Friday, September 30, 2016

Dana Tax Amnesty Indonesia Terbesar di Dunia Tanda Banyak Harta Luput Pajak

Bila anda melihat di internet bahwa tax amnesty merupakan pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak. Pengampunan itu sendiri dilakukan kepada wajib pajak yang tidak melaporkan harta kekayaannya yang wajib dikenai pajak. Jika dilihat secara sekilas maka tax amnesty ditujukan kepada seluruh masyarakat. Namun sejatinya tujuan pemerintah sesungguhnya adalah menjaring dana-dana kelas kakap yang berada di luar negeri sehingga tidak terdeteksi oleh pemerintah. 
Tax Amnesty
Logo Tax Amnesty
Analogi Tax Amnesty
Simpelnya saja orang kaya yang memiliki harta dalam jumlah besar yang disimpan di luar negeri tapi tidak melaporkannya akan terhindar dari pajak. Pemerintah melakukan tax amnesty untuk menjaring dana-dana ini yang jumlahnya triliunan rupiah. Prinsip kerjanya pemerintah akan memberikan pengampunan jika orang tersebut melaporkan kekayaannya yang padahal seharusnya dikenai denda karena tidak melapor. Dan apabila sampai program tax amnesty selesai dan orang tersebut tidak melapor maka jika ketahuan menyimpan dana yang luput dari pajak tersebut maka ia akan dikenai denda yang lebih besar sebagai hukuman.

Banyak Dana Gelap
Indonesia merupakan negara yang terbesar dalam menghimpun dana tax amnesty mengalahkan negara-negara lain yang melakukannya sebelumnya. Total dana yang dihimpun mencapai Rp 2.514 triliun! Sedangkan negara yang kedua menghimpun dana yang besar adalah Italia namun jumlahnya hanya Rp 1.179 triliun. Berikut ini adalah daftarnya:
Perbandingan Tax Amnesty Indonesia
Perbandingan Tax Amnesty Indonesia dengan Negara Lain
1. Indonesia mencetak nilai deklarasi harta Rp 2.514 triliun (sampai dengan 28 September 2016)
2. Italia yang menjalankan tax amnesty di 2009, memperoleh realisasi deklarasi harta masih jauh di bawah Indonesia hanya Rp 1.179 triliun
3. Chili mencatatkan nilai deklarasi harta Rp 263 triliun pada 2015
4. Spanyol yang mencetak Rp 202 triliun lewat program tax amnesty di 2012
5. Afrika Selatan sebesar Rp 115 triliun deklarasi harta dari tax amnesty pada 2003
6. Australia yang mengeksekusi tax amnesty di 2014 hanya mencatatkan deklarasi harta senilai Rp 66 triliun 
7. Irlandia lewat tax amnesty di 1993 hanya mencetak Rp 26 triliun dari deklarasi harta. 

Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya harta yang luput dari pajak dan data pemerintah. Sehingga pantas saja target pajak pemerintah selalu mengalami hambatan karena banyak harta yang tidak terlapor alias gelap dan luput pajak. Strategi pemerintah untuk mengungkap dana gelap ini terbilang efektif meskipun terbilang rugi karena pelapor tidak terkena denda.

Aturan yang Keras
Pemerintah tidak main-main dalam memberikan keringanan dan denda kepada pemilik harta luput pajak. Asal tahu saja bahwa dana yang terkena tax amnesty hanya di kenai 2% untuk di dalam negeri dan 4% untuk di luar negeri. Sedangkan jika tidak ikut Pengampunan Pajak dan dikemudian hari ditemukan harta yang tidak dilaporkan di dalam periode pengampunan pajak yakni harta per 31 Desember 2015 , maka temuan harta tersebut akan dikenakan sanksi sebesar 30 persen ( tarif PPh pribadi yang berlaku ) dan sanksi bunga sebesar 2 persen perbulan maksimal 24 bulan atau maksimal 48 persen. Terbukti aturan tersebut berjalan efektif dengan banyak yang melaporkan dana yang luput dari pajak untuk menghindari denda besar di kemudian hari jika ketahuan menggelapkan harta.

Kesimpulan:
Banyaknya harta yang terlapor menunjukkan bahwa masih banyak dana yang luput dari data pemerintah dan lolos dari pajak. Aturan pemerintah yang keras terbilang efektif dan menjaring banyak dana sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara yang menghimpun dana tax amnesty terbesar di dunia

No comments:

Post a Comment