbal hasil yang besar dalam jangka panjang. Dengan berinvestasi jangka panjang maka risiko saham akan dapat diminimalisir. Peter Lynch mengatakan "Memprediksi saham akan naik atau turun dalam 1-2 tahun itu sulit, kamu bisa melempar koin untuk menentukannya. Saham lebih mudah diprediksi dalam 10-20 tahun". Terkadang saham yang bagus mengalami penurunan dalam setahun karena sentimen negatif dan naik pesat dalam beberapa tahun. Investor yang melakukan cut loss di saham ini hanya bisa melihat saham tersebut naik tanpa mendapatkan keuntungan.

7. Membeli Saham Gocap
Ini adalah faktor psikologi yang ada di dalam otak investor. Mereka berpikir bahwa harga 50/lembar adalah harga yang murah dan tidak bisa turun lagi. Namun hal tersebut tidak demikian karena faktor murah suatu saham ditentukan oleh rasio-rasio fundamental dan bukan dari harganya. Saham GGRM yang mahal jauh lebih murah dibandingkan saham BUMI yang gocap. Perkara harganya tidak bisa turun lagi itu memang benar jika di pasar regular namun di pasar negosiasi harga saham bisa ditransaksikan 10-20 rupiah saja perlembarnya. Banyak saham-saham gocap yang tertidur dan membuat investornya nyangkut total.

Kesimpulan:
Itulah kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh investor saham yang baru terjun di dunia saham. Kabar buruknya bila tidak ada yang mengingatkan kesalahan-kesalahan tersebut akan terus berlanjut terus dalam waktu yang lama. Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk investor yang akan terjun ke dunia saham ataupun investor yang masih menderita kerugian dalam jangka panjang di dunia saham.

No comments:

Post a Comment