Thursday, September 1, 2016

Review Bulanan Pasar Agustus 2016

Pada sepanjang bulan Agustus IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan downtrend di akhir bulan. Pada tanggal 1 Agustus IHSG ditutup dengan nilai 5382 dan ditutup pada tanggal 31 Agustus sebesar 5386. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar mengalami pelemahan dari 13.071 pada 1 Agustus menjadi 13.267 pada 31 Agustus. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan Agustus dari $40/bbl pada 1 Agustus menjadi $44,7/bbl pada 31 Agustus atau meningkat sebesar 11,7% dalam sebulan. Harga emas dunia mengalami penurunan dari $1.351/oz menjadi $1.306/oz.
Review Bulanan
Review Bulanan Pada Pasar

Pada bulan Agustus 2016 terdapat banyak berita tentang emiten saham. Berikut adalah highlight berita emiten saham:

1. Garuda Indonesia (GIAA): Garuda tambah frekuensi terbang di rute Jakarta-Silangit. Maskapai pelat merah Garuda Indonesia berencana menambah frekuensi terbang menjadi satu kali/sehari atau daily flight pada rute Jakarta-Silangit, dari sebelumnya hanya sebanyak tiga kali/pekan. Vice Presiden Jakarta Raya Region PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Donny Widojoko mengatakan bahwa layanan jasa angkutan udara dari dan ke Bandara Silangit Sumatra Utara saat ini cukup menjanjikan.

2. Ramayana Lestari Sentosa (RALS):  Kerek pendapatan, RALS siapkan strategi berupaya mengerek pasar, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) serius menggenjot program transformasi bisnis dari segala lini. Emiten ritel ini menambah outlet SPAR dan bekerja sama dengan e-commerce yang sudah mapan. RALS akan mengejar transformasi sembilan unit outlet SPAR dari yang tadinya Ramayana dan Robinson. Penambahan outlet SPAR ini sesuai strategi transformasi 55  unit gerai pada tahun 2017.

3. PP Properti (PPRO): PPRO bakal menggenjot penjualan apartemen di segmen menengah dan menengah ke bawah untuk memenuhi target prapenjualan atau marketing sebanyak Rp2,6 triliun. untuk menggenjot penjualan, perseroan berkode emiten PPRO itu akan memberikan subdisi bunga kredit sebesar 2,9% kepada konsumen selama satu tahun.

4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): BBRI berminat mengakuisi Bank Muamalat, yang saat ini juga tengah diincar oleh beberapa investor. Menurut kabar yang beredar, perseroan telah melakukan pembicaraan dengan OJK mengenai minatnya tersebut. Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan OJK membenarkan bahwa BRI dan Bank Muamalat telah melakukan pembicaraan dengan OJK namun masih sebatas pembicaraan formal. Namun manajemen BRI masih belum memberikan informasi apapun terkait kabar tersebut.

5. Kimia Farma (KAEF): KAEF melakukan transaksi sewa menyewa atas lahan kosong seluas 5.000 m2 di kawasan industri Lippo Cikarang kepada anak usahanya, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia dengan nilai transaksi Rp4,29 miliar dan jangan waktu sewa selama 15 tahun.

6. Bank Mandiri (BMRI): BMRI terus mendorong pertumbuhan bisnis kredit kepemilikan rumah (KPR) melalui program suku bunga efektif 8,5 persen fixed 5 tahun yang ditawarkan sepanjang tahun 2016 ini. Hingga Juli 2016, BMRI telah menyalurkan KPR sebesar Rp 32,2 triliun, naik 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp29,8 triliun.

7. Japfa Comfeed (JPFA): JPFA mampu membukukan laba bersih menjadi Rp1,2 triliun per 30 Juni 2016 dari rugi bersih periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp228,1 miliar. Perbaikan kinerja ini seiring kenaikan penjualan bersih menjadi Rp13,5 triliun dari Rp12,1 triliun.

8. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) : RUPSLB SSMS menyetujui pergantian Rimbun Situmorang sebagai direktur utama dan diganti oleh Vallauthan Subraminan dan menetapkan Ramzi Sastra sebagai direktur. manajemen baru perseroan optimistis akan mampu meningkatkan kinerja dan memperkuat fundamental bisnis perseroan.

9. Pembangunan Perumahan (PTPP): membentuk dua anak usaha baru yakni PT PP Energi dan PT PP Infrastruktur yang akan memudahkan perseroan mengelola proyek-proyek yang berhubungan dengan infrastruktur dan energi.

10.  Adaro Energy (ADRO): mencatat kenaikan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$122,11 juta dari US$119,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Laba usaha meningkat menjadi US$236,46 juta dibanding sebelumnya sejumlah US$222,30 juta.

No comments:

Post a Comment