Sunday, September 25, 2016

Pengertian Inflasi dan Dampaknya Bagi Perekonomian

Pernahkah anda berpikir bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok naik setiap tahun. Dulu uang hanya bernominal kecil mulai dari 1 rupiah saja serta terdapat mata uang koin sen. Sekarang rupiah sudah berubah menjadi angka yang memiliki nilai nominal besar namun dengan valuasi yang kecil dibandingkan dengan masa lampau. Itu karena disebabkan oleh efek ekonomi yang disebut dengan inflasi yang membuat harga-harga naik dan menurunnya nilai uang. Lalu apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan inflasi?
Inflasi
Inflasi Membuat Harga Menjadi Naik
Definisi Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum secara terus menerus  dan dinyatakan dalam persentase selama setahun. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti banyaknya jumlah uang yang beredar, kelangkaan barang, konsumsi yang meningkat dll. Secara ekonomi inflasi disebabkan oleh suplai dan kebutuhan. Suplai uang yang tinggi akan membuat nilainya menyusut dan kebutuhan akan barang yang tinggi akan membuat harga-harga menjadi melambung. Sebenarnya inflasi bukanlah hal yang berbahaya di perekonomian jika jumlahnya terkontrol namun jika inflasi tersebut tidak terkendali akan merusak perekonomian.

Hiperinflasi
Hiperinflasi atau disebut dengan inflasi yang tidak terkendali adalah keadaan dimana harga-harga secara umum naik dengan begitu cepat dan nilai mata uang menyusut dengan drastis. Kenaikan harga secara umum bisa diatas 100% dan hal tersebut sangat merusak ekonomi karena masyarakat menjadi tidak mampu membeli barang kebutuhan sehari-hari dan akibatnya laju perekonomian bisa menjadi negatif yang berujung pada depresi dan krisis ekonomi. Hiperinflasi biasanya diikuti oleh penurunan nilai tukar mata uang yang mengakibatkan membengkaknya hutang luar negeri serta naiknya beban impor. Secara umum hiperinflasi merusak seluruh perekonomian di negara yang dikenainya.

Bukan Berarti Inflasi itu Buruk
Kendati inflasi yang tidak terkendali mampu menghancurkan ekonomi secara total namun inflasi yang terkendali justru mendorong perekonomian. Inflasi yang terkendali membuat naiknya konsumsi. Masyarakat menjadi lebih condong mengeluarkan uangnya dibelanjakan daripada ditabung karena jumlah tabungan akan menyusut karena inflasi. Selain itu inflasi akan mendorong investasi karena investasi adalah jalan keluar untuk melawan penyusutan nilai dari inflasi. Ekonomi akan bertumbuh karena pekerja lebih giat dalam mencari uang agar tidak tertinggal oleh inflasi. Secara umum inflasi yang terkontrol merupakan hal yang baik dan itulah yang membedakan dengan deflasi yang memberikan dampak buruk.

Kontrol Inflasi
Pengontrolan inflasi dilakukan oleh pemerintah melalui bank sentral. Bila terjadi inflasi yang tinggi maka bank sentral akan menjual atau melelang aset untuk menarik uang yang beredar yang akhirnya menurunkan inflasi. Bank sentral juga selalu mengontrol inflasi melalui tingkat suku bunga yaitu jika inflasi tinggi maka suku bunga juga ikut tinggi untuk menekan inflasi. Secara simpel suku bunga yang tinggi bisa menekan inflasi karena bila suku bunga tinggi maka jumlah peminjam akan berkurang dan jumlah penabung akan bertambah yang akhirnya menurunkan jumlah uang yang beredar dan inflasi akan turun.

Kesimpulan:
Inflasi merupakan indikator tingkat naiknya harga-harga secara umum. Inflasi yang tinggi akan merusak perekonomian karena menurunkan daya beli dan penyusutan nilai mata uang. Namun inflasi yang terkontrol justru dapat menaikkan perekonomian dengan mendorong investasi. Oleh karena itu inflasi sejatinya bukanlah musuh perekonomian jika dikendalikan dengan baik. 

No comments:

Post a Comment