Saturday, September 24, 2016

Tidak Ada yang Tahu Secara Pasti Prospek Suatu Bisnis

Saya ingin sharing mengenai topik ini karena jujur saja sebagai masyarakat biasa yang memiliki keterbatasan kita tidak mampu untuk memprediksi secara 100% akan prospek dari suatu saham. Mengapa? Karena masa depan memiliki banyak kesempatan dan jalan yang berbeda-beda. Tidak ada yang tahu akan nasib seseorang dan begitupula dengan saham tidak ada yang tahu secara pasti akan nasib dari suatu perusahaan. Banyak perusahaan yang dulunya berjaya menjadi perusahaan yang diambang kebangkrutan. Perubahan dari luar maupun dalam sangat mempengaruhi apa yang akan terjadi pada perusahaan oleh karena itu memprediksi secara pasti adalah hal yang sulit namun memprediksi akan kemungkinan prospek suatu perusahaan adalah hal yang mudah.
Ramalan
Ramalan Belum Tentu Benar Akan Terjadi
Kisah Revolusi Handphone
Dunia ini selalu berputar di mana roda kehidupan bisa sewaktu-waktu berganti. Perusahaan yang dulunya memonopoli pasar bisa menjadi perusahaan yang kesulitan dalam mendapatkan pasar. Hal itu terjadi pada Nokia yang dulunya disebut raja handphone dunia karena menguasai pangsa pasar handphone yang besar. Namun karena perubahan teknologi dan tren perkembangan handphone membuat Blackberry menjadi lebih diminati oleh masyarakat. Blackberry memiliki tombol QWERTY yang memudahkan untuk mengetik selain itu terdapat aplikasinya yang populer yaitu Black Berry Messenger (BBM). Nokia yang terlalu terlena dengan pangsa pasarnya yang besar membuatnya menjadi sulit beradaptasi dan tidak mengembangkan model.

Namun cerita tidak berhenti pada masa Blackberry karena terdapat model yang lebih baru yaitu smartphone. Apple yang mampu membuat smartphone dengan efektif membuat smartphone menjadi lebih mudah untuk digunakan karena memiliki kemampuan seperti komputer. Berbeda dengan handphone yang dulu smartphone lebih leluasa dalam mengutilisasi aplikasi. Samsung yang tadinya memegang pangsa pasar yang kecil berubah menjadi besar karena mampu beradaptasi dengan meluncurkan produk smartphone bersistem android. Blackberry pun bernasib sama dengan Nokia yaitu merugi karena revolusi teknologi dan ketidakmampuan dalam beradaptasi.

Tidak ada yang tahu mengenai masa depan suatu perusahaan secara pasti karena iklim bisnis yang terus berubah seiring waktu. Namun perubahan iklim tersebut selalu disertai oleh tanda-tanda sebelum terjadi seperti penurunan pendapatan dan laba bersih. Kendati demikian kita juga tidak dapat memprediksi dengan pasti karena bisa saja roda bisnis berputar kembali. Seperti Apple di awal tahun 2000-an, yang tadinya kinerjanya stagnan dengan kembalinya Steve Jobs menjadi berkembang kembali. Tidak ada yang tahu akan prospek yang pasti dari sebuah perusahaan namun kita dapat memprediksi. Prediksi tersebut memiliki probabilitas atau kemungkinan dan kemungkinan itu dibawah 100% dan terdapat kemungkinan salah pula dalam prediksi tersebut.

Tidak Bisa Pasti, Tapi Kita Dapat Memprediksi
Meskipun kita tidak dapat memprediksi secara pasti namun masa depan dapat kita perkirakan. Hal itu seperti bagaimana orang-orang memprediksi bahwa internet adalah teknologi masa depan di tahun 1990-an padahal masih belum ada perusahaan yang berhasil menghasilkan laba besar melalui industri baru tersebut. Dan seperti yang kita ketahui sekarang internet telah merevolusi berbagai macam industri mulai dari media hingga transportasi dan banyak perusahaan internet yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia. Prediksi-prediksi mengenai masa depan seringkali terbukti benar dan begitupula prediksi perusahaan. Banyak analis yang memprediksi masa depan suatu perusahaan dilihat dari analisa fundamental hingga aksi dan rencana perusahaan. Prediksi tersebut seringkali akurat karena dilakukan dengan analisa yang mendalam melalui banyak data.

Kesimpulan:
Tak ada orang yang dapat memprediksi dengan pasti karena hal yang pasti adalah 100% benar dan prediksi memiliki kemungkinan dibawah 100%. Namun memprediksi masa depan bukanlah hal yang mustahil dan seringkali prediksi yang dilakukan melalui analisa data-data berujung pada kenyataan. Oleh karena itu kita jangan terlalu terpaku pada prediksi dan mempersiapkan pada hal-hal yang terjadi diluar prediksi kita. 

No comments:

Post a Comment