Thursday, September 29, 2016

Lebih Baik Mana? Bank Jabar (BJBR) vs Bank Jatim (BJTM)

Di Bursa Efek Indonesia terdapat dua Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang telah listing dan diperdagangkan sahamnya oleh publik yaitu BPD Jabar dan BPD Jatim. Keduanya memiliki fundamental yang bagus sehingga kebanyakan investor akan kebingungan dalam memilih dua saham ini. Oleh karena itu saya akan memberikan ulasan mengenai kedua saham ini dalam bentuk perbandingan. Berikut ini adalah ulasannya:
Bank

Kinerja dan Valuasi BJBR vs BJTM
BJBR menorehkan kinerja yang cukup cemerlang di semester 1 2016 ini. Laba bersih BJBR meningkat sebesar 46% disertai peningkatan pendapatan bunga dan syariah sebesar 25%. Sedangkan BJTM menorehkan hasil yang lumayan yakni laba bersihnya meningkat sebesar 7% dan peningkatan pendapatan bunga sebesar 8%. Dilihat dari segi kinerja, BJBR jauh lebih baik dibandingkan BJTM.

Saat ini BJBR diperdagangkan dengan valuasi PER sebesar 9,6 di harga 1600 dan memberikan dividen yield sebesar 5%. Jika dilihat dari segi pertumbuhannya maka BJBR masih tergolong undervalue karena rasio PEGnya dibawah 1. Di lain sisi BJTM diperdagangkan dengan PER sebesar 9 di harga 560 dan memberikan dividen yield sebesar 7,5%. Rasio PEGnya sejalan dengan pertumbuhannya jadi BJTM belum dapat dikatakan undervalue.

Sentimen BJBR
Penyusutan NPL
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatat penyusutan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) secara keseluruhan dari angka 3,6 persen menjadi di angka 1,94 persen per Juni 2016. Namun demikian, tingkat NPL untuk segmen UMKM masih terbilang tinggi.

BJB Targetkan Kinerja Disokong Transaksional Banking Pada 2017
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. menargetkan pertumbuhan kinerjanya mulai bisa disokong oleh aktivitas transaksional banking mulai 2017. BJBR berencana menjadi bank yang memiliki pendapatan transaksional lebih besar ketimbang pendapatan bunga. Nantinya, rencana itu akan mulai dilakukan perseroan pada tahun depan. Transaksional diharapkan ke depannya akan menjadi penopang kinerja perseroan. Strateginya dengan melakukan crossselling sehingga terus mendorong pertumbuhan pendapatan komisi 

Sentimen BJTM
DAU ditunda, Bank Jatim kehilangan dana Rp 2,4 T
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk mengaku terdampak terkait dengan kebijakan pemerintah menunda penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU). Dengan penundaan DAU ini maka dana pemda yang ada di DPK bank berkode emiten BJTM ini berkurang. Corporate Secretary Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan bahwa dampak penundaan DAU ini akan terasa pada bulan bulan terakhir 2016. Meskipun mengalami penurunan DPK yang berasal dari simpanan dana pemda, Bank Jatim mengaku kondisi likudiitas tidak terlalu terpengaruh. Hal ini disebabkan karena terakhir pada Juli 2016 DPK masih tumbuh lebih tinggi dibandingkan kredit.

Pembukaan Kantor Cabang di Battam
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk menyatakan akan segera melakukan aksi korporasi pada semester II 2016 mendatang berupa pembukaan kantor cabang di Batam, Kepulauan Riau.
Pembukaan kantor cabang tersebut untuk memudahkan kegiatan bisnis para pengusaha Jawa Timur di Batam. Dalam membuka kantor cabang, Bank Jatim mempertimbangkan data-data perdagangan dari pengusaha asal Jawa Timur terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar bisnis yang dijalankan perseroan ketika ekspansi di luar Jawa Timur dapat diterima dengan baik.

Kesimpulan:
Dari sekian banyak analisa dan sentimen yang ada maka dapat disimpulkan bahwa BJBR lebih baik untuk diinvestasikan sekarang ketimbang BJTM karena valuasinya yang murah dan sentimennya yang positif. BJBR memiliki sentimen positif yang kuat sedangkan BJTM memiliki kinerja yang flat sehingga kurang menarik untuk investasi sekarang

No comments:

Post a Comment