Tuesday, October 4, 2016

5 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli pada Oktober 2016

Awal bulan Oktober 2016 diawali dengan kenaikan IHSG yang sangat signifikan yakni +1,85%. Selain itu pergerakan IHSG ditopang oleh trendnya yang uptrend atau positif. Trend yang bagus ini adalah dampak dari tax amnesty yang di atas ekspektasi dan jumlahnya terbesar di dunia. Oleh karena itu bulan ini bisa jadi bulan yang penuh berkah karena trend IHSG yang positif ditambah dengan sentimen yang juga positif serta ekonomi yang mulai membaik. Bisa jadi sekarang merupakan peluang untuk berinvestasi kembali.
Investasi Dividen

Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham yang memberikan dividen. Ada yang memberikan dividen dengan persentase yang besar dari harganya dan ada pula yang kecil. Investor sebaiknya menghindari jumlah dividen yang terlampau besar karena dividen itu sulit untuk berulang di tahun-tahun berikutnya sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Dividen yang baik adalah yang jumlahnya normal tapi bertumbuh tiap tahunnya mengikuti laba dari perusahaannya. Pertumbuhan dividen yang terus menerus dalam bertahun-tahun akan membuat investornya balik modal hanya dari dividen tersebut. Langsung saja berikut adalah daftarnya:

1. Matahari Department Store (LPPF)
LPPFMatahari Departemen Store (LPPF) mencatatkan kinerja yang sangat positif di semester ini. Laba bersihnya meningkat 78,6% dan pendapatannya meningkat 31,2%. Kinerja yang positif ini dikarenakan oleh momen lebaran yang maju pada bulan Juli. Momen lebaran ini membuat kinerja LPPF menjadi bagus dan diatas biasanya. Namun yang menarik adalah same store sales growth (SSSG) yang juga naik sebesar 27%. Itu menandakan bisnis Matahari tetap bertumbuh dan kuat. Saat ini di harga 19000 LPPF memberikan dividen yield sebesar 2,3% dan memiliki rasio PE sebesar 23.





2. Bank Mayapada (MAYA)
MAYAMeskipun Bank Mayapada jarang terdengar rupanya emiten ini memiliki kinerja yang gemilang. Di semester ini MAYA membukukan kenaikan pendapatan bunga sebesar 44,3% dibandingkan periode sebelumnya. Laba bersihnya juga meningkat sebesar 67,7% dari periode sebelumnya. Sahamnya juga masih tergolong likuid dengan transaksi harian yang mencapai ratusan juta rupiah perharinya. Saham MAYA sudah naik pesat dalam 2 bulan terakhir. Saat ini di harga 3000 saham MAYA memberikan dividen yield sebesar 0,8% dan memiliki rasio PE sebesar 13.

3. Elnusa (ELSA)
ELSASelama ini saham ELSA mengikuti pergerakan harga minyak. Namun kendati harga minyak yang rendah namun kinerja ELSA cukup lumayan. Laba bersih ELSA meningkat sebesar 9% di tengah harga minyak yang rendah. Pendapatan ELSA menurun namun ELSA mampu melakukan efisiensi dengan menekan beban sehingga laba bersihnya meningkat. Saat ini di harga 450 ELSA diperdagangkan dengan rasio PE sebesar 8 dan dividen yield 2%. Harga minyak mentah sedang mengalami kenaikan dan itu akan menjadi sentimen positif untuk ELSA di bulan ini.



4. Tower Bersama Infrastructure (TBIG)
TBIGTower Bersama Infrastructure mencatat kinerja yang bagus semester ini dengan kenaikan laba bersih sebesar 77% dan pendapatan yang naik 8,7%. Secara bisnis pendapatan TBIG termasuk dalam kategori stabil karena bersumber dari penyewaan tower operator. Obligasi TBIG diberikan rating AA- oleh Fitch Rating. Selain itu manajemen TBIG juga ingin melakukan buyback saham dan sahamnya sedang bergerak uptrend. Saat ini di harga 6000 TBIG diperdagangkan dengan PER sebesar 16 dan memberikan dividen yield sebesar 1,65%.

5. Pembangunan Perumahan (PTPP)
PTPP
Saham konstruksi merupakan pilihan yang baik di tahun ini dan tidak terkecuali PTPP. Kinerja PTPP sangat cemerlang dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 23% dan 134%. Kinerja ini ditopang dengan nilai kontrak yang besar sehingga jumlahnya sudah 62% dari target setahun. Di harga 4000 saham PTPP memiliki PER sebesar 21 dan dividen yield sebesar 0,7%. Kendati kinerjanya yang cemerlang, PTPP hanya naik 16% dalam setahun. Saham ini layak untuk investasi karena kinerjanya dan harganya yang undervalue dari kinerjanya.



Kesimpulan:
Bulan Oktober ini pasar mendapatkan sentimen positif dari berhasilnya tax amnesty yang membuat ekonomi Indonesia menjadi positif. Kelima saham tersebut membukukan kinerja yang baik sehingga cocok untuk investasi jangka panjang karena prospek dan kinerjanya.

1 comment:

  1. Artikel yang menarik. Saya sendiri menggunakan strategi deviden untuk long term dan memilih BJTM sebagai pilihannya. Memang banyak yang mengatakan bahwa deviden yield yang terlalu besar tidak baik ke depannya namun alasan saya memilih BJTM sendiri karena memang tipikal dari Bank Daerah yang menyetor deviden kecenderungannya besar dan konsisten tiap tahunnya ke pemegang saham terutama kepada PemProv, Pemkab atau Pemkot dimana hal tersebut berpengaruh terhadap PAD. Jadi dengan dividen yield lebih besar dari inflasi saya rasa BJTM pilihan yang tepat. Menurut Mas Guntur bagaimana?

    ReplyDelete