Friday, September 30, 2016

Ingin Saham Konsumer yang Bagus? Lihat Indofood Sukses Makmur (INDF)

Nama Indofood sebagai perusahaan yang memproduksi makanan sudah terkenal di Indonesia. INDF merupakan induk usaha yang menaungi seluruh perusahaan yang menyandang nama Indofood mulai dari Indofood CBP sampai dengan Indofood Asahi. Produknya sudah terkenal mulai dari Indomie yang merupakan mi sejuta umat, Pop mie, Sarimi, Cheetos, Chitato, Indomilk, tepung Bogasari, minyak goreng Bimoli hingga berbagai macam minuman seperti Pepsi, Fruitamin dan Club. Indofood Sukses makmur merupakan perusahaan multinasional yang besar oleh karena itu bisa dikatakan INDF merupakan blue chipnya saham konsumer. Berikut ini ulasan mengenai salah satu blue chip ini:
Indofood dan produk
Indofood dan Produknya

Kinerja di Q2 2016
INDF mencatatkan kinerja yang baik sebagai saham konsumer dengan mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 32,6 triliun menjadi Rp 34 triliun yaitu naik 4,4%. Laba bersihnya meningkat dari Rp 2,12 triliun menjadi Rp 2,75 triliun alias meningkat sebesar 30%. Peningkatan yang besar terjadi karena efisiensi beban yang menandakan bahwa INDF mampu dengan efektif menekan beban sehingga laba bersihnya pun meningkat banyak.

Valuasi dan Prospek
Saat ini saham INDF diperdagangkan di harga 9000-an yang mencerminkan rasio PE sebesar 24,7. Meskipun pendapatannya meningkat lambat namun masih sejalan dengan peningkatan laba bersihnya, selain itu saham konsumer memang di hargai lebih premium karena bisnisnya yang stabil. Saat ini saham Indofood sudah naik 66% dalam setahun dan masih dalam posisi uptrend. Prospek bisnis INDF kedepannya masih bagus mengingat masyarakat Indonesia di kelas menengah keatas semakin bertambah dan itu membuat kebutuhan akan makanan yang diproduksi secara manufaktur menjadi meningkat seiring berjalannya waktu.

Sentimen Positif
Ekspansi ke Eropa
PT Indofood Sukses Makmur yang berniat mendominasi pasar Eropa dengan produk-produknya berhasil mengoperasikan pabrik mi siap saji Indomie di Serbia. Siaran pers KBRI Beograd yang diterima di Jakarta menyebutkan Presiden Serbia Tomislav Nikolic telah meresmikan pabrik mi siap saji milik perusahaan itu di Kota Indjija, sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota negara Serbia, Beograd. Pabrik mi itu merupakan salah satu bentuk penetrasi pasar non-tradisional yang dilakukan oleh Indofood dengan dukungan penuh dari KBRI Beograd. Disebutkan dalam menghadapi perkembangan zaman, Indomie senantiasa melakukan inovasi dalam melakukan bisnisnya baik inovasi dalam varian-varian produk baru maupun inovasi dalam strategi pemasarannya. Indofood merasa bahwa penetrasi pasar yang selama ini dilakukan oleh perusahaan itu masih dapat dikembangkan lebih jauh. Karena itu Indofood ingin lebih mendekatkan Indomie dengan konsumennya di Eropa dan tentunya untuk semakin mendominasi pasar Eropa.

Peningkatan Kapasitas Produksi Gandum
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana menambah sejumlah kapasitas produksinya tahun ini. Salah satunya adalah produksi gandum yang biasa diolah menjadi tepung terigu melalui salah satu divisinya, Bogasari. Perseroan berencana menambah kapasitas atas tiga lini penggilingan gandum. Jika proses pengerjaannya tuntas, maka satu lini produksi bakal memiliki tambahan kapasitas sekitar 400 ton gilingan gandum per hari. Jika ada tiga lini yang dinaikkan kapasitasnya, maka Bogasari nantinya bakal memiliki tambahan kapasitas sekitar 1.200 ton gandum per hari. Selama ini, pabrik Bogasari memiliki kapasitas produksi sekitar 16.300 ton gilingan gandum per hari. Dus, jika rencana ini selesai kapasitasnya akan bertambah jadi 17.500 ton gilingan gandum per hari.

Peringkat yang Bagus
PT Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat Obligasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) VI/2012, dan Obligasi VII/2014 pada AA+. Peringkat yang sama juga disematkan untuk perusahaan yang diperdagangkan dengan ticker INDF tersebut. Adapun outlook untuk peringkat perusahaan ditetapkan stabil. Periode pemeringkatan tersebut mulai 8 April 2016 hingga 1 April 2017. Pefindo mengatakan peringkat didukung oleh posisi pasar perusahaan yang sangat kuat di industri makanan dalam kemasan, portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal, serta proteksi arus kas yang kuat.

Kesimpulan:
Indofood merupakan salah satu saham blue chip di sektor consumer goods yang memiliki kinerja baik. Valuasinya yang premium masih sejalan dengan kinerjanya yang baik. Prospek saham consumer goods kedepannya masih cerah mengingat kebutuhan akan produk konsumsi yang meningkat setiap tahunnya.


4 comments:

  1. Saya mau tanya bagaimana dengan saham garuda indonesia "GIAA" kedepannya? Saya uda follow yah. Salam kenal saya pemula di saham

    ReplyDelete
  2. Saya mau tanya bagaimana dengan saham garuda indonesia "GIAA" kedepannya? Saya uda follow yah. Salam kenal saya pemula di saham

    ReplyDelete
  3. artikel yang cukup menarik utk dibaca, sy pegang INDF sudah 2 tahun tak terasa...tetap semangat pa guntur dalam menulis artikel nya yang penuh dgn wawasan luas...trims

    ReplyDelete