Saturday, October 15, 2016

Belajar Memahami Investasi dan Bisnis Melalui Video Game

Waktu weekend merupakan hari libur untuk bursa karena tidak terdapat perdagangan di hari sabtu & minggu. Waktu senggang ini dapat kita manfaatkan untuk merilekskan diri dari beban menganalisa pasar atau sekedar refreshing. Bicara masalah refreshing, di era yang modern ini refreshing bisa dilakukan dengan bermain video game. Video game elektronik mulai menjadi trendi mulai tahun 1990-an hingga sekarang. Ada banyak tipe dari video game mulai dari action hingga strategi. Selain untuk refreshing, video game juga dapat mengasah otak para penggunanya dan cakrawala baru. Hal itu sangat berbeda dari perkataan orang-orang yang menganggap bahwa bermain video game membuat orang menjadi bodoh. Jelas saja akan bodoh jika berlebihan dalam bermain video game sehingga lupa waktu akan mengimprovisasi diri. Namun bermain video game dengan terukur dapat mencerdaskan anda.
Game Strategi
Game Strategi Mengasah Otak Anda
Dalam video game terdapat game yang bergenre action dan strategi. Game action fokus pada kepiawaian pemain dalam menjalankan karakternya sedangkan game strategi akan mengasah otak anda. Untuk masalah mengasah skill investasi dan bisnis anda maka mau tidak mau anda harus memilih game strategi. Game bergenre strategi mengharuskan pemain untuk berpikir secara matang untuk membuat strategi dan mengelola sumber daya dengan efektif. Biasanya game bergenre terbaik untuk bisnis adalah seperti RTS (Real Time Strategy) dan Management. Game dengan genre Real Time Strategy membuat anda harus membuat keputusan dengan cepat dan beradaptasi dengan perubahan yang ada di game serta memanfaatkan peluang yang ada. Game bergenre management bisa membuat anda mengerti bisnis karena memang kebanyakan merupakan simulasi dari sebuah bisnis atau pemerintahan.

Game RTS
Contoh dari game Real Time Strategy adalah Age of Empire, Rise of Nation, Command & Conqueror dan berbagai game dari developer game yang bernama Paradox Interactive. Game-game tersebut sebenarnya mengajarkan anda tentang arti dari sebuah investasi. Pemain yang tadinya hanya memiliki satu kota seiring berkembangnya waktu berkembang dengan menaklukkan negara lain dan memiliki banyak wilayah karena akuisisi. Sumber daya yang tadinya diproduksi dengan sangat kecil menjadi berkembang besar seiring mendapatkan wilayah dan sumber daya yang baru. Semua itu karena investasi entah karena pembangunan bangunan yang meningkatkan sumber daya alam atau berinvestasi di bidang militer lalu menaklukkan negara lain.

Game Management
Contoh dari game Management sangat mudah untuk diketahui karena biasanya game ini memiliki nama tycoon dibelakangnya. Selain itu simulasi membangun kota seperti Sim City dan City Skylines juga termasuk game management. Dari game dengan genre management kita dapat mengerti konsep dari sebuah bisnis dan pengelolaannya. Pemain dituntut untuk mengelola suatu sistem bisnis dan mengembangkan serta mengatasi masalah yang akan terjadi. Game-game tycoon membuat anda harus mengatur pemasukan dan pengeluaran dari bisnis yang ada. Namun yang terpenting adalah bagaimana bisnis bisa berkembang dan kunci utamanya lagi-lagi adalah investasi yakni seperti pembelian unit baru, pembangunan dan perbaikan. Tanpa berinvestasi bisnis game anda kelola tidak bisa berkembang dan malah bisa menjadi bangkrut karena tidak ada improvisasi.

Kesimpulan:
Game sejatinya merupakan sarana untuk hiburan namun juga dapat mendidik pemain yang memainkannya seperti game strategy. Game strategy membutuhkan kemampuan dari pemainnya untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dan membaca peluang yang ada. Kendati game strategy mengajarkan tentang bisnis dan investasi, kebanyakan pemain tidak dapat menangkap point penting ini yang bisa diterapkan di dunia nyata. Di game pemain bisa dengan mudahnya mengeluarkan sumber daya untuk investasi untuk mengembangkan gamenya namun di dunia nyata mereka ketakutan untuk melakukan investasi. Para pebisnis terkenal sudah menjadikan dunia nyata layaknya sebuah game dengan tidak takut untuk terus berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya.

No comments:

Post a Comment