Wednesday, September 21, 2016

Saham Telkom Indonesia (TLKM) Semakin Berprospek Untuk Investasi

Kendati kinerja Telkom Indonesia (TLKM) bergerak lambat di tahun-tahun sebelumnya namun kini sepertinya Telkom mulai berbenah. Bisnis digital yang semakin berkembang dan kebutuhan masyarakat akan komunikasi dan internet akan menjadi prospek bagus untuk Telkom. Telkom juga memiliki kelebihan dalam berkompetisi karena perusahaannya dominan menguasai pasar. Hingga saat ini, tercatat pelanggan layanan seluler Telkomsel sudah mencapai 157,39 juta pelanggan. Selain itu Telkom juga memiliki visi untuk menggenggam dunia dan sedang mempersiapkan diri untuk bersaing di pasar global. Berikut ini adalah ulasannya:
Logo Telkom TLKM
Logo Telkom "Menggenggam Dunia"

Bisnis Digital yang Berkembang
Sepanjang semester pertama tahun 2016, Telkomsel telah membangun lebih dari 15.000 BTS yang 90% di antaranya adalah BTS 3G dan 4G. Secara total kini Telkomsel telah menggelar lebih dari 118.000 BTS di seluruh Indonesia, meningkat 22,5% dalam kurun waktu setahun terakhir. Dari seluruh BTS tersebut, 58% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G. Dalam periode yang sama, penggunaan device 3G dan 4G di jaringan Telkomsel juga meningkat 45,7%. Kini Telkomsel melayani lebih dari 70 juta pelanggan data, 6 juta diantaranya merupakan pelanggan 4G. Penggunaan layanan data (payload) pun meningkat drastis sebesar 82,7% dibandingkan semester pertama tahun lalu. Pertumbuhan juga terjadi untuk layanan digital Telkomsel sebesar 43,2% yang dikontribusikan oleh meningkatnya penggunaan berbagai layanan digital lifestyle, seperti musik, games, konten video, dan sebagainya. Pelanggan mobile internet tumbuh 48,2 persen menjadi 49,85 juta user dan pelanggan fixed broadband tumbuh 15,7 persen menjadi 4,3 juta user termasuk di antaranya 1,5 juta pelanggan Indihome.

Pangsa Pasar yang Besar
Telkom akan menggeber layanan fixed broadband dengan mempercepat koneksi serat optik masuk ke rumah-rumah, mendorong migrasi pelanggan menggunakan serat optik, dan memperkaya platform baik yang linear atau hybrid bekerjasama dengan pemain Over The Top (OTT) seperti iFlix, Catchplay, dan Viu. Tercatat sampai semester I 2016, jumlah pengguna IndiHome mencapai 1,5 juta pelanggan dengan average revenue per user (ARPU) menyentuh angka Rp300 ribu. Sementara total pelanggan fixed broadband di Indonesia mencapai 4,31 juta pelanggan.

Sepanjang periode tersebut, Telkom memiliki 10 juta home passed dengan dukungan backbone serat optik sepanjang 83 ribu kilometer (km) dan luas data center mencapai 70 ribu meter persegi. Sementara di segmen mobile broadband melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Telkom memiliki 49,850 juta pengguna flash dimana ada 5,9 juta pelanggan telah berganti ke kartu 4G.

Kinerja Bagus yang Sejalan Dengan Valuasi Serta Pergerakan Sahamnya
Pada semester ini TLKM mencatatkan kinerja yang baik dengan mencatat pendapatan sebesar Rp 56,45 triliun yang meningkat 15,6% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 48,84 triliun. Laba bersihnya juga meningkat sebesar 33% dari Rp 7,45 triliun di Q2 2015 menjadi Rp 9,93 triliun di Q2 2016. Bisnis data, internet, dan IT services tumbuh 50,7 persen dengan kontribusi Rp 22,64 triliun atau 40,1 persen dari keseluruhan pendapatan perseroan. Saat ini di harga 4200 saham TLKM diperdagangkan dengan rasio PE sebesar 23. Selain itu saham TLKM juga memberikan dividen yield sebesar 2,25%. Dalam setahun ini saham TLKM sudah naik sebesar 56,13% dan masih dalam posisi uptrend dalam jangka panjang. Namun dalam 2 bulan ini sahamnya stagnan di level 4500-4000 dan masih belum menunjukkan pola trend yang jelas.

Kesimpulan:
Telkom sebagai pemegang pangsa pasar yang besar merupakan perusahaan yang stabil dan memiliki moat dalam pasar digital. Bisnisnya pun sedang berkembang dengan pesat dalam setahun ini. Selain itu kinerjanya juga sejalan dengan valuasi serta pergerakan sahamnya. Saham TLKM sedang stagnan namun layak untuk dimasukkan pada portofolio investasi.

No comments:

Post a Comment