Wednesday, September 21, 2016

Saham IPO Terbukti Seringkali Naik saat Perdagangan Pertama

Saham IPO merupakan saham perdana yang dilepas ke publik dan sudah melalui proses pemesanan terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Bila saham IPO tersebut dirasa memiliki prospek yang bagus dan digadang-gadangkan atau oversubscribed maka saham IPO tersebut bisa menjadi berhasil untuk naik tajam di hari perdagangan yang pertama. Banyak saham yang mengalami kejadian demikian mulai dari perusahaan BUMN hingga perusahaan swasta. Saham-saham tersebut naik dengan sangat tajam yaitu bisa mencapai puluhan persen dalam satu hari saja. Itulah mengapa banyak orang-orang yang mengincar untuk mendapatkan saham IPO karena potensi profitnya yang besardalam jangka waktu yang pendek.
IPO


Sudah banyak saham IPO yang naik dengan tajam di hari perdagangan pertamanya seperti PPRO yang selalu di besarkan namanya oleh banyak sekuritas karena prospeknya. PPRO di hari perdagangan pertama naik sebesar 13%. Tidak hanya itu saham BOLT juga naik sebesar 32%, saham POWR naik sebesar 5%, saham MARI melambung 20% dan saham WSBP juga naik sebesar 12%. Saham-saham tersebut merupakan salah satu saham yang memiliki nama cukup terkenal dan prospek yang bagus sehingga harga sahamnya bisa naik dengan pesat. Sebenarnya masih banyak saham IPO lain yang memiliki cerita yang sama yaitu kenaikan harga saham di hari perdananya. Saya hanya memberikan beberapa contoh saja karena saham tersebut baru-baru ini IPO sehingga masih segar dalam ingatan.

Terbatasnya Saham IPO
Keuntungan IPO yang besar itu sejalan dengan kesulitan dalam mendapatkan sahamnya pada saat masa pemesanan. Sekuritas-sekuritas hanya dijatah saham IPO dengan jumlah yang terbatas dan kemudian dibagikan kepada nasabah yang menginginkannya. Karena jumlahnya yang terbatas maka saham yang didapatkan oleh nasabah juga terbatas pula. Sehingga jika kita memesan 100 lot belum tentu kita akan mendapatkan seluruh pesanan anda dan ada pula yang malah tidak kebagian sama sekali karena sahamnya sudah habis entah karena telat dalam booking atau karena telah ludes di booking dalam jumlah yang besar. 

Investor retail memiliki ruang yang terbatas dalam pemesanan IPO dibandingkan dengan institusi. Karena link building dari institusi investasi dengan sekuritas maka institusi akan mendapatkan jumlah IPO yang besar karena modalnya yang besar pula. Sisa-sisa dari IPO itulah yang akan diberikan pada nasabah umumnya sehingga kebanyakan nasabah umum hanya mendapatkan jumlah yang sedikit. Jadi jangan terlalu berharap pada IPO karena ketidak pastian dalam mendapatkan jumlah sahamnya. Namun secara historis saham IPO memberikan imbal hasil yang besar dalam jangka pendek dan jika anda beruntung untuk mendapatkan sahamnya dalam jumlah besar maka anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar pula dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan:
Saham IPO secara historis memberikan hasil yang besar dalam jangka pendek dan itu merupakan peluang yang besar untuk mendapatkan keuntungan dengan risiko yang minim. Namun hal itu juga sejalan dengan keterbatasan jumlah saham IPO yang disediakan.

No comments:

Post a Comment