Tuesday, September 20, 2016

Saham PPRO Sudah Cukup Mahal Untuk Investasi dan Inilah Alasannya

Bila ditanya saham mana yang paling bersinar di tahun ini jawabannya hanya satu yaitu saham PPRO. Dalam setahun ini saham PPRO memberikan imbal hasil sebesar 600%, jumlah yang sangat fantastis! Kenaikan saham tersebut sejalan dengan fundamentalnya yang juga naik banyak di tahun 2015. Di tahun 2015 laba bersih PPRO meningkat sebesar 183% namun harga sahamnya di tahun 2015 tidak kunjung meningkat. Oleh karena itu peningkatan harga sahamnya terjadi di tahun ini karena cepat atau lambat pasar akan mengikuti faktor fundamentalnya. Namun kendati PPRO merupakan saham yang memberikan imbal hasil terbesar di tahun ini tidak membuat PPRO layak untuk diinvestasikan di harga yang sekarang. Berikut ini adalah ulasannya:
PPRO

1. Harga yang Terlalu Tinggi
Tidak sampai setahun PPRO naik lebih dari 5 kali lipat dan itu membuat sahamnya menjadi sangat mahal. Memang peningkatan harga sahamnya mengikuti faktor fundamental namun laju harga sahamnya melebihi laju fundamentalnya. Laba bersih PPRO meningkat 180% namun harga sahamnya meningkat 600% yang artinya harga sahamnya melebihi peningkatan fundamentalnya. Hal ini membuat harga saham PPRO menjadi cukup mahal dibandingkan dengan PPRO di tahun 2015. Di tahun 2015 PPRO ditransaksikan dengan PER 20 sekarang PPRO memiliki PER sebesar 37. PPRO yang sekarang terlihat lebih mahal dari yang dulu sehingga kurang menarik untuk diinvestasikan.

2. Kinerja yang Melambat
Di tahun 2015 PPRO mencetak laba bersih yang naik 183% namun di tahun ini sepertinya hal itu sulit terjadi kembali. Pada semester ini laba bersih PPRO hanya meningkat 11% dengan pertumbuhan pendapatan meningkat sebesar 37% hal itu jauh dari tahun sebelumnya yang pada semester sama menghasilkan laba bersih meningkat sebesar lebih dari 9 kali lipat dan pendapatan yang meningkat sebesar lebih dari 5 kali lipat. Dengan pertumbuhan 10% rasanya sangatlah kurang jika saham PPRO diperdagangkan dengan PER 37. Bila PER lebih dari persentase pertumbuhannya maka bisa dibilang valuasinya cukup mahal.

3. Sektor Properti yang Belum Pulih
Sektor properti masih mengalami perlambatan dan hal itu juga terjadi di tahun ini. Banyak emiten properti yang mencatatkan kinerja negatif dan PPRO juga terkena dampaknya dengan perlambatan kinerja. Alhasil pemerintah banyak mengeluarkan kebijakan untuk mendorong sektor ini seperti dengan pengurangan pajak dan uang muka pembelian properti. Hal ini diharapkan dapat mendorong sektor properti untuk lebih menggeliat kembali. Namun sepertinya tahun 2016 bukanlah tahun yang baik untuk kinerja properti. Mungkin di tahun 2017 sektor properti mulai menggeliat kembali.

Kesimpulan:
Dengan harga saham PPRO di nilai 1000/lembar maka PPRO ditransaksikan dengan PER 37 yang terlihat sangat mahal apabila melihat kinerjanya yang sekarang. Saham ini memang layak investasi namun di harga yang sekarang PPRO terlihat kurang menarik.

1 comment:

  1. Om Guntur, kalau boleh minta ulasan mengenai saham LPKR , ADHI dan JSMR juga. Thanks.

    ReplyDelete