Thursday, September 29, 2016

Analisa Fundamental Saham Indorama Synthetics (INDR)

Sebenarnya saya melakukan analisa ini bukan karena saham INDR sedang berprospek untuk diinvestasikan. Namun saya melakukan analisa ini karena sebuah request dari seseorang yang mengajukannya di fanpage Facebook. Karena saya memiliki waktu luang maka saya bersedia untuk melakukan analisa ini dan ini hanyalah gambaran persepsi saya dalam menganalisa saham INDR sehingga jika ada yang tidak setuju mengenai analisa saya ya itu tidak apa-apa dan tidak perlu dipermasalahkan karena perbedaan opini adalah hal yang wajar. Oke, langsung saja kita menuju ke analisanya sebagai berikut:
Indorama
Logo Indorama

Rasio Keuangan pada Q2 2016
Menurut laporan keuangan yang ada pada laporan keuangannya di semester 1 2016 Indorama memiliki aset lancar sebesar $304,5 juta dan total asetnya sebesar $861,4 juta. Sedangkan jumlah liabilitasnya sebesar $562,7 juta sehingga ekuitasnya bernilai $298,6 juta. Dilihat dari aset dan liabilitasnya saham INDR memiliki Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 1,88 yang artinya kurang bagus dalam perbandingan hutangnya dengan equitasnya karena lebih dari 1. Namun aset lancar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendeknya masih lebih besar aset lancarnya yang masih membuat INDR mampu membayar hutang jangka pendeknya.

Dilihat dari kinerjanya INDR tergolong menurun secara kontinyu. Di semester ini saja INDR mengantongi penjualan $336,1 juta, jumlah tersebut menurun 4,2% di periode yang sama yaitu sebesar $350,9 juta. Laba bersihnya pun juga menurn dari $1,4 juta menjadi $0,31 juta atau menurun 77%. Hal itu juga terjadi pada 3 tahun terakhir yang mengalami penurunan pendapatan dan laba secara beruntun. Sepertinya INDR kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya dan kehilangan market share yang ada.

Valuasi di Harga yang Sekarang
Saat ini INDR diperdagangkan dengan rasio PE sebesar 3,94 yang menandakan bahwa saham INDR merupakan value stock. Namun sepertinya valuasinya yang rendah memang sejalan dengan kinerjanya yang menurun dan belum adanya katalis positif yang membuat saham INDR undervalue karena rasio PEnya memang sejalan dengan kinerjanya yang menurun. Saham INDR dalam setahun ini malah turun 7% dan pergerakan sahamnya flat di 650-700. Saham INDR juga kurang likuid sehingga kurang menarik bagi investasi maupun trading. 

Kesimpulan:
Secara rasio keuangan saham INDR masih aman dalam menghadapi turbulensi pasar. Namun kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir menurun dan harga sahamnya telah jatuh dari harga tertingginya di 3800. Saham ini kurang bagus untuk investasi maupun trading karena selain kinerjanya yang kurang bagus juga tidak likuid

4 comments:

  1. Minta diulas Bekasi Fajar Estate dong atau BEST, kinerja semester 1 kmrn bagus tp kenapa harga yoy malah menurun ya? Mhn pencerahannya

    ReplyDelete
  2. makasih pa Guntur utk pembahasan INDR,memang INDR tdk termasuk saham yng likuid, dan kinerja yng terus merosot setiap tahun nya sungguh melihatnya mengenaskan, semoga tim manajemen INDR bisa mendongkrak kinerja INDR kedepan nya sehingga menarik asing tertarik utk membeli saham nya...tetap semangat pa Guntur utk menulis artikel nya yng bisa menambah wawasan bagi para pembacanya dalam dunia investasi saham...trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya pak semoga saja manajemen INDR bisa merubah keadaan. Saya akan terus berusaha membuat artikel-artikel tentang dunia investasi saat memiliki waktu luang

      Delete